Tampilkan postingan dengan label Mukjizat Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mukjizat Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

Benarkah Qs. Nuh: 16 Bertentangan Dengan Sains?

0 comments

Tentang Bulan Bercahaya

Pernah suatu kali non-muslim mempermasalahkan QS.Nuh :16 sebagai ayat Al-Quran yang tidak ilmiah karena mengatakan bulan bercahaya (dalam persepsi mereka bercahaya artinya udah pasti punya cahaya sendiri kayak petromak.)

Bagaimana Al-Quran menjelaskan bahwa cahaya bulan hanya pantulan dari cahaya Matahari, sedangkan Matahari menghasilkan cahaya sendiri??? Untuk memahami ini ada baiknya kita jangan hanya berkutat pada satu ayat, pelajarilah Al-Quran secara keseluruhan jangan sepotong-sepotong dan yang paling penting pelajari tinjauan nahwu shorof bahasa Arabnya bukan sekedar melototin terjemahannya.
Firman Allah subhanahuwataala :

Dan Allah menciptakan padanya BULAN SEBAGAI CAHAYA (Nuron) dan menjadikan MATAHARI SEBAGAI PELITA (SIROJA)? (QS.Nuh:16)

Kita coba perhatikan juga ayat-ayat senada:

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya MATAHARI BERCAHAYA (Siroja) dan BULAN YANG MEMINJAM CAHAYANYA (Muniraa).(QS. Furqan : 61 )

Dia-lah yang menjadikan MATAHARI BERSINAR (Dhiya a) dan BULAN BERCAHAYA (Nuron) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS.Yunus:5)

Imam mufassir Al Baidhawi menafsiri ayat ini :

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. (QS. Yunus : 5) setelah beliau mejelaskan gambaran matahari dan bulan, Allah swt memberikan pengetahuan kepada kita, bahwasanya matahari bersinar dengan dirinya sendiri,sementara bulan bersinar karena menerima pantulan sinar matahari dan menyerapnya.

Baca juga ayat ini:

dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), (QS.An-Naba:13)

Dalam Al-Qur an Matahari As-Syams () selalu menggunakan kata siroja () yang artinya obor , dhiya a() artinya cahaya kemuliaan atau wahaj ( ) yang berarti lampu yang hidup/terang.

Sedangkan untuk Bulan Qomar ( ) menggunakan kata Nur () yang artinya pantulan cahaya, Munira ( ) yang artinya cahaya yang dipinjamkan. Tidak mungkin Bulan (Qomar) menggunakan kata siroja atau , dhiya a atau wahaj selalu menggunakan kata Nur atau Munira.

Selanjutnya baca juga ayat ini:

(yaitu) bintang (An-Najm) yang cahayanya menembus(Ats-Tsaqib) (QS.At-Thariq :3)

Kata Arab untuk Bintang adalah An-Najm () dan cahayanya digambarkan dengan Tsaqib (), Dia menembus kegelapan dan menghabiskan diri nya sendiri. Jadi, bintang adalah benda angkasa yang memiliki cahayanya sendiri. Dan salah satu dari bintang adalah Matahari, berarti Mataharipun punya cahaya sendiri sama seperti bintang lainnya

Al-Quran membedakan bahwa bulan bercahaya (dari pantulan) dan matahari = pelita ( cahaya). Karena Al Quran bukan ucapan manusia tapi firman Allah. Matahari & Bulan, keduanya sama-sama menerangi, hanya saja matahari selain menerangi ia juga membawa hawa panas serta menghasilkan cahaya sendiri, adapun bulan memberi cahaya yang tidak ada panasnya dan hanya merupakan pantulan dari matahari. Karena sesuatu tidak akan dikatakan sebagai siroj kecuali selalu disertai dengan panas. Dan yang namanya benda yg bercahaya seperti bulan belum tentu benda itu adalah cahaya, bisa jadi cahayanya berasal dari pantulan cahaya benda lainnya, itu sebabnya kenapa bulan selalu identik dengan Nur bukan Siroj.

Adapun ahli falaq (perbintangan) atau yang mengenali dengan dalam tabiat matahari dan bulan, mereka memahami dua gambaran di atas, apabila mereka tahu bahasa arab. Sesungguhnya ayat-ayat di atas memberikan penjelasan bahwa matahari memberikan penerangan dari dalam dirinya sendiri, adapun bulan cahayanya adalah hasil pantulan sinar yang ditangkapnya, ini adalah perbedaan kata yang sangat detail dan teliti, kita tidak menyebut kamar kita dengan siraj karena ia memberikan cahaya atau sinar, tapi kita katakan cahaya kamar adalah pancaran cahaya lampu yang menyinari dari dalam dirinya sendiri, siraj memancarkan sinar dan cahaya dari dirinya sendiri. Jadi tuduhan bahwa QS.Nuh:16 tidak ilmiah adalah SALAH BESAR!!! Justru sangat ilmiah. Itu cuma pemikiran non-muslim yang sama sekali tidak mengerti tata bahasa Arab hanya bermodalkan terjemahan dari situs-situs penghujat di mbah Google.
 
Bookmark and Share

Miracle of Kaaba Islam Mecca Quran Miracle

0 comments

Miracle of Kaaba Islam Mecca Quran Miracle




Bookmark and Share

MANFAAT GERAKAN DALAM SHOLAT

0 comments

Setalah artikel bermanfaat yang berjudul Manfaat Lalat Untuk kehidupan Manusia Maka kali ini kita akan membahas mengenai manfaat dari salah satu perintah Allah SWT, yaitu Sholat. Sholat adalah salah satu kewajiban umat muslim yang diberikan oleh Allah SWT. Sholat dilakukan lima kali sehari semalam. 

Sholat adalah amalan yang paling pertama sekali diperiksa didalam pengadilan Allah SWT, apabila amalan sholat baik, maka secara otomatis semua amalan yang lain juga ikutan baik, karena dengan sholat kita mampu menjaga diri kita dari perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar yang dapat merusak diri kita dan orang lain.

Sholat yang kita lakukan itu sebenarnya memiliki manfaat yang sangat besar bagi yang melakukannya terutama dari segi kesehatan, baik itu kesehatan secara fisik maupun kesehatan secara mental, tetapi sangat disayangkan sangat sedikit diantara kita yang mengetahuinya.

Berikut adalah beberapa Manfaat Gerakan Dalam Sholat versi Bermanfaat.
  1. Manfaat Gerakan Takbir.

    Gerakan takbir atau Takbiratul Ihram yaitu berdiri dengan tegak, mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga lalu melipat kedua tangan di depan perut atau dada, posisi memiliki manfaat untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh kita, kelenjar getah bening dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung pada gerakan ini menjadi berada di bawah otak memungkinkan peredaran darah mengalir lancar keseluruh tubuh. Ketika kita mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah yang kaya akan oksigen menjadi lancar, kemudian tangan didekapkan di depan perut atau dada dipercaya dapat bermanfaat untuk menghindarkan dari berbagai gangguan pada persendian terkhusus pada tubuh bagian atas.

  2. Manfaat Gerakan Ruku'.

    Posisi ruku yang sempurna adalah tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segalas air di atas punggung tersebut air tidak akan tumpah, posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini memiliki manfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi dari tulang belakang (Corpus Vertebrae) yang memiliki fungsi utama untuk menyangga tubuh dan merupakan pusat dari seluruh urat syaraf yang ada pada tubuh kita. posisi jantung pada gerakan ini menjadi sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal terjadi pada tubuh bagian tengah. Posisi tangan yang bertumpu pada lutut berfungsi sebagai relaksasi bagi otot-otot bahu. Posisi Ruku' juga merupakan sebuah latihan untuk saluran kemih untuk mencegah gangguan prostat.

  3. Manfaat Gerakan I'Tidal atau Bangun dari ruku'.

    Posisi I'Tidal atau bangun dari Ruku' dan sebelum melakukan gerakan sujud yaitu posisi tubuh kembali tegak setelah ruku' dan mengangkat kedua tangan setinggi telinga memiliki manfaat pada organ-organ pencernaan di dalam perut, karena organ-organ tersebut mengalami pemijatan dan pelongaran secara bergantian yang memiliki efek untuk menjadikan pencernaan dalam perut menjadi lebih lancar.

  4. Manfaat Gerakan Sujud.

    Posisi tubuh dalam gerakan sujud adalah gerakan menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung jari kaki, dahi dan hidung pada lantai. Gerakan ini bermanfaat untuk memompa aliran getah bening kebagian leher dan ketiak. Pada posisi ini, jantung berada di atas otak yang menyebabkan darah yang bercampur dengan oksigen bisa mengalir secara maksimal ke otak kita. 

    Aliran darah ini berpengaruh pada daya pikir seseorang, oleh karena itu lakukanlah sujud dengan benar, jangan terlalu tergesa-gesa biarkan darah segar mengalir dengan cukup ke otak kita. Posisi ini juga dipercaya untuk menghindarkan kita dari gangguan wasir. Terkhusus untuk wanita, posisi ruku' dan sujud memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ intim kewanitaan.

  5. Manfaat Gerakan Duduk.Posisi duduk dalam sholat terbagi atas dua bagian yaitu:

    1. Duduk pada Tahiyyat Awal atau Iftirosy
    2. Duduk pada Tahiyyat Akhir atau Tawarruk

    Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Posisi pada saat melakukan Iftirosy tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf Nervus Ischiadius, posisi ini bermanfaat untuk menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang kadang membuat penderitanya tidak dapat berjalan. 

    Sedangkan posisi Tawarruk sangat baik untuk pria dikarenakan tumit menekan aliran kandung kemih, kelenjar kelamin pria dan saluran Vas Deverens. Jika dilakukan dengan benar posisi ini dapat mencegah terjadinya impotensi pada pria. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot pada tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang mampu menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

  6. Manfaat Gerakan Salam.

    Gerakan salam adalah gerakan memutar kepala kekanan dan kekiri secara maksimal. Manfaat dari gerakan ini adalah relaksasi pada otot sekitar leher dan kepala, menyempurnakan aliran darah dikepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit pada wajah kita.
Dengan beribadah secara kontinu bukan saja mampu menyuburkan iman tetapi memberikan kesehatan pada tubuh dan mempercantik diri luar dan dalam. 

Gerakan-gerakan dalam sholat mampu untuk memacu kecerdasan, memperindah postur tubuh, karena gerakan sholat mampu untuk melakukan peregangan atau stretching untuk melenturkan tubuh dan kelancarkan aliran darah. 

Gerakan-gerakan dalam sholat juga mampu untuk memudahkan persalinan dan memperbaiki kesuburan. Siapa yang mau sehat dari luar dan dalam maka Sholatlah..! Sumber.

Bookmark and Share

Ternyata air dapat mendengar

0 comments

Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30). Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.

Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.

Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit.

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.

Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah ... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.

Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.

Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis. Sumber.
Bookmark and Share

4 Fungsi Sejarah Menurut Al-Qur’an

0 comments

Kitab Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya yakni Zabur, Taurat dan Injil. Dalam surat Yunus ayat 57, al-Qur’an disebut juga mau’idzoh yang berarti peringatan. Al-Qur’an yang hampir sepertiganya berisi kisah masa lalu dari ummat-ummat terdahulu baik yang shaleh maupun yang ingkar bagaimanapun seharusnya berfungsi sebagai pengingatan ummat yang hidup hari ini agar berkaca pada masa lampau. Secara tidak langsung, bisa dimaknai bahwa Islam memerintahkan pemeluknya untuk berkaca dan belajar pada sejarah melalui tadabbur dan tafakkur atas ayat-ayat yang termaktub dalam al-Qur’an.

Mengapa sejarah demikian penting menurut Al-Qur’an? Dalam surat Huud ayat 120 yang artinya “Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.”, dapat disimpulkan bahwa setidaknya ada empat fungsi sejarah yang tersurat di sana, yaitu:

1. Sejarah berfungsi sebagai peneguh hati
Dalam surat al-Kahfi, Allah SWT mengisahkan ada sekelompok pemuda yang mengasingkan diri ke dalam goa dalam rangka menghindari pemimpin dhalim yang memimpin negeri mereka. Dalam upaya menyelamatkan imannya itu, atas izin Allah SWT, mereka tertidur dalam goa tersebut selama 309 tahun. Ketika terbangun, mereka sudah menemukan hewan yang dibawanya hanya tersisa tulang dan ketika mereka menuju ke sebuah pasar untuk membeli makanan, uang yang dipakai untuk membayar sudah tidak laku lagi. Pemimpin dhalim yang mengancam iman merekapun ternyata telah meninggal. Hikmah yang bisa diambil dari kisah pemuda kahfi bahwa keimanan atas Allah SWT perlu diperjuangkan penuh pengorbanan. Teladan dari ashabul kahfi itu seharusnya bisa meneguhkan hari kita agar selalu beriman kepada Allah SWT.

2. Sejarah berfungsi sebagai pengajaran 
Dalam surat al-‘Araf 73-74, Allah SWT mengisahkan bagaimana Allah SWT memberi peringatan kepada Kaum Tsamud, kaumnya Nabi Shaleh AS yang ingkar kepada Nabi dan Tuhan mereka. Mereka justru memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah yang megah dan mewah serta melupakan nikmat-nikmat yang telah diberikan. Mereka beramai-ramai juga membunuh unta Nabi Shaleh yang merupakan mukjizat yang diberikan Allah SWT. Maka Allah SWT kemudian mengirimkan petir yang menggelegar dan meluluh lantakkan kaum Tsamud. Namun menariknya, Allah SWT masih menyisakan bangunan-bangunan tersebut sebagai pengajaran kepada manusia yang hidup setelahnya bahwa dahulu, sebelum masehi, perkembangan arsitektur manusia sudah berkembang pesat. Sebuah simbol peradaban manusia pada zaman lampau yang dicatat oleh al-Qur’an sebagai pengajaran bagi manusia hari ini.

3. Sejarah berfungsi sebagai peringatan 
Banyak kisah masa lalu dalam al-Qur’an yang bisa diambil pelajaran. Kisah Fir’aun yang menentang Nabi Musa AS hingga akhirnya ditenggelamkan ke dalam Laut Merah salah satunya. Keangkuhan Fir’aun tidak hanya dalam penentangannya atas Nabi Musa AS. Lebih dari itu, dia mengaku menjadi Tuhan yang bisa menghidupkan dan mematikan manusia. Hingga hari ini, jasad Fir’aun atau Pharaoh yang menjadi raja Mesir ketika itu masih bisa disaksikan disemayamkan di bawah Piramid di daerah Giza, Mesir. Melalui sejarah tentang Fir’aun yang termaktub dalam al-Qur’an, Allah SWT ingin memberi peringatan kepada manusia agar tidak sombong dan ingkar kepada peringatan Allah SWT yang disampaikan melalui Nabi dan Rasul. Terlebih lagi mengaku dirinya lebih hebat ataupun setara dengan Allah SWT, ataupun menuhankan Tuhan lain selain Allah SWT. Na’udzubillahimindzalik.

4. Sejarah sebagai sumber kebenaran 
Jaminan kebenaran al-Qur’an telah termaktub tegas dalam surat al-Baqarah ayat 2, “Kitab ini tidak ada keraguan di dalamnya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” Jadi, kisah-kisah sejarah yang termaktub dalam kitab ini mutlak kebenaran dan keabsahannya. Sejarah yang ditulis al-Qur’an bukanlah sejarah yang penuh rekayasa dan sarat kepentingan seperti halnya sejarah-sejarah yang ada sekarang. Fakta-fakta sejarah dalam al-Qur’an sangat bisa dijadikan sumber sejarah. Historiografi dalam al-Qur’an bisa dijadikan contoh bagaimana seharusnya sejarah ditulis. Allah SWT sangat expert memberi contoh bagaimana menulis sejarah.

Sejarah untuk Masa Depan

Dengan sejarah yang tertulis dan dikisahkan oleh al-Qur’an, umat Islam dituntut untuk bisa berfikir (Al-A’raaf : 176). Maksudnya, manusia seharusnya menjadikan sejarah sebagai pelajaran dan peringatan untuk menentukan langkah berikutnya dari suatu kesinambungan risalah dalam menggapai tujuan li ‘ila kalimatillah. Apa yang terjadi pada masa lampau seharusnya dijadikan pelajaran berharga dalam menjalankan tugas-tugas kekhalifahan manusia hari ini.

Selain menjelaskan fungsi sejarah, Al-Qur’an juga menegaskan tentang akhir dari perjalanan sejarah. Menurut Al-Qur’an nasib akhir sejarah adalah kemenangan keimanan atas kekafiran, kebajikan atas kemunkaran, kenyataan ini merupakan satu janji dari Allah SWT yang mesti terjadi. Allah SWT pun menyampaikan, layaknya roda, hari-hari itu berputar, begitu juga nasib manusia yang diganti, sesekali merasakan di atas dan sesekali merasakan di bawah. Perputaran itu bisa kita lihat dari sejarah. Selamat bermuhasabah dengan sejarah. Wallahua’lam bisshawab.

Bookmark and Share

Tanda Kiamat Semakin Dekat - Masa Semakin Singkat

0 comments

Di Antara Tanda Dekatnya Kiamat, Gempa Bumi Semakin Marak, bahwa gempa bumi semakin banyak terjadi di akhir zaman sebagai tanda dekatnya kiamat. Bahkan dengan skala yang sangat besar. Hal ini berimbas kepada berubahnya aturan bumi dari arah dan waktu.

Misalnya pada gempa bumi berukuran 8,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Chili pada awal tahun lalu telah mengubah seluruh perputaran bumi dan memperpendek usia hari, demikian penjelasan seorang ilmuwan NASA seperti dikutip Space.com, (02 Maret 2010). Begitu juga gempa bumi 9,1 SR tahun 2004 yang memicu gelombang tsunami mematikan di Samudera Hindia juga memperpendek hari sebesar 6,8 mikrodetik.

Sementara gempa bumi berkekuatan 9 SR yang diikuti tsunami dasyat yang terjadi di Jepang beberapa hari lalu, juga menggeser poros bumi sebesar 6,5 inci, sehingga memperpendek hari sekitar 1,6 mikro detik.

Sesungguhnya fenomena semakin pendeknya hari telah dikabarkan oleh Nabi shallallau ‘alaihi wa sallam sebelum 1400 tahun lalu. Bahwa tidak akan terjadi kiamat sehingga –salah satunya- masa semakin singkat, waktu semakin berdekatan.


Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ ، وَتَكْثُرَ الزَّلازِلُ ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ

Tidak terjadi hari kiamat dan sehingga dihilangkannya ilmu, banyak gempa bumi, masa semakin berdekatan (terasa singkat), banyak terjadi fitnah, dan banyak pembunuhan.” (HR. Bukhari, no. 1036)

Diriwayatkan juga dalam Musnad Ahmad (10560), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallau ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ ، فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ

Tidak akan datang kiamat sehingga waktu semakin berdekatan, setahun seperti sebulan, sebulan seperti sejum’at, sejum’at seperti sehari, sehari seperti sejam, dan sejam terasa hanya sekejap.” (Imam Ibnu Katsir mengatakan: isnadnya sesuai syarat Muslim. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ no. 7422)

Kedua hadits ini menunjukkan bahwa di antara tanda-tanda dekatnya kiamat adalah berdekatannya zaman (waktu semakin singkat dan cepat).

Mengenai makna semakin berdekatannya zaman ini, para ulama berbeda pendapat. Di antara makna yang paling kuat adalah bahwa berdekatannya zaman boleh jadi berdekatan secara Hissi (inderawi) dan boleh jadi berdekatannya adalah secara Ma’nawi (non inderawi).

Berdekatan waktu secara Ma’nawi adalah dengan hilangnya barakah pada waktu/zaman tersebut. Ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Sehingga Ibnul Hajarrahimahullah mengatakan, “Hal ini telah kita jumpai pada masa sebelumnya.”

Pendapat ini adalah yang dipilih oleh Imam al-Qadhi ‘Iyaad, Imam Nawawi, dan al-Hafidz Ibnul Hajar rahimahumullah. (Periksa: Ma’alim al-Sunan oleh al-Mundziri: 6/141-142, Jami’ al-Ushul oleh Ibnul Atsir: 10/409, dan Fathul Baari: 13/16 –dinukil dari Asyraath al-Sa’ah, Yusuf al-Wabil: 142)

Imam al-Nawawi rahimahullah berkata, “Maksud dengan menjadi pendeknya adalah tidak adanya barakah di dalamnya. Sedangkan pekerjaan yang dihasilkan satu hari kadarnya seperti yang dihasilkan satu jam.”

Al-Hafidz Ibnul Hajar rahimahullah mengatakan, “Dan pendapat yang benar, maksudnya hilangnya barakah dari segala sesuatu sampai pada zaman (waktu), dan itu termasuk bagian dari tanda dekatnya kiamat.”

Dan di antara makna singkatnya waktu secara ma’nawi adalah mudahnya hubungan antara sesama manusia yang berada di tempat yang berjauhan. Dengan canggihnya alat transportasi modern, jarak yang dahulu bisa ditempuh berbulan-bulan, namun sekarang bisa dituju hanya dengan beberapa jam saja. Dan pendapat inilah yang disampaikan oleh Syaikh Ibnu Bazz rahimahullah dalam ta’liqnya terhadap Fathul Baari (2/522).

Sedangkan berdekatannya zaman secara Hissi, maknanya secara hakiki atau yang sebenarnya. Hari semakin pendek secara inderawi. Waktu siang dan malam berjalan dengan cepat. Ini sudah terjadi pada zaman kita setelah terjadinya beberapa gempa bumi besar dan akan semakin terasa untuk waktu yang akan datang insya Allah.

Kejadian ini bukan hal mustahil. Ini dikiaskan dengan zaman Dajjal yang satu hari bisa seperti satu tahun, satu bulan, dan satu pekan panjangnya. Sebagaimana hari bisa berubah menjadi lama, maka ia bisa juga berubah menjadi pendek, hal itu terjadi ketika tatanan bumi ini sudah rusak dan mendekati masa kehancurannya. (Lihat Mukhtashar Sunan Abu Dawud 6/142, dan Jami’ al-Ushul 10/409 dengan tahqiq Abdul Qadir al-Arnauth)

Imam Abu Hamzah(wafat: 695 H.) berkata : “Boleh jadi yang dimaksud dengan berdekatannya zaman ialah jangka waktu itu menjadi pendek sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Tidak akan datang hari kiamat sehingga masa setahun itu seperti sebulan”. Dengan demikian, perpendekan waktu itu boleh jadi bersifat hissi dan boleh jadi bersifat ma’nawi. Yang bersifat hissi hingga sekarang belum nampak (yakni pada zaman beliau,-pent), mungkin baru akan terjadi ketika kiamat sudah dekat.

Adapun yang bersifat ma’nawi sudah terjadi, dan hal ini dapat dirasakan oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan agama dan yang memiliki perhatian dan kejelian terhadap urusan duniawi. 

Hal ini dapat dijumpai ketika mereka tidak lagi dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya dapat mereka selesaikan dengan porsi waktu yang sama. Mereka mengeluh hal itu, tetapi tidak mereka ketahui sebabnya. Hal ini boleh jadi disebabkan lemahnya keimanan karena banyaknyan perkara dan praktik hidup yang bertentangan dengan syara’ dalam pelbagai aspek. 

Dan lebih parah lagi dalam masalah makanan, di antaranya ada yang haram melulu dan ada pula yang syubhat. Juga banyak pula orang yang tidak memperdulikan cara mencari harta apakah dengan jalan halal atau dengan jalan haram, yang penting mendapatkan hasil yang banyak.

Pada kenyataannya, barakah pada waktu, rizki, dan tanaman itu hanya diperoleh dengan iman yang kuat, mengikuti perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya. Allah berfirman.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Kalau penduduk suatu negeri benar-benar beriman dan bertaqwa, niscaya Kami bukakan bagi mereka barakah-barakah dari langit dan dari bumi.” (QS. Al-A’raf: 96) 

Semoga bermanfaat

Bookmark and Share

Dari Sinilah Asal Mula Ras Manusia Yang Sesungguhnya

0 comments

Perbedaan morphologis (fisik) manusia tentu sangat erat kaitannya dengan lingkungan sekitar dia. Dulu mungkin hanya ada 3 Ras primer, kulit putih, kulit hitam dan kuning (sesuai khazanah kenabian tentunya) seiring penyebaran manusia ke berbagai wilayah yang tentu saja berbeda sifat alamnya, manusia juga beradaptasi, nah itu yang bikin sekarang banyak ras-ras manusia secara spesifik, karena tinggalnya, kebiasaan hidup, bahasa semua mempengaruhi bentuk fisik manusia tersebut.

Contoh mudahnya adalah mengapa Orang yang tinggal di ketinggian cenderung warna kulitnya lebih merah? ketika ilmu pengetahuan membukanya tahulah manusia jika hal itu terjadi karena kadar hemoglobin lebih banyak karena oksigen di dataran tinggi tidak sebanyak di dataran rendah. Orang yang tinggal di pantai cenderung lebih hitam (ini tentu saja karena paparan sinar matahari dan arus panas dari laut). Tentu saja banyak sekali faktor pendukung yang lainnya, ini cuma contoh kecil saja.

Dan Masya Allah, Jauh sebelum Ilmu pengetahuan berhasil menjelaskannya, sudah 1500 tahun yang lampau Allah Swt telah memberikan sinyal akan Penciptaan-Nya itu (Manusia) Lewat AL QURAN.

Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan (manusia) laki-laki dan perempuan yang banyak. ........." ( QS. An-Nisaa', ayat ke-1 )

" Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai nenek moyang, asal usul) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Paling Maha Mendengar lagi Paling Maha Mengetahui." ( QS. Ali-'Imraan, ayat ke-33 sd ke-34 )


Yang jelas secara garis besar, umat manusia terbagi dalam 5 (lima) Ras Induk keturunan Nabi Adam dan Ibunda Hawa a'layhum salam, yakni :

1. Mongoloid (mewarisi gen Yafit bin Nuh)
2. Kaukasoid (dominan gen Yafit, dengan berapa mewarisi juga gen Sam dan Ham bin Nuh)
3. Khoisan (dominan gen Ham bin Nuh becampur dengan gen Yafit dan Sam bin Nuh )
4. Negroid (mewarisi paling kuat gen Ham bin Nuh)
5. Australoid (mewarisi banyak gen Ham bin Nuh)

Dengan berapa sub-ras, antara lain sbb:

1. Mongoloid Tiongkok (hasil kawin sesama Ras Mongoloid)

2. Mongoloid Melayu (hasil kawin campur Mongoloid dengan Ras lain Kaukasoid dan Australoid)

3. Kaukasoid Nordik (menyebar di eropa bagian utara, termasuk belanda, inggris dan jerman)

4. Kaukasoid Dinarik (menyebar di eropa bagian selatan hingga negara-negara Balkan rusia)

5. Kaukasoid Alpina (ras kaukasoid yang bentuk kepalanya lebih bulat dan bermuka bundar daripada sub ras kausaoid lainnya, menyebar di eropa tengah dan eropa timur, asia barat dan asia tengah, dan juga ke eropa utara di Irlandia dan Scottlandia)

6. Kaukasoid Mediterania (ras kaukasoid yang bentuk kepala dan muka lonjong, berambut Hitam, menyebar di Selatan dan Timur Eropa, Afrika Utara, Afrika Barat Laut, Asia Barat, Turki, hingga Afghanistan, Persia (Iran) dan ke Asia Selatan, nenek moyang orang India Kulit Terang)

7. Kaukasoid Arabid (ras kaukasoid dengan bentuk hidung mancung agak lebar besar daripada hidung ras kaukasoid lainnya, menyebar di Syiria dan Jazirah Arab sekitarnya)

8. Kaukasoid Somali-Ethiopid (walaupun berkulit hitam, berambut kriting tapi struktur tengkoraknya lebih condong bentuk tengkorak Kaukasoid daripada tengkorak ras negroit)

9. Australoid Aborijin (penduduk asli Australia)

10. Australoid Negrito (penduduk asli Filipina)

11. Australoid Dravida (nenek moyang orang India dan Sri Langka berkulit gelap)

12. Australoid Austranesia (penduduk asli kepulauan nusantara sebelum dimasuki oleh sub-ras mongoloid melayu yang datang dari wilayah Funan lebih dari dua ribuan tahun silam, sebagian menikah dengan Sub-Ras Mongoloid Melayu keturunan Funan itu; dan lahirlah nenek moyang dari suku Jawa Awal; sebagian dari Sub-Ras Australoid Austranesia tidak mau kawin campur dengan sub-ras Mongoloid Melayu dan pindah ke timur hingga ke Papua, lebih dari dua ribuan tahun silam)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (ras-etnis) supaya kamu saling kenal-mengenal (agar bisa hidup rukun). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling BERTAQWA di antara kamu. Sesungguhnya Allah Paling Maha Mengetahui lagi Paling Maha Mengenali.[1] QS. Al-Hujuraat, ayat ke-13

Hai anak (keturunan-keturunan manusia) Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.[2] QS. Al-'Araaf, ayat ke-27

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak keturunan Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka (anak-anak keturunan Adam alias manusia) dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. [3] QS. Al-Israa', ayat ke-70

Bookmark and Share

Al-Qur'an dan Sains: Akhir Alam Semesta

0 comments

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa benda-benda di jagad raya ini, pada mulanya satu, lalu tercerai-beraikan setelah terjadinya ledakan besar yang mengakibatkan keterpisahan antara satu benda dengan benda lainnya. Sehingga membentuk gugusan benda-benda langit yang terdiri dari galaksi, bintang, planet, satelit dan lain sebagainya.

Namun tentunya keseluruhan benda langit ini tidak mungkin akan terus ada tanpa ada batasnya. Bahkan secara pasti, dapat ditegaskan bahwa seluruh apa yang ada di alam semesta ini akan berakhir.

Para ilmuwan telah banyak melakukan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui akhir alam raya ini. Dalam melakukan penelitian tersebut, mereka menggunakan hitungan energi yang mendorong alam raya ini agar secara terus-menerus mengalami penambahan.

Penggunaan energi ini dimaksudkan untuk menciptakan pemuaian alam secara terus-menerus dengan batasan. Ia tidak boleh melampaui kuantitas penambahan energi yang telah ditentukan, yang dapat mengakibatkan alam raya ini meledak.

Penelitan yang mereka lakukan, menghasilkan dugaan bahwa suatu saat energi yang terdapat di alam raya ini akan melampaui batas keseimbangannya yang menyebabkan kehancurannya. Sebagaimana dulu, benda-benda yang ada di alam raya ini terbentuk setelah terjadinya ledakan besar, maka benda-benda ini juga akan hancur setelah terjadinya ledakan besar yang diakibatkan kekuatan energi yang melampaui batas kemampuannya.

Al-Qur'an telah menggambarkan akhir alam semesta ini yang menyerupai awal pembentukannya, sebagaimana yang terdapat pada surah Al-Anbiya ayat 104. Allah SWT berfirman: "(yaitu) pada hari Kami gulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya."

Pengungkapan dengan menggunakan kata ‘Kami gulung langit’, adalah cara pengungkapan yang sangat teliti sekali yang dimaksudkan untuk menggambarkan penyusutan alam semesta ini, karena energi yang terdapat di dalamnya telah melebihi batasan yang telah ditentukan.

Al-Qur'an di bagian lain ayatnya, mengungkapkan penciptaan kembali alam semesta setalah ia melewati batas energi yang ditentukan. Allah SWT dalam surah Ibrahim ayat 48 berfirman: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit."
Bookmark and Share

Alasan Al Qur’an merupakan Kitab Tercanggih di Bumi

0 comments

Kitab suci Al Qur’an adalah kitab suci yang akan terjaga kemurniannya. Allah SWT telah berjanji bahwa Dia yang menurunkan Al Qur’an dan Dia juga yang menjaganya. Ini ada di dalam QS.Al Hijr (15) ayat 9,

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.

Sejarah Mushaf Al Qur’an

Pada masa Rasulullah SAW, ketika ada ayat Al Qur’an yang turun, untuk memudahkan dalam menghafal, Rasulullah SAW meminta juru tulisnya untuk mencatat dan menunjukkan posisi ayat tersebut dalam surat-surat Al Qur’an. Para juru tulis Rasulullah SAW di antaranya Ali bin Abu Thalib, Zaid bin Tsabit, dan Ubai bin Ka’ab.

Ketika zaman Khalifah Abubakar, terjadi peperangan di Yamamah tahun 12 H. Pada perang tersebut ada 70 qari dan sekaligus hafidz (penghafal Al Qur’an) sahabatRasulullah SAW yang gugur. Atas usulan dari Umar bin Khattab, tulisan-tulisan Al Qur’an yang tercecer di sana-sini dikumpulkan jadi satu. Tulisan-tulisan tersebut tercerai berai karena ditulis di pelepah kurma, daun lontar, batu, dan sebagainya. Di lingkungan sahabat, belajar Al Qur’an dengan mengandalkan kekuatan hafalan mereka.

Selanjutnya pada masa Khalifah Utsman, dibentuklah panitia penulisan Al Qur’an untuk dibukukan jadi mushaf. Melalui kerja keras, berdasarkan hafalan dari para sahabatRasulullah SAW yang masih hidup dan kumpulan tulisan-tulisan yang ada, akhirnya tugas berat tersebut dapat diselesaikan.

Ada 5 mushaf induk sebagai panduan dan disebarkan ke Makkah, Syria, Basrah, Kufah, dan 1 lagi tetap berada di Madinah. Dari mushaf inilah disalin dan disebarluaskan ke seluruh dunia.

Pada tahun 1436 M ditemukan mesin cetak oleh Johannes Guttenberg. Dari penemuan ini akirnya ditemukan mesin cetak dengan huruf Arab pada tahun 1486 M.

Pada tahun 1684 M dalam upaya untuk mempelajari Islam dan bahasa Arab, Al Qur’anmulai dicetak di Hamburg. Kegiatan serupa juga dilakukan di Bavaria, Rusia, dan Qazan. Seterusnya pada tahun 1834 M telah ada cetakan khusus Al Qur’an di kota Luziq.

Pada tahun 1890 M di Kairo, dicetak mushaf Al-Milkhallalaty yang mematuhi rasm ‘utsmany dan diberi tanda waqf. Hal serupa dilakukan oleh para ulama Al Azhar pada tahun 1923 M. Setelah cetakan pertama tersebut, dilakukan lagi pemeriksaan dengan lebih teliti pada mushaf. Kegiatan ini dipimpin langsung Syeikhul Azhar untuk cetakan yang kedua.

Kerajaan Saudi pun tidak mau ketinggalan. Dengan biaya yang cukup tinggi dimulailah proyek Mushaf Makkah Al-Mukkaramah dengan membeli mesin cetak dari Amerika Serikat. Setelah proses penulisan dan koreksi selama 5 tahun, yang melibatkan ahli khat ternama, para ulama, serta masyikhah Al Azhar.

Pada tahun 1947 M dimulai percetakan Al Qur’an ukuran besar dan selesai tahun 1949 M.Setelah itu, baru dicetak untuk berbagai ukuran. Di tahun 1984 M di atas tanah 250.000 m2 dibangun percetakan Al Qur’an terbesar di dunia, yang berada di Madinah Al Munawwarah.


Selain terjaga keasliannya, Al Qur’an setidaknya memiliki 8 Keistimewaan, yaitu :

1. Keajaiban pada susunan ayat dan huruf-hurufnya.

2. Keajaiban pada kisah-kisahnya. 

3. Bisa dihapal.

4. Mengajarkan Ahlaq serta Kebaikan.

5. Tidak kontradiktif antar ayat .

6. Tidak bertentangan dengan Sains.

7. Memiliki bahasa yang indah.

8. Bisa dipraktekkan di setiap waktu.

Ke Kecanggihan ini, berkumpul di dalam satu kitab (Al Qur’an), yang rasanya mustahil bisa ditiru oleh kitab-kitab lainnya.

Benarlah, bahwa Allah SWT yang menurunkan Al Qur’an dan sekaligus menjaganya. Bacaan Al Qur’an juga tidak mungkin diganti, karena ada begitu banyak orang yang hafal Al Qur’an di seluruh dunia.

Jadi, janji Allah SWT pasti akan selalu dilaksanakan. Sangatlah rugi bagi kita umat Islam, yang tidak mau mencintai dan mempelajari dengan sungguh-sungguh, apa isi dari Al Qur’an.
Bookmark and Share

Rahasia Pembuatan Piramida Fir'aun Dijelaskan Dalam Al Qur'an

0 comments

Sejak lama para ilmuwan bingung bagaimana cara sebuah piramida dibangun. Hal ini karena teknologi mengangkat batu-batu besar yang bisa mencapai ribuan kilogram ke puncak-puncak bangunan belum ditemukan di zamannya. Apa rahasia di balik pembangunan piramida ini?

Dalam edisi tanggal 1 Desember 2006, Koran Amerika Times menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat piramida adalah tanah liat yang dipanaskan hingga membentuk batu keras yang sulit dibedakan dengan batu aslinya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dalam mengelola tanah liat hingga menjadi batu. Dan teknik tersebut menjadi hal yang sangat rahasia jika dilihat dari kodifikasi nomor di batu yang mereka tinggalkan.

Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang paling besar di Giza, terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual alias olahan tanah liat.

Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun monumen yang tinggi, termasuk piramida. Karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam.

Piramida, dan lumpur yang sudah diolah menurut ukuran yang diinginkan dibakar untuk diletakkan di tempat yang paling tinggi.

Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air sehingga membentuk campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida.

Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur. Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu membedakan antara batu alam dan batu buatan.

Dengan metode pembuatan batu besar melalui cara ini, sang profesor membutuhkan waktu sepuluh hari hingga mirip dengan batu aslinya.

Sebelumnya, seorang ilmuwan Belgia, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari rahasia di balik pembuatan batu besar di puncak-puncak piramida. Ia pun berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.”

Selama ini, ilmuwan hanya mempunyai jawaban yang fiktif soal cara membangun piramida Firaun. Bagaimana mengangkat batu-batu besar yang jumlahnya mencapai 2,8 juta batu. Waktu itu, mereka menyatakan secara fiktif bahwa orang Mesir kuno memiliki kemampuan mengangkat jutaan batu yang beratnya sekitar lima atau enam ribu kilogram!

Penemuan oleh Profesor Prancis Joseph Davidovits soal batu-batu piramida yang ternyata terbuat dari olahan lumpur ini memakan waktu sekitar dua puluh tahun.

Sebuah penelitian yang luas tentang piramida Bosnia, "Piramida Matahari" dan menjelaskan bahwa batu-batunya terbuat dari tanah liat! Ini menegaskan bahwa metode ini tersebar luas di masa lalu. (Gambar dari batu piramida).

Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!

Alquran Ternyata Lebih Dulu Punya Jawaban

Jika dipahami lebih dalam, ternyata Alquran telah mengungkapkan hal ini dari beberapa ayat-ayat yang Allah firmankan. Antara lain:

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ

“Dan berkata Fir'aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta." (Al-Qashash:38)

Ayat ini menunjukkan rahasia dari teknologi konstruksi yang digunakan untuk bangunan tinggi sebuah monumen seperti disebutkan “buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi”. Teknik ini didasarkan pada lumpur dan panas seperti dalam ayat: “Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat!”

Subhanallah! Ada bukti yang menunjukkan bahwa patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemukan dalam peradaban Rumania dan yang lainnya juga dibangun dari tanah liat! Dapat dikatakan: bahwa keajaiban Al Qur'an menunjukkan cara untuk membangun bangunan-bangunan dari tanah liat dan ini yang tidak diketahui pada waktu turunnya Alquran hingga zaman modern saat ini.

Siapa yang memberitahukan kepada Nabi saw tentang berita ini?

Al-Quran adalah kitab pertama yang mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para Ilmuwan Amerika dan Perancis. Pertanyaannya adalah:

Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengetahui tentang rahasia piramida. Sebelum ini, para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini.

Bagaimana Nabi saw sebelum 1400 tahun yang lalu memberitahukan bahwa Firaun enggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen.

Ayat ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah membawa apapun dari padanya tetapi Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa ... Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya pada zaman modern ini!!Subhanallah! Ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai akal.
Bookmark and Share

Dari Mana Air Di Bumi Berasal ? Dalam Al Qur'an

0 comments

Dari manakah air pertama kali di Bumi berasal ? kita semua tahu bahwa pertama kali Bumi diciptakan masih sangat panas. Ternyata air itu datang dari dalam Bumi itu sendiri, 4.5 Juta tahun yang lalu ketika Bumi masih panas dan kian lama semakin dingin namun di dalam perut Bumi tentunya masih panas, dari dalam perut Bumi itulah Air berasal. Panas dalam Bumi itulah menimbulkan uap air yang keluar melalui celah-celah Bumi, yang akhirnya membentuk awan dan turunlah Hujan. Hujan pertama kali turun selama beribu-ribu tahun itu akhirnya menciptakan samudera lautan yang luas.

Saksikan Video ini untuk mendengarkan Ayat dari Al Qur'an
tentang penciptaan air pertama kali di Bumi 
Bookmark and Share