Di Olympus - Bahtera Nuh Berlabuh

1 comments
Ancient Olympus Map
Hingga kini, pencarian sisa-sisa bahtera Nuh msh terus dilakukan. Upaya terakhir yang menggemparkan adalah klaim penemuan bahtera Nuh di pegunungan Ararat oleh team gabungan arkeolog Cina dan Turki April 2010 lalu. Penemu yang dipimpin oleh kelompok evangelis, mengatakan yakin 99% struktur kayu yang ditemukan di sisi gunung itu merupakan bagian dari kapal yang disebutkan dalam kitab suci.

Ramai website membicarakan klaim penemuan ini, namun tak urung banyak peneliti lainnya yang telah menghabiskan beberapa dekade untuk mempelajari daerah tersebut, membantah kebenaran penemuan tersebut. Peter Ian Kuniholm yang fokus dengan Turki selama beberapa dekade bahkan mengatakannya secara lebih langsung laporan penemuan ini adalah tipuan. Zimansky menekankan berdasarkan Kitab Suci, Gunung Urartu (atau Ararat) sebagai tempat mendarat dari kapal tersebut, namun tidak disebutkan secara spesifik. Selama beberapa tahun, Gunung Ararat dengan tinggi 16.946 kaki serta memiliki formasi bebatuan Durupinar yang berbentuk mirip kapal telah menjadi tempat favorit bagi para pencari kapal Nuh ini. Bahkan, laporan penemuan bahtera Nuh ini setidaknya hadir setiap kurun waktu 2 tahun, dan tak pernah berada di lokasi yang sama. Pihak lain mencari bukti kapal itu di wilayah kejadian banjir yaitu Laut Hitam, Turki, atau Iran.

Berbicara mengenai berbagai klaim penemuan bahtera Nuh, sebagian besar lokasinya berkisar di pegunungan Ararat Namun sebagai lokasi favorit penelitian, terdapat beberapa syarat yang nampaknya tidak terpenuhi oleh Ararat ini. Bukan berarti keterangan bible keliru, namun penamaan-penamaan lokasi di kitab suci itu bersifat statis, sehingga apa yang disebut sebagai ararat di bible, bisa jadi bukanlah Ararat yg kita kenal sekarang berada di Turki. Nama Ararat sendiri berasal dari Urartu ( rär`t ), nama sebuah kerajaan Armenia kuno. Demikian pula keterangan quran tentang Gunung Judi, hingga kini masih menjadi pertanyaan, karena Al-Judi bukanlah bahasa arab asli, melainkan bahasa serapan.

Untuk me-reset kembali pemikiran kita tentang permasalahan tersebut, mari kita tengok kembali beberapa petunjuk atau tanda-tanda dari ragam sumber termasuk Bible dan Quran.

Petunjuk 1 : Zaitun

Menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi” (Kitab Kejadian 8:11).

Petunjuknya jelas : negeri yang ditumbuhi pohon zaitun. Dari antara kawasan mediterania tempat tumbuhnya zaitun, tak bisa dipungkiri Yunani mempunyai tradisi budaya paling kental dan paling kuno tentang zaitun. 

Mitologi Yunani sejak ribuan tahun lalu menggambarkan Dewi Athena menumbuhkan pohon zaitun yang kaya manfaat. (sumber :http://www.texasoliveoil.com/history.htm). 

Fakta ini diperkuat dengan tumbuhnya pohon zaitun tertua di dunia di desa Ano Vouves, Yunani, yang berdasarkan penelitian disebut berusia lebih dari 4000 tahun dan sampai kini masih produktif. Ini adalah sebagai sebuah tanda yang dipelihara Tuhan. (sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/Olive_tree_of_Vouves).

Jadi, menurut petunjuk Bible, Yunani-lah negeri tempat bahtera Nuh berlabuh.

Olive tree of Vouves (4,000 years old)
Petunjuk 2 : Yunani adalah Pusat Peradaban Eropa Kuno dan Modern

Mengapa hal ini penting sebagai petunjuk? Saat terjadi banjir besar, maka kelompok manusia yang berhasil selamat-lah yang akan mengembangkan kebudayaan di tempat baru, yang akan dikenal sebagai pusat peradaban. Turki tak pernah dikenal sebagai pusat peradaban eropa atau dunia. Telah diakui bahwa peradaban Eropa bersumber pada peradaban Yunani sekaligus menjadi tiang utama perkembangan peradaban Eropa modern.


Petunjuk 3 : Yunani Melahirkan Banyak Filsuf

Pemahaman filsafat dan spiritual 80 orang beriman umat Nuh, akan diwariskan pada keturunannya, demikian ilmu dan kebijaksanaan warisan ini berlangsung turun-temurun ribuan tahun. Oleh karena itu, banyaknya filsuf-filsuf besar yang lahir di Yunani menjadi salah satu tanda yang sangat jelas. Lalu di gunung manakah tempat bahtera Nuh berlabuh?

Petunjuk 4 : Syair Epos Homerus - Odyssey Book VI

Untuk mengetahui dimanakah lokasi berlabuh bahtera Nuh, ada satu hal menarik dan bisa menjadi petunjuk, yaitu apa yang dilukiskan oleh Homerus (http://en.wikipedia.org/wiki/Homer), seorang penulis syair epos terbesar yang dimiliki Yunani, tentang gunung Olympus, dalam bukunya Odyssey Book VI :

Then to the palaces of heaven she sails
(Lalu menuju istana surga dia berlayar)
Incumbent on the wings of wafting gales
(pemilik layar penepis badai)
The seat of gods; the regions mild of peace
(tempat kedudukan dewa-dewa, kawasan lembut kedamaian)
Full of joy, and calm eternity of ease
(penuh keceriaan, dan keabadian tenang atas kemudahan)
There no rude winds presume to shake the skies
(tak ada angin rebut mengguncang langit)
No rains descend, nor did snow fall upon it
(tak ada hujan membasahi, tak ada salju turun di atasnya)
But on immortal thrones the blest repose
(melainkan di atas singgasana abadi yang diberkahi, berlabuh).


Homerus - Writer of Odyssey Book VI
Petunjuk 5 : Epic of Gilgamesh

Salah sebuah cerita yang termasuk dalam epos ini berkaitan dengan air bah. Beberapa aspek dari mitos air bah Gilgamesh ini tampaknya berkaitan dengan cerita bahtera Nuh di dalamAlkitab. Kisah Air Bah yang dikirim oleh dewa untuk menghancurkan peradaban sebagai suatu tindakan pembalasan ilahi adalah sebuah tema yang tersebar luas dalam mitologi Yunani. Menurut sarjana Yunani Ioannis Kordatos, ada sejumlah besar bait maupun tema atau episode yang paralel yang menunjukkan pengaruh yang cukup besar dari Epos Gilgamesh terhadap karya Homerus - Odyssey. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa syair epos karya Homerus di atas adalah memang benar menggambarkan banjir besar Nuh.

Epic of gilgamesh tablets

Petunjuk 6 : Mount Olympus adalah World’s Biosphere Reserve

Misi Nuh bukan hanya menyelamatkan keberlangsungan keturunan manusia di muka bumi, tapi sekaligus upaya reservasi flora dan fauna di lokasi yang baru. Kenyataan bahwa Mount Olympus dikenal sangat kaya akan keanekaragaman hayati dan ekosistem, semakin memperkuat dugaan bahwa di gunung inilah bahtera Nuh berlabuh. Mount Olympus tak hanya menjadi taman nasional tapi juga ditetapkan sebagai World’s Biosphere Reserve . Ini adalah sebuah tanda-tanda yang dipelihara oleh Tuhan sebagai petunjuk bagi kita yang hidup ribuan tahun setelahnya. (sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Olympus)

Petunjuk 7 : Dion, Kota Kuno di Kaki Gunung Olympus

Sebuah pemikiran logis biasa, kelompok Nuh ini akan membangun tempat permukiman, tempat ibadah dan segala fasilitas yang diperlukan bagi terciptanya pusat aktivitas, dan tidak akan jauh dari lokasi berlabuh. Dengan demikian, tentulah harus ditemukan sisa-sisa peradaban kuno di kaki gunungnya. 

Dapatlah dipastikan, bahwa bila tidak ditemukan bukti arkeologis kota kuno di sebuah kaki gunung, maka mustahil gunung tersebut adalah tempat berlabuh bahtera Nuh. Dion, adalah kota kuno di kaki gunung Olympus yang hingga kini menjadi obyek wisata arkeologi Yunani terkenal. Nama kota Dion ini adalah juga termasuk dalam salah satu kota yang disebutkan di bible. Bekas-bekas peninggalan masyarakat Nuh dari generasi ke generasi di kota Dion ini dapat dilihat dihttp://www.bibleplaces.com/dion.htm

Disebutkan pula bahwa sebuah mitos yunani tentang pembangunan altar pemujaan Zeus oleh Deucalion di sebuah wilayah yang dinamakan DION, lengkapnya sebagai berikut:

The northern side of Mt. Olympus gently slopes towards the Macedonian plain; according to tradition Deucalion built an altar to Zeus on a site which is named Dion. In the Greek myth Deucalion played the same role as Nuh in the Bible; he built an ark where he went with his wife to escape a flood which Zeus let loose on the earth to wipe out the whole race of man. (sumber: http://romeartlover.tripod.com/Olimpo1.html).

Ancient city of Dion
Ancient city of Dion
Ancient city of Dion
Tentang Deucalion sendiri lengkapnya dapat dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Deucalion.

Ditinjau dari etimology, DION berasal dari kata DIONYSUS, disebutkan dalam wikipedia:
The dio- element has been associated since antiquity with Zeus (genitive Dios). The earliest attested form of the name is Mycenaean Greek di-wo-nu-so (sumber :http://en.wikipedia.org/wiki/Dionysus).

Apakah di-wo-nu-so ini Jiwo Nuso atau Dwi Nuso?

Sumber lainnya dari Wikipedia menyebutkan bahwa Nuh meninggalkan Bahtera pada tanggal 10 Muharram, dan ia bersama keluarganya dan teman-temannya membangun sebuah kota di kaki Gunung Judi. Sem. Yaqut al-Hamawi (1179-1229) menyebutkan tentang sebuah masjid yang dibangun oleh Nuh di kaki gunung ini. Disebutkan bahwa : “Zeus was honored at the ancient city of Dion located at the foot of Mount Olympus” (sumber :http://en.wikipedia.org/wiki/Dion,_Pieria). Inilah yang disebut sebagai masjid oleh Sem.Yaqut al-Hamawi.

Petunjuk 8 : Gunung Judi Berasal dari Bahasa Yunani Gordyae
QS 11.44. Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. 

George Salein, seorang orientalis berkebangsaan Inggris menyebutkan dalam terjemahan Quran yang terbit tahun 1734, menyampaikan bahwa kemungkinan istilah Judi berasal dari bahasa Yunani Gordyae, yaitu nama sebutan untuk penghuni wilayah tersebut.

“This mountain [al-Judi] is one of those that divide Armenia on the south, fromMesopotamia, and that part of Assyria which is inhabited by the Curds, from whom the mountains took the name Cardu, or Gardu, by the Greeks turned into Gordyae, and other names. … Mount Al-Judi, which seems to be a corruption, though it be constantly so written by the Arabs, for Jordi, or Giordi. (sumber :http://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Judi).

Bahasa arab aslinya memang tidak mengenal beberapa vocal dan konsonan sebagaimana yang kita kenal dalam huruf latin, misalnya huruf G dan vocal E, sehingga opini George Salein ini cukup logis dan bisa dipertanggungjawabkan, karena Al-Judi adalah kata serapan, bukan asli bahasa arab. Menurut pendapat penulis, kata Gordyae ini justru berasal dari kata Gede. Karena sudah tidak ada lagi manusia pribumi yang hidup di lokasi berlabuh untuk ditanyai nama lokasi ini, Nuh lalu menamai daerah baru yang tak dikenalnya sama sekali ini dengan nama yang persis sama dengan nama gunung tempat bertolak, yaitu Gunung Geude (sunda), yang diserap ke dalam bahasa Yunani menjadi Gordyae, lalu diserap lagi menjadi Judi di Quran, karena Quran merubah bunyi “Geu” menjadi “Ju” dan “de” menjadi “diy”. 

Betapa akuratnya Quran memberi petunjuk lokasi sesuai ayat QS 11.44 : AL-JUDI

GEDE (jawa) >>>> GORDYAE (greek) >>>> JUDI (arab)

Petunjuk 9 : Burung Gagak Nuh adalah Elang Jawa

Sebuah Tulisan Abdullah bin ‘Umar al-Baidawi abad ke-13 menyebutkan bahwa Nuh berada di bahtera selama lima atau enam bulan, dan pada akhirnya ia mengeluarkan seekor burung gagak. Namun gagak itu berhenti untuk berpesta memakan daging-daging bangkai, dan karena itu Nuh mengutuknya dan mengeluarkan burung merpati, yang sejak dahulu kala telah dikenal sebagai sahabat manusia. (http://id.wikipedia.org/wiki/Bahtera_Nuh).

Burung Gagak yang dimaksud disini adalah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) yang dibawa Nuh dari Gunung Gede, tempat bahtera berasal. (Baca tulisan sebelumnya :http://sejarah.kompasiana.com/2012/12/08/alun-alun-suryakencana-lokasi-galangan-kapal-nuh-515121.html).

Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)
Petunjuk 10 : Fenomena Bumi Kembar

Tuhan menciptakan segala sesuatu di bumi ini sepasang-sepasang, mengutip teori bumi kembar Fahmi Basya, dapat ditemukenali beberapa kesamaan antara lokasi asal bahtera bertolak (Gunung Gede, Indonesia) dan tempat bahtera berlabuh (Mount Olympus, Yunani), sebagai berikut :
  1. Tinggi Gunung Gede (2,958 m) sama dengan tinggi Mount Olympus (2,917 m), lebih kurang beda 40m saja.
  2. Yunani dan Indonesia adalah sama-sama negara kepulauan (archipelago). Yunani memiliki 6.000 pulau, dan Indonesia 17.000 pulau,
  3. Kehidupan mitos tumbuh demikian subur di setiap ceruk daerah di Indonesia dan Yunani.
  4. Persamaan revolusi. Kita tahu, kedua negara ini lahir dari proses panjang dan berdarah-darah untuk keluar dari belenggu kolonialisme. Sekian lama Yunani disekap oleh Kekaisaran Ottoman di Turki. Dengan bantuan Inggris, Prancis, dan Rusia, mereka bisa meneriakkan pekik kemerdekaan pada Februari 1830. Kita pun demikian. Silih berganti negara-negara Atas Angin datang untuk memeras kekayaan dan merayah martabat manusia Nusantara. Setelah Portugis, datang Spanyol, lalu Belanda, dan puncaknya Jepang. Barulah setelah itu kita bisa merdeka pada Agustus 1945. Kelelahan kedua negara itu berhadapan dengan kolonialisme menjadi titik temu yang mengesankan. Pengalaman itu memberi tekanan memori yang kuat tentang rasa percaya diri dan pencarian identitas nasionalisme kedua negara yang tentu saja jauh dari persoalan kedekatan geografis. (sumber :http://akubuku.blogspot.com/2012/06/cultural-olympiad-yunani-dan-indonesia.html)

Petunjuk 11 : Rumpun Bahasa

Bahasa Yunani termasuk dalam Rumpun bahasa Indo-Eropa atau Rumpun bahasa India-Eropa, adalah kelompok bahasa-bahasa berkerabat dengan banyak penutur terbesar di seluruh dunia. Sejumlah bahasa Indo-Eropa telah menyumbang banyak kosa kata ke dalam bahasa Indonesia, seperti bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Portugis, bahasa Belanda, dan bahasa Inggris. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani-Armenia)

Petunjuk 12 : Karaghiozis

Yunani adalah satu-satunya negara di kawasan Eropa yang mempunyai kesenian wayang kulit (shadow puppet), yang disebut karaghiozis.yang begitu populer di masyarakatnya, dan dengan cara-cara yang sama persis dengan pertunjukan wayang kulit di Indonesia. Disebutkan kesenian ini berasal dari Indonesia (http://en.wikipedia.org/wiki/Karagiozis), sebagai berikut:
Karaghiozis (Modern Greek: Καραγκιόζης, Turkish; Karagöz) is a shadow puppet andfictional character of Greek and Turkish folklore. He is the main character of the tales narrated in the Turkish and Greek shadow-puppet theatre. Shadow theatre, with a single puppeteer creating voices for a dialogue, narrating a story, and possibly even singing while manipulating puppets, appears to come ultimately from the Indonesian wayang kulit or Chinese pi ying xi Shadow play.

Wayang Kulit Yunani - Karaghiozis
Karaghiozis, Shadow Puppet of Greece
Pertunjukan Karaghiozis dapat kita lihat di youtube.http://www.youtube.com/watch?feature=endscreen&v=aKNNpHb7mVE&NR=1Mengenai asal-usul wayang kulit dari Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi, UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai shadow puppet show asli dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).  http://id.wikipedia.org/wiki/WayangDengan demikian, sekaligus dapat disimpulkan pula bahwa kesenian wayang kulit ini sudah dikenal sejak masa Nabi Nuh. (4000-5000 tahun yang lalu).

Penutup

Dari mana peradaban berasal, disitulah peradaban akan berakhir. Dari Indonesia, negeri yang diberkahi, Nuh membawa peradaban ke Yunani yang kemudian berkembang mmenjadi pusat peradaban Eropa dan Dunia, menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Semoga titik puncak peradaban akan kembali lagi ke negeri tercinta ini.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran: 96).

Artikel terkait : Benarkah Bahtera Nuh Berasal dari Mars ? - Kerajaan Setelah Banjir Nabi Nuh

Bookmark and Share

Misteri Tabut Yahudi dan Haikal Sulaiman

0 comments

Tabut Perjanjian (The Ark of Covenant) dianggap oleh beberapa pihak sebagai misteri terbesar dari semua harta yang tersembunyi. Sampai saat ini benda bersejarah sekaligus benda misterius ini tetap menjadi tujuan dari setiap arkeolog modern dalam petualangannya. Tabut Perjanjian ini berisi sepuluh perintah yang ditulis di atas lempengan batu oleh Tuhan kepada Musa di Gunung Sinai.

Sepuluh Perintah Allah merupakan dasar perjanjian Allah dengan anak-anak Israel, yang terukir pada dua loh batu yang mengandung titah Tuhan bagi bani Israel. Menurut literatu Ibrani, Tabut sendiri adala sebuah peti yang dibuat oleh pengrajin dari Bezalel. Bentuknya terbuat dari kayu akasia dan dilapisi oleh emas. Memiliki panjang 1,5 meter, lebar 0,7 meter dan tinggi juga 0,7 meter.

Bangsa Israel menurut kisah mereka selalu membawa Tabut sepanjang mereka mengembara di padang gurun. Tabut ini mereka yakini memiliki kekuatan misterius terhadap musuh-musuh Israel. Menurut Alkitab, tembok-tembok Yerikho pun runtuh Ketika orang-orang Yahudi berjalan berkeliling dengan lembaran yang ada dalam Tabut perjanjian.

Setelah Kuil Pertama dibangun, Raja Salomo menempatkan Tabut Perjanjian di Bait Allah. Tabut Perjanjian itu disimpan di ruang khusus dalam Bait Suci yang disebut Kodesh Kodashim.

Tidak seorang pun diizinkan memasukinya kecuali Imam-imam tinggi Yahudi. Mereka pun hanya diperbolehkan masuk sekali dalam setahun yakni dalam momen Yom Kippur, yakni hari yang dianggap paling suci dalam agama Yahudi. Perayaan ini jatuh pada tanggal 10 Tisyri dalam kalender Yahudi.

Namun dalam catatan sejarah, tahun 586 SM Kerajaan Yehuda diserbu oleh Kekaisaran Babilonia dibawah Nebukadnezard, dan kuil pun dihancurkan termasuk di dalamnya Tabut Perjanjian.

Beribu tahun pasca kejadian itu, Zionis Israel pun berusaha keras untuk mencari Tabut Perjanjian yang hilang. Konon menurut mereka, Tabut tersebut dipercaya memiliki kekuatan ghaib yang akan memberikan sentuhan sihir yang luar biasa kepada siapa pun yang menguasainya. Mereka pun juga digerakkan oleh faktor teologis dimana mereka meyakini bahwa Tabut adalah Mukjizat yang diberikan Tuhan kepada bangsa Yahudi. Sedangkan menurut Kitab Injil, Tabut merupakan sumber kekuatan tuhan yang bersemayam di dalamnya.

Namun sebagai umat muslim tentunya kita memiliki patokan sendiri dalam menjelaskan tabut. Sebagai umat Nabi Muhammad SAW sudah seharusnya kita berlepas diri dari anggapan bahwa Tabut memiliki kekuatan mistis bagi orang yang menemukannya, karena sejatinya kekuatan itu hanyalah milik Allah.

Dalam Al Qur’an, penjelasan mengenai Tabut terangkum dalam surah Al Baqarah ayat 248 ;

“Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi Raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.” 
(QS. Al Baqarah : 248)

Kisah Al Baqarah ayat 248 hanyalah satu buah epik dari rangkaian cerita perperangan Bani Israel. Kisah ini bercerita tentang pasukan Thalut yang melawan Jalut dimana pada akhirnya Daud memenangkan duel melawan Jalut.

Menurut Ath-Thabari makna dari bunyi ayat "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi Raja, ialah kembalinya tabut kepadamu” adalah tanda-tanda Thalut akan menjadi raja.

Sesungguhnya Allah telah mengutus seorang raja kepada kalian walaupun bukan dari keturunan raja—adalah “dikembalikannya tabut yang didalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu.” Ia adalah tabut yang selalu dibawa oleh Bani Israil saat bertemu dengan musuh, bergerak bersamanya sehingga musuh tidak mampu menghadapi mereka dan tidak bisa mengalahkan mereka. Namun kemudian mereka mengabaikan perintah Allah swt, banyak berselisih dengan para nabi mereka, sehingga Allah swt melepaskan tabut itu dari tangan mereka kemudian dikembalikan lagi dan dirampas lagi pada waktu yang lain dan tidak dikembalikan lagi bahkan tidak akan sekali-kali dikembalikan kepada mereka selana-lamanya.

Namun dalam versi lainnya, Tabut sendiri konon sudah dihancurkan oleh Nabi Musa as sesaat ia turun dari gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Tuhan bersamaan dengan Loh Batu. Kaum Bani Israel yang sedianya berjanji untuk beribadah kepada Allah kembali berbuat kufur dengan menyembah patung sapi emas saat ditinggal Nabi Musa as ke Gunung Sinai. 

Kekesalan Nabi Musa as membuatnya membanting dan menghancurkan Tabut bersamaan dengan Loh Batu. Tapi lagi-lagi ini masih menjadi perdebatan, ada yang mengatakan Nabi Musa as hanya menghancurkan Loh Batu yang berisi 10 perintah Tuhan tidak beserta dengan Tabut. Tapi yang jelas kisah ini terekam dengan baik di dalam Al Qur’an, sebagai pelajaran bagi kita semua.

“Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim. Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur. Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk.” (Al Baqarah: ayat 51-53)

Haikal Sulaiman (Solomon Temple)

Syahdan, Pada abad 17 SM orang-orang Bani Israel ditimpa kelaparan dan kekeringan sehingga mereka bersama dengan Ya’qub berhijrah dari Palestina ke Mesir menemui Yusuf as yang saat itu menjadi mentri di pemerintahan Fir’aun.

Pada abad 14 – 13 SM Allah swt mengutus Musa as kepada mereka dan sedikit dari mereka yang tidak mengimaninya dan di sinilah dimulai agama Yahudi sehingga menjadikan mereka bertentangan dengan Fir’aun dan kaumnya. Peretentangan itu mejadikan orang-orang Bani Israel keluar dari Mesir. sebagaimana firman Allah swt :

“Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu (Bani Israil) dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” (QS. Al Baqarah : 49 – 50)

Hijrah tersebut terjadi pada abad 1280 SM pada masa pemerintahan Ramses II. Setelah itu mereka (orang-orang Yahudi) berada dibawah pimpinan Yusa’ yang menggantikan Musa as dan menetap di Kan’an (Palestina)

Daud as berhasil mendirikan pemerintahannya di Yerusalem pada tahun 990 SM dan disinilah Daud mendapatkan perintah untuk membangun Baitul Maqdis akan tetapi dikarenakan kesibukannya berperang maka itu semua tidak sempat dilakukannya sehingga Allah swt mewahyukan kepadanya agar memerintahkan anaknya yang bernama Sulaiman as untuk membangun Baitul Maqdis dan ditengah pembangunannya itu beliau as membangun Haekal sebagai tempat peribadahan lengkap dengan altar penyembelihan kurbannya.

Setelah Sulaiman as wafat pada tahun 922 SM, pemerintahan Daud terpecah menjadi dua : kerajaan Isarel di sebelah utara dan kerajaan Yahudza di sebelah selatan. Diantara keduany sering terlibat peperangan panjang hingga masa mereka dihancurkan oleh Bukhtanshar Raja Babilonia pada tahun 587 SM. Pada penyerangan ini terjadi penghancuran terhadap Yerusalem termasuk terhadap Haekal Sulaiman.

Mereka berhasil menawan dan membawa banyak orang-orang Yahudi ke Babilonia dan menetap di sana selama 50 tahun yang dikenal dalam sejarah Yahudi dengan Para Tawanan Orang-orang Babilonia.

Ketika Babilonia berhasil ditaklukan oleh Kirusy Raja Parsia pada tahun 538 SM maka para tawanan tersebut dibebaskan dan dikembalikan ke Palestina akan tetapi mereka tidak memiliki Negara namun tetap berada dibawah kekuasaan Parsia.

Didalam Majallah at Tarikh al Arabi disebutkan bahwa setelah orang-orang Bani Israel dipulangkan kembali ke kampung halamannya di Palestina maka mereka membangun kembali tempat peribadahan mereka yang telah dihancurka oleh Bukhtanshar.

Ketika gemintang Parsia telah redup maka kekuasaan mereka pun jatuh ketangan Aleksander Al Maqduni sehingga orang-orang Yahudi menampakkan loayalitas, ketundukan dan penyambutan mereka kepada Aleksander al Maqduni tatkala menguasai Yerusalem tahun 332 SM. Dan sejak saati itu mereka berada dibawah kekuasaan Yunani.

Setelah Aleksander al Maqduni wafat maka kekuasaannya terpecah diantara mereka, Mesir berada di tangan Ptolomeus sedangkan Negara-negara utara diserahkan ketangan Selecus. Namun pada tahun 199 SM terjadi peperangan antara Ptolomeus dan Selecus yang kemudian dimenangkan Ptolomeus..

Pada tahun 198 SM Yerusalem jatuh ketangan Raja Suria yang bernama Antiochus dan sejak saat itu terjadi berbagai fitnah, pemberontakan dan peperangan berdarah di Yeusalem hingga masa kedatangan pemimpin Romawi yang bernama Pompy tahun 63 SM yang kemudian berhasil menguasai Yerusalem.

Sejak saat itu Yerusalem berada ditangan kekuasaan orang-orang Romawi dan menjadikannya sebagai Negara Romawi. Pada saat inilah Isa bin Maryam dilahirkan di kota Betlehem di akhir pemerintahan Herodes pada tahun 37 – 40 M.

Dan sejak saat itu Yerusalem menjadi tempat yang memberikan kabar gembira tentang da’wah tauhid dan menjadi kota suci bagi orang-orang Nasrani.

Ketika orang-orang Yahudi melakukan pembangkangan dan pemberontakan terhadap pemerintahan Romawi di Yerusalem maka Penguasa Romawi, Fasbasyan mengutus anaknya yang bernama Titus untuk menghentikan pemberontakan tersebut. Titus pun melakukan penyerangan terhadap Yerusalem pada tahun 70 M dan berhasil membunuh banyak orang-orang Yahudi sehingga menyisakan Yerusalem menjadi kota yang hancur lebur dan porak poranda untuk waktu yang sangat panjang bahkan tidak dihuni kecuali oleh para penjaga dari para tentara Romawi.

Kemudian orang-orang Yahudi mengadakan pemberontakan untuk yang kedua kalinya di Yerusalem antara tahun 132 M dan 135 M yang dikenal dengan “Pemberontakan Barkukhi” akan tetapi penguasa Romawi berhasil memadamkan pemberontakan tersebut dan menghapus Eksistensi Yerusalem dan membangun diatasmya sebuah kota baru yang dinamakan dengan Aeilia Capitolina. Bahkan mereka tidak mengidzinkan orang-orang Yahudi untuk menginjakkan kakinya di mota Aeilia sejak tahun 135 M.

Ketika Pemerintahan Romawi terpecah menjadi dua dan Palestina masuk dalam kekuasaan Romawi Timur (Bizantyum) maka Aeilia berada dibawah kekuasaan Bizantyum sejak abad 4 M hingga tahun 614 M tatkala dikuasai oleh Sasani (Kisra Eberwiz) hingga kembali dikuasai oleh Penguasa Bizantyum yang bernama Heraklius tahun 627 M.

Kekuasaan Heraklius ini tidaklah berlangsung lama sehingga kaum muslimin berhasil membebaskan kota Aeilia pada tahun 15 H / 636 M pada zaman Umar bin Khottob dan sejak saat itu kaum muslimin memperbolehkan orang-orang Yahudi untuk kembali ke al Quds. (Majallah at Tarikh al Arabi juz I hal 5114 – 5126)

Dari penuturan diatas tampaklah bahwa Haekal tersebut didirikan pada masa Sulaiman as. Dan setelah sempurna pembangunan Haekal tersebut oleh Sulaiman as, ia mengalami kehancuran sebanyak tiga kali. yaitu ketika penyerbuan pasukan Bukhtanshar Raja Babilonia pada tahun 587 SM lalu berhasil dibangun kembali oleh orang-orang Yahudi setelah mereka dibebaskan oleh Kirusy Raja Parsia.

Haekal kembali dihancurkan untuk kedua kalinya oleh Antiochus Raja Suria tatkala upayanya memadamkan fitnah yang dilakukan orang-orang Yahudi pada tahun 198 SM. Lalu kembali direnovasi untuk ketiga kalinya oleh Herodeus pada tahun 40 M.

Lagi-lagi Haikal dihancurkan oleh Titus pemimpin Romawi tatkala menyerang Yerusalem dan menjadikan kota itu hancur lebur bahkan tidak didiami kecuali oleh para penjaganya dari tentara-tentara Romawi.

Adapun tentang letak Haekal itu sendiri, sesungguhnya tidaklah terdapat dalil yang menunjukkan tempat didirikannya bangunan itu. Beberapa sumber menyebutkan bahwa bangunan itu terletak diluar pekarangan Masjidil Aqsha smentara yang lainnya menyebutkan bahwa tempatnya adalah dibawa Kubah Kuning. Sementara itu orang-orang Yahudi dan Nasrani berkeyakinan bahwa tempat Haekal Sulaiman itu berada di Puncak al Haekal atau al Haram asy Syarif atau berada di bawah Baitul Maqdis. Karena itulah orang-orang Yahudi sejak beberapa tahun terakhir ini berusaha merobohkan Masjidil Aqsha untuk mencari Haekal Sulaiman dibawahnya. (ar.wikipedia.org)

Akan tetapi itu semua hanyalah akal-akalan yang dicari-cari oleh orang-oang Yahudi saja untuk menghancurkan al Quds dengan mengatakan bahwa mereka akan mengembalikan Haekal Sulaiman kepangkuan mereka.

Sebagaimana disebutkan didalam berbagai sejarah kota Yerusalem maka sebetulnya Haekal tersebut sudah betul-betul hancur dan porak poranda tak berbekas saat terjadi penyerangan yang dilakukan oleh Pasukan Romawi dibawah pimpinan Titus pada tahun 70 M. sebelum pada akhirnya Yerusalem berhasil dibebaskan oleh kaum muslimin pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 15 H / 636 M.

Orang-orang Yahudi sekarang tengah sibuk mencari tabut ini yang mereka anggap sebagai mu’jizat orang-orang Yahudi dan kiblat mereka yang hilang. Mereka meyakini apabila tabut itu berhasil ditemukan maka keagungan dan kejayaan mereka akan kembali dan dapat menguasai dunia. Dalam melihat Tabut yang diyakini masih ada dan terus dicari oleh Yahudi, kita bisa menganalisa tiga hal dibalik itu semua. 

Pertama, Teologi Kebencian. Keberadaan Tabut di Masjid Al-Quds adalah rekayasa mereka untuk menguasai Yerusalem. Dengan meyakini bahwa Tabut tersimpan dalam fondasi Al Quds, mereka bergerak mencari Tabut hingga mengeruk fondasi dasar mesjid yang pernah menjadi kiblat umat muslim ini. Kehancuran Mesjid Al Quds akan menjadi kebanggan tersendiri bagi mereka yang memang menaruh kebencian kepada kaum muslimin.

Selanjutnya, faktor kedua adalah motivasi paganistik-kabbalah yang mempercayai kesaktian Tabut. Mereka yang menemukan Tabut dipercaya akan mengalami transferisasi kekuatan mistik ke dalam tubuh dan jiwa mereka.

Ketiga, faktor teologis-politis. Selama ini kaum zionis, masih menganggap bahwa Tabut adalah karunia atau mu’jizat yang diberikan Tuhan kepada orang-orang Yahudi. Mereka meyakini apabila tabut itu berhasil ditemukan maka keagungan dan kejayaan mereka akan kembali dan dapat menguasai dunia lagi.

Namun, sekalipun Tabut masih ada dan Yahudi berhasil menemukannya, dengan akal sehat saja kita bisa mencerna: mana mungkin Allah SWT memberikan rahmat dan mukjizat kepada bangsa yang terus membunuh nabi-nabi-Nya dan ingkar terhadap ajaran-Nya.

Seperti firman Allah Subhanahu wa ta'ala :

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al Ma’idah : 82)

“Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS. Al-A'raf: 166). Wallahu A’lam ...

Bookmark and Share

Dari Iran Muncul Dajjal?

0 comments

DAJJAL adalah fitnah (cobaan, kesesatan, huru hara, dan kekufuran) terbesar yang akan muncul di akhir zaman. Tiada seorang nabi pun yang diutus ke muka bumi kecuali telah mengingatkan manusia akan..."

Adalah fitnah (cobaan, kesesatan, huru hara, dan kekufuran) terbesar yang akan muncul di akhir zaman. Tiada seorang nabi pun yang diutus ke muka bumi kecuali telah mengingatkan manusia akan fitnah Dajjal.Dari Anas bin Malik  berkata, Rasulullah bersabda,“Tiadalah Allah mengutus seorang nabi pun kecuali pasti para nabi itu telah mengingatkan umatnya akan orang yang buta sebelah lagi pendusta, ingatlah sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah dan sesungguhnya Rabb kalian tidaklah buta sebelah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin—rahimahullaah—mengatakan, “Fitnah yang paling besar di muka bumi sejak Allah ciptakan Adam adalah fitnah Dajjal. Karena itu, tidak ada seorang nabi pun sejak nabi Nuh sampai Muhammad kecuali mereka sudah mengingatkan kaumnya akan bahaya Dajjal, sebagai peringatan darinya.” (Al-Majmu’ Ats-Tsamiin II/175).

Di antara kiat yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya agar terhindar dari fitnah Dajjal yang begitu dahsyat adalah memohon perlindungan kepada Allah ketika shalat, pada saat tasyahud akhir, sebelum salam dengan doa:
]اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ[
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah al-Maasih ad-Dajjal.” (HR.Muslim).

Dari Mana Dajjal Akan Muncul?

Mari kita simak beberapa hadits berikut:Dari Fatimah binti Qais—radhiyallahu ‘anha—bahwa beliau pernah mendengar Nabishallallahu bersabda:
]أَلاَ إِنَّهُ فِى بَحْرِ الشَّامِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لاَ بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ ما هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ [ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَشْرِقِ
“Tidaklah dia (Dajjal) di laut Syam, atau laut Yaman.Tidak! Tetapi dari arah timur. Dia dari arah timur, dia dari arah timur.” Dan beliau berisyarat dengan tangannya ke arah timur.” (HR. Muslim no. 2942).

Dari Abu Bakr ash-Shidiq, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
]الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا: خُرَاسَانُ[
“Dajjal keluar dari daerah timur, namanya Khurasan.” (HR. Timidzi 2237 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Jami’ ash-Shaghir).

Khurasan

Satu wilayah yang luas di sebelah timur Jazirah Arab. Saat ini, yang termasuk wilayah Khurasan: Nishapur (Iran), Herat (Afganistan), Merv (Turkmenistan), dan berbagai negeri di Selatan sungai Jihun (sungai Amu Darya). (Mu’jam al-Buldan, 2:350).Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:
]يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ، وَمَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْيَهُودِ[
Dajjal akan keluar dari daerah Yahudiyah Asbahan. Dia bersama 70 ribu orang Yahudi.” (HR. Ahmad).

Asbahan

ering juga disebut Asfahan. Termasuk wilayah Iran, 340 km di selatan Teheran. Bukhtanshar menyerang Baitul Maqdis dan menjadikan penduduknya sebagai tawanan, bersama orang Yahudi, kemudian mereka ditempatkan di Asfahan. Akhirnya wilayah tersebut dinamakan kampung Yahudiyah. Ibu kota Asfahan saat ini adalah Yahudiyah (Mu’jam al-Buldan, 1:208).Hanya saja, fenomena kehadiran Dajjal mulai semarak di kalangan umat manusia, setelah dia berada di daerah antara Irak dan Syam (kawasan 4 negara: Suriah, Palestina, Libanon, dan Yordania).Dari Nawwas bin Sam’an, bahwa Rasulullah saw bersabda:“Dajjal keluar di daerah antara Syam dan Iraq. Kemudian dia membuat kerusakan di sebelah kanan dan kirinya. Wahai hamba Allah! Kuatkan iman kalian!” (HR. Muslim 2937 dan Ibn Majah 4075).Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan:“Pertama mulai munculnya Dajjal di Asbahan, tepatnya di dataran bebatuan, yang dinamakan kampung Yahudiyah. Dajjal dibela oleh 10 ribu orang yahudi dari penduduk Ashbahan.” (An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, Hal. 59).

Asfahan ataukah Khurasan?

Jika Anda perhatikan peta negara Iran, Khurasan dan Asfahan berhimpit di bagian timur laut wilayah Iran. Kita tidak tahu pasti awal kali Dajjal muncul di titik yang mana. Yang jelas, di dua daerah, pertama kali Dajjal muncul dan mendapatkan banyak pengikut. Dan benarlah apa yang disabdakan Nabi Muhammad saw, sebab catatan dari Frances Harrison dari BBC News, yang dilansir pada September 2006, bahwa di Teheran ada sekitar 25 ribu Yahudi di negeri Iran.Meskipun lagaknya melawan Zionis, tapi Iran menjadi tempat yang aman bagi Yahudi. 

Pemimpin komunitas Yahudi Iran, Mr. Hammami mengaku bahwa Khameini membedakan antara Yahudi dan Zionis, dan dia mendukung kami. Bahkan Presiden Iran saat ini, Ahmadi Nejad yang banyak dielu-elukan oleh masyarakat muslim adalah keturunan Yahudi.Dari sinilah Anda bisa mendapatkan jawaban, mengapa Dajjal muncul di Iran. Lebih dari itu, ada kejadian aneh bin ajaib lainnya, di saat Iran koar-koar anti Yahudi, pernahkah Anda mendengar ada warga Palestina diizinkan mengungsi ke Iran?Kembali ke topik keluarnya Dajjal, sebagian orang berkata Dajjal akan keluar dari Segitiga Bermuda. Yang benar, Dajjal keluar bukan di Segitiga Bermuda.

Itulah yang kita yakini. Itulah akidah kaum muslimin. Dajjal muncul di Asfahan bagian dari negeri Iran, yang saat ini menjadi negeri Syiah.Meski sempat mengundang kontroversi, film kolosal bertema Umar bin Khatthab telah tayang di salah satu stasiun TV nasional. Menyaksikan film ini, masyarakat sedikit banyak bisa mengetahui sosok Umar bin Khatthab tdan sepak terjangnya dalam membela Rasulullah SAW dan dinul Islam. Sosok pemimpin yang dikagumi dan diidam-idamkan oleh seluruh kaum muslimin. Pada bagian akhir episode film tersebut, dimunculkan adegan pembunuhan Khalifah Umar oleh Abu Lu’luah al-Majusi La’natullah ‘alaihi.

Pemuliaan Iran Terhadapnya

Pada setiap tahun, Syi’ah merayakan terbunuhnya Khalifah Umar bin al-Khaththab, dan mereka menganggapnya sebagai hari raya, yang kegembiraan dan kebahagiaan merasuk dalam hati mereka. Hari raya tersebut mereka sebut dengan Idul Ghufran, dan itu bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’ul Awwal. Mereka mengklaimnya bahwa Allah mengangkat dari mereka perhitungan amal pada hari itu.Kita tidak mengenal satu bangsa yang bergembira dengan syahidnya khalifah kedua yang mulia Umar bin al-Khaththab kecuali Bangsa Persia (Iran) dan bangsa Yahudi. Hal ini merupakan salah satu bentuk pembalasan dendam Bangsa Persia yang telah ditaklukkan oleh Umar.

Disebutkan bahwa Iran, mulai melakukan pekerjaan restorasi atas tempat ziarah yang mereka sebut dengan Marqad Baba Syuja’uddin (Tempat Peristirahatan)Bapak Pahlawan Agama) pada tahun 2003 M, dan menganggap tempat ziarah tersebut adalah tempat ziarah bersejarah yang wajib dilestarikan. Dan menamakan jalan Marqad tersebut yang ada di sana dengan namanya; Jalan al-Fairuziy. Mereka membaca keutamaan-keutamaan orang zindiq tersebut.

Mereka menyebutnya dengan Hadharat Baba Syuja’uddin. Mereka juga berkata kepada manusia, ‘Ziarahilah dia, dengan menziarahinya, seluruh dosa kalian akan diampuni.’Di antara doa-doa mereka,
الَّلهُمَّ ارْضَ عَنْ أَبِيْ لُؤْلُؤَةَ وَاحْشُرْنِيْ مَعَهُ
“Ya Allah, ridhailah Abu Lu`lu`ah, dan kumpulkanlah aku bersamanya.”
Bookmark and Share

Kejamnya Waktu Subuh

0 comments

Allah bersumpah dalam Al Fajr : "Demi fajar (waktu Subuh)". Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan: "Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh".Ada apa dibalik waktu Subuh? Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh? Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api.Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin.

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah anda, dan mengambil paksa semua barang anda. Emas dan semua perhiasan di gondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting anda juga diembatnya. Eh, mobil yang belum lunas juga digasaknya. Bagaimana rasa pedih hati anda menerima kenyataan ini?

Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika anda tertindas sang waktuSubuh sampai melalaikan shalat fajar, maka anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar laptop dan mobil. Anda kehilangan dunia dan segala isinya. 

Ingat, "Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya" (HR Muslim).

Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

"...dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk" (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam..., atau kurang lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Tahukah anda bahwa nabi menyetarakan dengan orang munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

"Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak" (HR Bukhari Muslim).

Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dengan orang munafik. Padahal, ancaman bagi orang munafik adalah neraka Jahannam. 

"Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam" (An Nisa:140).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin?

Nah, agar tidak merasakan tindasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusanwaktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka: "Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh" (Al Falaq:1). Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid.

Bookmark and Share