Tampilkan postingan dengan label Gunung Berapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Berapi. Tampilkan semua postingan

Misteri Gunung Merapi

0 comments

GUNUNG Merapi dipercaya sebagai tempat keraton makhluk halus. Panembahan Senopati pendiri kerajaan Mataram memperoleh kemenangan dalam perang melawan kerajaan Pajang dengan bantuan penguasa Merapi. Gunung Merapi meletus hingga menewaskan pasukan tentara Pajang, sisanya lari pontang-panting ketakutan. Penduduk yakin bahwa Gunung Merapi selain dihuni oleh manusia juga dihuni oleh makhluk- makhluk lainnya yang mereka sebut sebagai bangsa alus atau makhluk halus.

Penduduk di daerah Gunung Merapi mempunyai kepercayaan tentang adanya tempat-tempat angker atau sakral. Tempat angker tersebut dipercayai sebagai tempat-tempat yang telah dijaga oleh mahkluk halus, dimana itu tidak dapat diganggu dan tempat tersebut mempunyai kekuatan gaib yang harus dihormati. Penduduk pantang untuk melakukan kegiatan seperti menebang pohon, merumput dan mengambil ataupun memindahkan benda-benda yang ada di daerah tersebut. Selain pantangan tersebut ada juga pantangan untuk tidak berbicara kotor, kencing atau buang air besar, karena akan mengakibatkan rasa tersinggung makhluk halus yang mendiami daerah itu.

Tempat-tempat yang paling angker di Gunung Merapi adalah kawah Merapi sebagai istana dan pusat keraton makhluk halus Gunung Merapi. Di bawah puncak Gunung Merapi ada daerah batuan dan pasir yang bernama “Pasar Bubrah” yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat yang sangat angker. “Pasar Bubrah” tersebut dipercaya masyarakat sebagai pasar besar Keraton Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai warung dan meja kursi makhluk halus.

Bagian dari keraton makhluk halus Merapi yang dianggap angker adalah Gunung Wutoh yang digunakan sebagai pintu gerbang utama Keraton Merapi. Gunung Wutoh dijaga oleh makhluk halus yaitu “Nyai Gadung Melati” yang bertugas melindungi linkungan di daerah gunungnya termasuk tanaman serta hewan.

Selain tempat yang berhubungan langsung dengan Keraton Merapi ada juga tempat lain yang dianggap angker. Daerah sekitar makam Sjech Djumadil Qubro merupakan tempat angker karena makamnya adalah makam untuk nenek moyang penduduk dan itu harus dihormati.

Selanjutnya tempat-tempat lain seperti di hutan, sumber air, petilasan, sungai dan jurang juga dianggap angker. Beberapa hutan yang dianggap angker yaitu “Hutan Patuk Alap-alap” dimana tempat tersebut digunakan untuk tempat penggembalaan ternak milik Keraton Merapi, “Hutan Gamelan dan Bingungan” serta “Hutan Pijen dadn Blumbang”. Bukit Turgo, Plawangan, Telaga putri, Muncar, Goa Jepang, Umbul Temanten, Bebeng, Ringin Putih dan Watu Gajah.

Beberapa jenis binatang keramat tinggal di hutan sekeliling Gunung Merapi dimiliki oleh Eyang Merapi. Binatang hutan, terutama macan putih yang tinggal di hutan Blumbang, pantang ditangkap atau dibunuh. Selanjautnya kuda yang tinggal di hutan Patuk Alap-alap, di sekitar Gunung Wutoh, dan di antara Gunung Selokopo Ngisor dan Gunung Gajah Mungkur adalah dianggap/dipakai oleh rakyat Keraton Makhluk Halus Merapi sebagai binatang tunggangan dan penarik kereta.

Di puncak Merapi ada sebuah Keraton yang mirip dengan keraton Mataram, sehingga di sini ada organisasi sendiri yang mengatur hirarki pemerintahan dengan segala atribut dan aktivitasnya. Keraton Merapi itu menurut kepercayaan masyarakat setempat diperintah oleh kakak beradik yaitu Empu Rama dan Empu Permadi.

Seperti halnya pemerintahan sebagai sebagai Kepala Negara (Empu Rama dan Empu Permadi) melimpahkan kekuasaannya kepada Kyai Sapu Jagad yang bertugas mengatur keadaan alam Gunung Merapi. 

Berikutnya ada juga Nyai Gadung Melati, tokoh ini bertugas memelihara kehijauan tanaman Merapi. Ada Kartadimeja yang bertugas memelihara ternak keraton dan sebagai komando pasukan makhluk halus. Ia merupakan tokoh yang paling terkenal dan disukai penduduk karena acapkali memberi tahu kapan Merapi akan meletus dan apa yang harus dilakukan penduduk untuk menyelamatkan diri. Tokoh berikutnya Kyai Petruk yang dikenal sebagai salah satu prajurit Merapi.

Begitu besarnya jasa-jasa yang telah diberikan oleh tokoh-tokoh penghuni Gunung Merapi, maka sebagai wujud kecintaan mereka dan terima kasih terhadap Gunung Merapi masyarakat di sekitar Gunung Merapi memberikan suatu upeti yaitu dalam bentuk upacara-upacara ritual keagamaan. Sudah menjadi tradisi keagamaan orang Jawa yaitu dengan mengadakan selamatan atau wilujengan, dengan melakukan upacara keagamaan dan tindakan keramat.

Upacara Selamatan Labuhan diadakan secara rutin setiap tahun pada tanggal kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni tanggal 30 Rajab. Upacara dipusatkan di dusun Kinahrejo desa Umbulharjo. Di sinilah tinggal sosok Mbah Marijan sebagai juru kunci Gunung Merapi yang sering bertugas sebagai pemimpin upacara labuhan. Gunung Merapi dan Mbah Marijan adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Keberadaan lelaki tua Mbah Marijan dan kawan-kawannya itulah manusia lebih, mau membuka mata dan telinga batinnya untuk melihat apa yang tidak kasad mata di sekitar Gunung Merapi.

Di Selo setiap tahun baru Jawa 1 Suro diadakan upacara Sedekah Gunung, dengan harapan masyarakat menjadi aman, tentram dan sejahtera, dengan panen yang melimpah. Upacara ini disertai dengan menanam kepala kerbau di puncak Merapi atau di Pasar Bubrah. Sumber : harian pos metro balikpapan.


Bookmark and Share

Sejarah Gunung Merapi sejak 700 000 tahun yang lalu

0 comments

Tentunya menghindari bahayanya serta memanfaatkan faedahnya tidak hanya diperlukan ketika sedang membutuhkan saja. Cerita sejarah gunung Merapi juga menarik utk diketahui sebagai pengetahuan bagi kita yang awam volkanologi. Dibawah ini tulisan dari Badan Geologi mengenai sejarah Gunung Merapi yang bulan Oktober 2010 ini sedang bergolak.

SEJARAH GEOLOGI

Hasil penelitian stratigrafi menunjukkan sejarah terbentuknya Merapi sangat kompleks. Wirakusumah (1989) membagi Geologi Merapi menjadi 2 kelompok besar yaitu Merapi Muda dan Merapi Tua. Penelitian selanjutnya (Berthomier, 1990; Newhall & Bronto, 1995; Newhall et.al, 2000) menemukan unit-unit stratigrafi di Merapi yang semakin detil. Menurut Berthommier,1990 berdasarkan studi stratigrafi, sejarah Merapi dapat dibagi atas 4 bagian :

PRA MERAPI (+ 400.000 tahun lalu)
Disebut sebagai Gunung Bibi dengan magma andesit-basaltik berumur ± 700.000 tahun terletak di lereng timur Merapi termasuk Kabupaten Boyolali. Batuan gunung Bibi bersifat andesit-basaltik namun tidak mengandung orthopyroxen. Puncak Bibi mempunyai ketinggian sekitar 2050 m di atas muka laut dengan jarak datar antara puncak Bibi dan puncak Merapi sekarang sekitar 2.5 km. Karena umurnya yang sangat tua Gunung Bibi mengalami alterasi yang kuat sehingga contoh batuan segar sulit ditemukan.

MERAPI TUA (60.000 – 8000 tahun lalu)
Pada masa ini mulai lahir yang dikenal sebagai Gunung Merapi yang merupakan fase awal dari pembentukannya dengan kerucut belum sempurna. Ekstrusi awalnya berupa lava basaltik yang membentuk Gunung Turgo dan Plawangan berumur sekitar 40.000 tahun. Produk aktivitasnya terdiri dari batuan dengan komposisi andesit basaltic dari awanpanas, breksiasi lava dan lahar.

MERAPI PERTENGAHAN (8000 – 2000 tahun lalu)
Terjadi beberapa lelehan lava andesitik yang menyusun bukit Batulawang dan Gajahmungkur, yang saat ini nampak di lereng utara Merapi. Batuannya terdiri dari aliran lava, breksiasi lava dan awan panas. Aktivitas Merapi dicirikan dengan letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan “de¬bris-avalanche” ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal-kuda dengan panjang 7 km, lebar 1-2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Pada periode ini terbentuk Kawah Pasarbubar.

MERAPI BARU (2000 tahun lalu – sekarang)
Dalam kawah Pasarbubar terbentuk kerucut puncak Merapi yang saat ini disebut sebagai Gunung Anyar yang saat ini menjadi pusat aktivitas Merapi. Batuan dasar dari Merapi diperkirakan berumur Merapi Tua. Sedangkan Merapi yang sekarang ini berumur sekitar 2000 tahun. Letusan besar dari Merapi terjadi di masa lalu yang dalam sebaran materialnya telah menutupi Candi Sambisari yang terletak ± 23 km selatan dari Merapi. Studi stratigrafi yang dilakukan oleh Andreastuti (1999) telah menunjukkan bahwa beberapa letusan besar, dengan indek letusan (VEI) sekitar 4, tipe Plinian, telah terjadi di masa lalu. Letusan besar terakhir dengan sebaran yang cukup luas menghasilkan Selokopo tephra yang terjadi sekitar sekitar 500 tahun yang lalu. Erupsi eksplosif yang lebih kecil teramati diperkirakan 250 tahun lalu yang menghasilkan Pasarbubar tephra. Skema penampang sejarah geologi Merapi menurut Berthommier, 1990 (gambar kanan).

Peta menunjukkan sebaran endapan awanpanas Merapi 1911-2006. Hanya wilayah timur lereng yang bebas dari arah aliran awapanas dalam kurun waktu tersebut.
SEJARAH ERUPSI

Tipe erupsi Gunung Merapi dapat dikategorikan sebagai tipe Vulkanian lemah. Tipe lain seperti Plinian (contoh erupsi Vesuvius tahun 79) merupakan tipe vulkanian dengan daya letusan yang sangat kuat. Erupsi Merapi tidak begitu eksplosif namun demikian aliran piroklastik hampir selalu terjadi pada setiap erupsinya. Secara visual aktivitas erupsi Merapi terlihat melalui proses yang panjang sejak dimulai dengan pembentukan kubah lava, guguran lava pijar dan awanpanas (pyroclastic flow).

Merapi termasuk gunungapi yang sering meletus. Sampai Juni 2006, erupsi yang tercatat sudah mencapai 83 kali kejadian. Secara rata-rata selang waktu erupsi Merapi terjadi antara 2 – 5 tahun (periode pendek), sedangkan selang waktu periode menengah setiap 5 – 7 tahun. Merapi pernah mengalami masa istirahat terpanjang selama >30 tahun, terutama pada masa awal keberadaannya sebagai gunungapi. Memasuki abad 16 kegiatan Merapi mulai tercatat cukup baik. Pada masa ini terlihat bahwa waktu istirahat terpanjang pernah dicapai selama 71 tahun ketika jeda antara tahun 1587 sampai dengan tahun 1658.

Sejarah letusan gunung Merapi mulai dicatat (tertulis) sejak tahun 1768. Namun demikian sejarah kronologi letusan yang lebih rinci baru ada pada akhir abad 19. Ada kecenderungan bahwa pada abad 20 letusan lebih sering dibanding pada abad 19. Hal ini dapat terjadi karenapencatatan suatu peristiwa pada abad 20 relatif lebih rinci. Pemantauan gunungapi juga baru mulai aktif dilakukan sejak awal abad 20. 

Selama abad 19 terjadi sekitar 20 letusan, yang berarti interval letusan Merapi secara rata-rata lima tahun sekali. Letusan tahun 1872 yang dianggap sebagai letusan terakhir dan terbesar pada abad 19 dan 20 telah menghasilkan Kawah Mesjidanlama dengan diameter antara 480-600m. Letusan berlangsung selama lima hari dan digolongkan dalam kelas D. Suara letusan terdengar sampai Kerawang, Madura dan Bawean. Awanpanas mengalir melalui hampir semua hulu sungai yang ada di puncak Merapi yaitu Apu, Trising, Senowo, Blongkeng, Batang, Woro, dan Gendol.

Awanpanas dan material produk letusan menghancurkan seluruh desa-desa yang berada di atas elevasi 1000m. Pada saat itu bibir kawah yang terjadi mempunyai elevasi 2814m (;bandingkan dengan saat ini puncak Merapi terletak pada elevasi 2968m). Dari peristiwa-peristiwa letusan yang telah lampau, perubahan morfologi di tubuh Gunung dibentuk oleh lidah lava dan letusan yang relatif lebih besar. Gunung Merapi merupakan gunungapi muda. Beberapa tulisan sebelumnya menyebutkan bahwa sebelum ada Merapi, telah lebih dahuiu ada yaitu Gunung Bibi (2025m), lereng timurlaut gunung Merapi. Namun demikian tidak diketahui apakah saat itu aktivitas vulkanik berlangsung di gunung Bibi.

Dari pengujian yang dilakukan, G. Bibi mempunyai umur sekitar 400.000 tahun artinya umur Merapi lebih muda dari 400.000 tahun. Setelah terbentuknya gunung Merapi, G. Bibi tertimbun sebagian sehingga saat ini hanya kelihatan sebagian puncaknya. Periode berikutnya yaitu pembentukan bukit Turgo dan Plawangan sebagai awal lahirnya gunung Merapi. Pengujian menunjukkan bahwa kedua bukit tersebut berumur sekitar maksimal 60.000 tahun (Berthomrnier, 1990). Kedua bukit mendominasi morfologi lereng selatan gunung Merapi.

Pada elevasi yang lebih tinggi lagi terdapat satuan-satuan lava yaitu bukit Gajahmungkur, Pusunglondon dan Batulawang yang terdapat di lereng bagian atas dari tubuh Merapi. Susunan bukit-bukit tersebut terbentuk paling lama pada, 6700 tahun yang lalu (Berthommier,1990). Data ini menunjukkan bahwa struktur tubuh gunung Merapi bagian atas baru terbentuk dalam orde ribuan tahun yang lalu. Kawah Pasarbubar adalah kawah aktif yang menjadi pusat aktivitas Merapi sebelum terbentuknya puncak.

Diperkirakan bahwa bagian puncak Merapi yang ada di atas Pasarbubar baru terbentuk mulai sekitar 2000 tahun lalu. Dengan demikian jelas bahwa tubuh gunung Merapi semakin lama semakin tinggi dan proses bertambahnya tinggi dengan cepat nampak baru beberapa ribu tahun lalu. Tubuh puncak gunung Merapi sebagai lokasi kawah aktif saat ini merupakan bagian yang paling muda dari gunung Merapi. Bukaan kawah yang terjadi pernah mengambil arah berbeda-beda dengan arah letusan yang bervariasi. Namun demikian sebagian letusan mengarah ke selatan, barat sampai utara.

Pada puncak aktif ini kubah lava terbentuk dan kadangkala terhancurkan oleh letusan. Kawah aktif Merapi berubah-ubah dari waktu ke waktu sesuai dengan letusan yang terjadi. Pertumbuhan kubah lava selalu mengisi zona-zona lemah yang dapat berupa celah antara lava lama dan lava sebelumnya dalam kawah aktif Tumbuhnya kubah ini ciapat diawali dengan letusan ataupun juga sesudah letusan. Bila kasus ini yang terjadi, maka pembongkaran kubah lava lama dapat terjadi dengan membentuk kawah baru dan kubah lava baru tumbuh dalam kawah hasil letusan. 

Selain itu pengisian atau tumbuhnya kubah dapat terjadi pada tubuh kubah lava sebelumnya atau pada perbatasan antara dinding kawah lama dengan lava sebelumnya. Sehingga tidak mengherankan kawahkawah letusan di puncak Merapi bervariasi ukuran maupun lokasinya. Sebaran hasil letusan juga berpengaruh pada perubahan bentuk morfologi, terutama pada bibir kawah dan lereng bagian atas. Pusat longsoran yang terjadi di puncak Merapi, pada tubuh kubah lava biasanya pada bagian bawah yang merupakan akibat dari terdistribusikannya tekanan di bagian bawah karena bagian atas masih cukup kuat karena beban material.

Lain halnya dengan bagian bawah yang akibat dari desakan menimbulkan zona-zona lemah yang kemudian merupakan pusat-pusat guguran. Apabila pengisian celah baik oleh tumbuhnya kubah masih terbatas jumlahnya, maka arah guguran lava masih dapat terkendali dalam celah yang ada di sekitarnya. 

Namun apabila celah-celah sudah mulai penuh maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan tumbuhnya kubah. Sehingga pertumbuhan kubah lava yang sifat menyamping (misal, periode 1994 – 1998) akan mengakibatkan perubahan arah letusan. Perubahan ini juga dapat terjadi pada jangka waktu relatif pendek dan dari kubah lava yang sama. Pertumbuhan kubah lava ini berkembang dari simetris menjadi asimetris yang berbentuk lidah lava. Apabila pertumbuhan menerus dan kecepatannya tidak sama, maka lidah lava tersebut akan mulai membentuk morfologi bergelombang yang akhirnya menjadi sejajar satu sama lain namun masih dalam satu tubuh. Alur pertumbuhannya pada suatu saat akan mencapai titik kritis dan menyimpang menimbulkan guguran atau longsoran kubah. Kronologi semacam ini teramati pada th 1943 (April sampai Mei 1943).

Penumpukan material baru di daerah puncak akibat dari pertumbuhan kubah terutama terlihat dari perubahan ketinggian maksimum dari puncak Merapi. Beberapa letusan yang dalam sejarah telah mengubah morfologi puncak antara lain letusan periode 18221823 yang menghasilkan kawah berdiameter 600m, periode 1846 – 1848 (200m), periode 1849 (250 – 400m), periode 1865 – 1871 (250m), 1872 – 1873 (480 – 600 m), 1930, 1961. 

Sumber artikel : Badan Geologi.

Bookmark and Share

Satu-satunya kota yang dikelilingi 5 gunung

0 comments

Indonesia adalah satu-satunya negara yang terletak di antara dua patahan lempengan bumi, jadi tak heran jika di Indonesia banyak sekali gunung dan pegunungan. Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus gunung berjajar dari ujung barat nusantara sampai ujung timur nusantara.


Dan dari banyaknya gunung yang ada di Indonesia. muncul fenomena menarik yang hanya ada satu di dunia. Adalah kota magelang yang menjadi fenomena tersebut. Kenapa ? Karna magelang adalah satu-satunya Kota yang dikelilingi oleh 5 gunung sekaligus. Yaitu gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Telomoyo, dan Menoreh. Oleh karna itu maka tak mengherankan jika magelang menjadi salah satu kota tersejuk dan paling aman dari banjir.


Magelang juga terkenal karna keindahan alamnya yang sangat menarik hati. banyak sekali obyek wisata alam yang bisa anda temukan di kota dan kabupaten magelang. Baik berupa Air terjun, kedung, bukit, dan pegunungan.

Tiga gunung berderet menjadi perisai kota magelang di bagian timur, yaitu Merabu, Merbabu, dan Menoreh. sedangkan dua lainya berada di bagian barat dan selatan kota magelang. Sumber.

Bookmark and Share

Gunung Lokon Meletus - Tinggi Asap 1.500 Meter

0 comments

Sampai pukul 12.00 WITA, tercatat 56 kali gempa Vulkanik dalam

Gunung api Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara kembali meletus. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi telah menyampaikan informasi kepada Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa Gunung api Lokon meletus pada 15 Sept 2012, pukul 18:53 WITA. 

Letusan diawali letusan eksplosif, dengan ketinggian asap 1.500 m dari Kawah Tompaluan. Letusan ini menggetarkan kaca-kaca Pos G Lokon, yang berjarak sekitar 5 km dari Kawah Tompaluan. Disusul, dengan letusan strombolian (lontaran material pijar), dengan ketinggian sekitar 600 m dari kawah Tompaluan.

Sebelumnya, PVMBG Badan Geologi juga sudah menyampaikan peringatan dini bahwa sejak Minggu pagi (15 September) pukul 08.30 WITA, telah terjadi peningkatan kegempaan. Sampai pukul 12.00 WITA, tercatat 56 kali gempa Vulkanik dalam, 91 kali gempa Vulkanik dangkal, dan 11 kali gempa hembusan asap. 

Jika peningkatan kegempaan kegempaan Gunung Lokon terus berlangsung dengan ritme yang sama, maka dapat diikuti letusan. Kepala Pusat Data, informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, informasi dan Humas BNPB mengimbau agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 1.5 km dari Kawah Tompaluan.

Meskipun Gunung api Lokon meletus, status tetap Siaga (level 3). Belum perlu ada pengungsian. Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada. Sejak ditetapkan status Siaga  pada 24 Juli 2011 oleh PVMBG, Gunung api Lokon beberapa kali meletus dan tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan yang besar. 

Tipikal gunung Lokon memang terjadi peningkatan aktivitas yang cepat dan diikuti meletus, kemudian aktivitasnya menurun hingga periode tertentu. BNPB telah meminta BPBD Sulawesi Utara dan BPBD Kota Tomohon untuk mengambil langkah-langkah antisipasi. Vivanews.

Bookmark and Share

Yellowstone Geysers Become Active Again After Dormant Periods

0 comments

June 23, 2012 – YELLOWSTONE WATCH - Yellowstone geyser enthusiasts are reporting that a handful of Yellowstone National Park geysers appear to be active again after periods of dormancy, including one geyser that last erupted almost two decades ago. Morning Geyser, quiet for 18 years, is now active, and there is news that an electronic monitor on Echinus in Norris Geyser Basin picked up an eruption. 

North Goggles Geyser has also started erupting more regularly than the lone annual display it has typically shown over the past few years. The last time it was this active was 2004. Joining the list of newly reactivated thermal features are Fan and Mortar geysers, which may be beginning an active cycle. Morning Geyser is one of the tallest and prettiest geysers in the Lower Geyser Basin.  The wide eruptions have the potential of reaching 200 feet tall. It is located in the Fountain Paint Pots area, just behind Fountain Geyser.  

Morning Geyser last erupted in 1994. The first reported eruption this year occurred on Wed., June 20. A second eruption was reported the following day, with geyser gazers reporting online that Morning Geyser spewed for up to 30 minutes, reaching a height of 200 feet. 

For the past few weeks, geyser gazer Maureen Edgerton has watched a change in her favorite geyser, Fountain Geyser, of longer intervals between eruptions than seen in recent years. It may be that there is a connection between Morning Geyser and Fountain Geyser, and a change in Fountain Geyser could result in changes in other thermal features in the area. The announcement of a third geyser reactivating came from an email sent to a geyser email list from Yellowstone National Park ranger Denise Herman, who relayed a message from Jacob B. Lowenstern, the scientist in charge of the U.S. Geological Survey’sYellowstone Volcano Observatory. 

Lowenstern noted that a temperature probe indicated that Echinus erupted at 3:25 a.m. on Mon., June 28, stating that “no one saw it, but it is the first known eruption since January 2011.”  The Extinction Protocol. 

Bookmark and Share

GUATEMALA'S FUEGO VOLCANO ERUPTS

0 comments

GLOBAL VOLCANISM: GUATEMALA'S FUEGO VOLCANO ERUPTS - SPEW ASH COLUMN UP TO 3,300 FEET; AIR TRAFFIC AND NEARBY RESIDENTS ON HIGH ALERT!

The National Vulcanology Institute said in a communique that the volcano, which rises 3,763 meters (12,230 feet) above sea level, on Sunday erupted effusively, according to seismic recordings and the images received from a camera at the observatory at Panimache.  The volcano's activity presently consists of emissions of red hot lava being hurled from the crater to a height of some 500 meters (1,625 feet), the agency said.  The institute went on to say that three rivers of lava were emerging from the crater and moving down the sides of the mountain.  In addition, two emissions of ash rising from 800 to 1,000 meters (about 2,600 feet to 3,300 feet) were blowing southeast.  The vulcanology institute warned that although the eruption presently consists of an effusion of lava, the possibility exists that in the coming hours the volcano's activity will increase to a pyroclastic flow of the kind experienced on May 19 and May 25.  


A pyroclastic flow is a fast-moving current of superheated gas, which can reach temperatures of about 1,000 C (1,830 F), and rock, which reaches speeds moving away from a volcano of up to 700 km/h (450 mph). The flow normally hugs the ground and travels downhill, or spreads laterally under gravity, and is quite devastating to virtually anything in its path.  The agency recommended to the Conred disaster organization to maintain an orange preventive alert near the mountain until the volcanic activity lessens.  Civilian air traffic is being warned to take precautions because the ash cloud extends up to 10 kilometers (6.2 miles) from the volcano.  The Fuego volcano, whose name in the Kakchikel Indian language is "Chi Cag" (where the fire is), is one of the most impressive fire mountains in Central America and has been in a constant state of activity.  So far, civil protection authorities do not think that the eruption represents a danger for nearby towns, but it is recommending that residents in the region be on alert to take whatever measures Conred may announce. The CELESTIAL Convergence
Bookmark and Share

Aktivitas Vulkanik Di Gunung Tavurvur - Papua New Guinea

0 comments

Gunung berapi Tavurvur telah menunjukkan tanda-tanda keaktivannya. RVO melaporkan emisi uap putih selama Mei dan gempa frekuensi tinggi gunung berapi-tektonik beberapa meskipun kegempaan secara keseluruhan adalah masih sangat rendah. Letusan terakhir Tavurvur adalah pada Agustus 2011.

Menurut Wikipedia, Tavurvur merupakan gunung berapi aktif yang terletak di dekat Rabaul di Papua Nugini. Ini adalah ventilasi sub-kaldera Rabaul dan terletak di pinggiran timur dari fitur yang lebih besar. Gunung ini paling terkenal karena letusan yang merusak area Rabaul. Gunung Tavurvur adalah gunung berapi yang paling terkenal di kaldera Rabaul, dan telah meletus baru-baru ini Januari 2009. Pada tahun 1937, Tavurvur dan satu lagi gunung berapi di dekatnya, Vulcan, meletus, menewaskan 507 orang. Pada 7 Oktober 2006 gunung berapi meletus lagi, dan ledakan awal menghancurkan kaldera hingga 12 kilometer dan mengirim muatan abu 18 km ke stratosfer. Untungnya ini angin meniup abu-abu itu jauh meninggalkan  Rabaul. Sumber.
Bookmark and Share

Aktivitas Gunung Stroboli - Italy

0 comments

Strong activity reported at Italy’s Stromboli volcano


June 9, 2012 – ITALY- Stromboli volcano is in a phase of strong activity. Reports by visitors and images taken with the webcams show that in particular the northwestern vent in the summit crater often produces strong explosions that shower the crater terrace with incandescent lava. Since the last lateral eruption in March 2007, Stromboli has been in a heightened state of activity overall during most of the past years, indicating that magma levels inside the conduit are relatively high. The question is when again the magma finds its way out through a fissure on the flank on Sciara del Fuoco to produce another effusive eruption with a new lava flow. Source.
Pilih Dictionary/Kamus [kanan paling atas] untuk menterjemahkan.
Bookmark and Share

San Pedro-Pellado Gunung Ini Aktif Untuk Pertama Kalinya

0 comments

Hidup kembali ? Serangkaian gempa dilaporkan dari Gunung San Pedro-Pellado. Jika meletus akan tercatat pertama kali dalam sejarah.

28 Juni 2012. Rupanya, SERNAGEOMIN telah memantau terjadi serangkaian gempa di Tatara-San Pedro Chile (juga dikenal sebagai San Pedro-Pellado), mungkin berjumlah ratusan gempa kecil selama beberapa hari terakhir. Laporan ini sedikit kurang jelas dan informasi yang datang dari berbagai bagian pemerintah Chili berbeda-beda: gubernur regional daerah tersebut seperti dikutip bahwa "itu adalah gempa vulkanik, sehingga kita waspada" sedangkan direktur regional dari ONEMI berkata "pertama kali aku berfikir bahwa kami menghadapi gempa vulkanik, namun berdasarkan lapran analisis berkesimpulan bahwa kami menghadapi gempa jenis tektonik." Artikel di La Tercera juga menyebutkan bahwa gunung berapi San Pedro tidak  meletus dalam beberapa dekade, "sementara Program Vulkanologi Global menyatakan bahwa letusan terakhir San Pedro tidak diketahui, "kemungkinan besar di era Holosen (10.000 tahun lalu). Jadi, tampaknya ada banyak kebingungan. Jika ini adalah aktivitas baru dari gunung tersebut, itu berpotensi letusan pertama yang tercacat dalam sejarah. Sumber.
Bookmark and Share

Yellowstone Supervolcano Ready to Erupt ?

0 comments

GLOBAL VOLCANISM: YELLOWSTONE ABOUT TO BLOW - SUPERVOLCANO COULD WIPE OUT MOST OF AMERICA AND SCIENTISTS FEAR IT MAY BE DUE TO ERUPT?!
Geologists had thought it took between 100,000 to 200,000 years for a supervolcano magma pool to build up enough pressure to erupt.  But the new study suggests that the giant magma bodies may only exist for a few thousand years, or even a few hundred, before exploding.  A magma reservoir six miles below Yellowstone has been rising at a record rate since 2004. The Wyoming park sits above a gigantic plume of hot and molten rock that begins at least 400 miles beneath Earth’s surface and rises to 30 miles underground, where it widens to about 300 miles across.  Blobs of magma occasionally break off from the top of the plume, and rise farther, resupplying the magma chamber beneath the Yellowstone Caldera.  Resembling the lid of a cooking pot, the caldera formed when the last super-eruption occurred 600,000 years ago.  The supervolcano has erupted a total of three times in the last 2.1 million years. Scientists believe it could be due to erupt again.  More and detail : Source.
Bookmark and Share

Yellowstone Supervolcano

0 comments

Yellowstone Supervolcano - Kiamat dibalik keindahan


Yellowstone Supervolcano ditengarai sebagai gunung terbesar di Bumi yang terletak di bawah tanah. Keindahan alam di atas Gunung tersebut seolah menghipnotis sosok kengerian gunung berapi bawah tanah tersebut. 


Jika Yellowstone meletus maka Bumi bisa gelap selama berhari-hari, dan menciptakan lubang yang amat sangat besar di Bumi.

Menurut beberapa berita media, sekarang ini aktivitas Yellowstone menunjukan peningkatan. Sebagian orang Amerika mengatakan bahwa Yellowstone adalah bom waktu yang siap meletus. Yellowstone pernah meletus sekitar 70.000 tahun yang lalu.

Yellowstone Caldera adalah kaldera vulkanik di Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Kaldera ini terletak di sudut barat laut Wyoming, di mana sebagian besar terdapat taman. Puluhan kilometer di bawah permukaan bumi taman ini terdapat cadangan magma yang luar biasa banyaknya. 

Dan cadangan magma ini terus bertambah banyak. Sebagian dari panas magma muncul ke permukaan melalui celah-celah kulit bumi, dalam bentuk uap air dan gas. Itu semua yang menyebabkan timbulnya sumber air panas, yang membuat Taman Nasional Yellowstone ini terkenal.

1 Maret 1872 - Taman Nasional Yellowstone ditetapkan sebagai taman nasional pertama di dunia.


Yellowstone boleh saja dianggap sama seperti gunung berapi lainnya, tapi bedanya Yellowstone adalah super volcano (atau dikenal dengan super V), yang jelas-jelas lebih kuat dan lebih dahsyat dari gunung berapi biasa. Super volcano yang ada di dunia ini banyak, tapi selama berabad-abad mereka bisa tersembunyi dengan aman tanpa kita ketahui. Kenapa bisa? Karena kalau gunung berapi biasa, ujungnya mengerucut ke atas seperti bentuk piramida, maka Super V mengerucut ke bawah (piramida terbalik). Moncongnya membenam jauh ke dasar bumi, hal mana menjadikannya sangat berbahaya.

Nah, super volvano paling besar yang sudah ditemukan adalah di taman wisata bernama Yellowstone National Park, Wyoming Amerika Serikat. Dibawah dasar bumi yang terlihat asyik, kalem, dan mempesona di Yellowstone National Park itu sebenarnya tersimpan sesuatu yang maha dahsyat. Yang amat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia modern. Ini disebut juga caldera. Di dalamnya tersimpan gas gunung berapi yang sudah terkurung selama ratusan tahun, magma yang luar biasa banyaknya, serta batu-batu gunung yang sangat keras. 

Tingkat kekuatan ledakan Yellowstone diperkirakan berada pada tingkatan paling tinggi yang paling mungkin terjadi dalam sejarah yaitu VEI 8, atau dikenal dengan The Highest Possible Level of Volcano Explosivity Index. Kalau ledakan itu terjadi, bukan hanya Amerika yang akan tenggelam, tapi dunia bakalan ‘kiamat’.


Pertanyaannya adalah: Akankah Yellowstone meletus?







Beberapa fakta dan data mengamini itu. Jawaban para ahli mendukungnya. Akhir-akhir ini aktivitas Yellowstone semakin meningkat. Bahkan Amerika memiliki sebuah badan khusus yang tugasnya memantau aktivitas gunung ini setiap bulannya. Beberapa hasil pantaunnya dapat dilihat di sini: http://volcanoes.usgs.gov/yvo/activity/



Ada beberapa tanda-tanda yang mulai terlihat, misalnya saja temperatur yang dimiliki danau glacial di Yellowstone mulai meningkat. Timbunan-timbunan di dasar danau semakin bertambah besar. Ventilasi hawa panas disepanjang Norris Geyser rupa-rupanya juga mengakibatkan temperatur tanah dataran sekitar situ meningkat sangat signifikan.

Pada bulan Oktober 2011 lalu, sebuah badan kerja sama yang terdiri dari badan pemantau Super V Yellowstone yaitu The Yellowstone Volcano Observatory (YVO) dan lembaga survey geologi Amerika, dikenal dengan namaThe U.S. Geological Survey (USGS), sudah mencatat begitu banyak aktivitas gempa di National Park itu. Tercatat sekitar 27 gempa telah terjadi. Bulan sebelumnya (September 2011) bahkan lebih banyak lagi yaitu 45 kali gempa.

Pada bulan Juli terjadi aktivitas gempa 50-an kali. Ini jelas menandakan keaktifan Yellowstone semakin menampak. Memang letusan Yellowstone yang paling akhir terjadi sekitar 70.000 tahun lalu. Tapi kapan ia akan kembali meletus? Masih tanda tanya.

Gunung api bawah tanah memang jauh terkubur di dalam bumi. Dan itu bukan berarti tanpa bahaya. Berikut penjelasan geolog Jan Nieuwenhuis:


"Di bawah Yellowstone ada magma tebal. Magma ini tidak dapat mengalir dan memproduksi semacam gas. Lambat laun, tumpukan gas dapat menimbulkan tekanan amat kuat, berbeda dengan gunung biasa. Selain itu, magma terus mengalir ke atas karena kandungan gas. Tekanan gas itu akan menghancurkan batuan di puncak gunung diiringi ledakan dahsyat."


Jika Terjadi Letusan Supervolcano Yellowstone?

Geolog Jan Nieuwenhuis, dari Universitas Teknik Delft, menjelaskan apa yang akan terjadi, jika gunung api besar, di bawah tanah, seperti yang ada di Yellowstone ini meledak:

"Sebuah lubang berukuran 30 X 30 kilometer akan muncul di permukaan bumi. Sebagian besar isi gunung akan terpental hingga lapisan stratosfer. Ini berarti banyak serpihan akan tersebar tinggi di atmosfer dan mengurangi intensitas cahaya matahari. Suhu bumi dapat berkurang hingga beberapa derajat Celcius. Lahan di sekitar lubang tersebut juga dapat menyebabkan gempa bumi hebat. Begitu dahsyat, hingga dapat menghancurkan seluruh benua Amerika."

Para ahli mengetahui bahwa yellowstone ini pernah meletus sedikitnya tiga kali, yaitu 2,2 juta tahun yang lalu, kemudian 1,3 juta tahun yang lalu, dan yang terakhir 640.000 tahun yang lalu.

Artinya gunung ini meledak setiap 600.000 atau 700.000 tahun.
"Dengan perkembangan seperti itu, kita tahu ledakan akan terjadi" ungkap Christopher Sanders, seorang geolog Amerika, yang pernah menganjurkan agar penduduk diungsikan, merasa yakin: "Tanda-tanda pendahuluan akan meledaknya gunung berapi raksasa ini terus bermunculan. Saya ingin agar semua orang meninggalkan wilayah Taman Nasional Yellowstone, hingga radius 300 kilometer".

Rangkaian gempa bumi sudah beberapa kali terjadi. Pada tahun 1985, juga pada tahun 2004, banyaknya gempa sudah tidak terhitung lagi. Ketika itu, permukaan bumi di daerah taman menjadi sedemikian panas, hingga lem sepatu meleleh. Akibatnya, sekitar tiga ribu rusa mati kepanasan. Namun, beberapa waktu kemudian, keadaan kembali tenang. Pada tahun 2007 kembali tanda bahaya berbunyi. Cekungan kawah ternyata setiap tahun bertambah tinggi tujuh sentimeter. Suatu bukti, bahwa desakan magma makin besar. Sumber.

Pesona indahnya geyser di Yellowstone National Park Wyoming - USA
Apakah itu tanda-tanda akan datangnya hari kiamat bagi penduduk bumi dalam waktu dekat?

Tunggu dulu, dalam vulkanologi, yang namanya periode letusan rata-rata itu hanyalah menjadi patokan, bukan untuk keperluan prediksi apalagi peramalan. Sebut saja misalnya dengan Gunung Merapi di Jateng-DIY. Dalam perspektif vulkanologi, gunung ini seharusnya sudah meletus kembali karena periode letusannya 2 – 3 tahun (dengan letusan terakhir Juni 2006 silam), namun sampai kini gak ada aktivitas yang menunjukkan perkembangan ke sana.



Geological Survey, Universitas Utah, National Park Service, dan ilmuwan dari Yellowstone Volcano Observatory sendiri mempertahankan bahwa mereka tidak melihat bukti bahwa letusan dahsyat seperti itu lagi akan terjadi di Yellowstone di masa yang akan datang. Recurrence interval peristiwa ini tidak teratur dan tidak dapat diprediksi.

Di Yellowstone, memang pada Januari lalu terekam adanya seismic swarm (rangkaian gempa2 vulkanik yang menjadi tanda migrasi magma), Namun selang waktu seismic swarm ini sangat pendek (hanya 2 minggu) sehingga tak bisa diterjemahkan sebagai adanya pasokan magma secara terus menerus yang sedang menembus kulit Bumi menuju ke permukaan kaldera. USGS menyebut seismic swarm berdurasi pendek ini biasa terjadi di Yellowstone caldera, demikian pula di kaldera2 lain yang ada di dunia baik mulai dari Toba (yang ini juga rutin direkam BMKG), Krakatau maupun yang paling muda seperti Pinatubo.

Saat ini, para geolog di seluruh dunia sedang mengikuti perkembangan gunung api raksasa ini dengan seksama, kita akan melihat temuan-temuan mereka selanjutnya. Sumber.










Pada tahun 2005 program sains televisi BBC menciptakan istilah Supervolcano saat meliput Yellowstone, karena itu hingga saat ini Yellowstone sering disebut sebagai Supervolcano Yellowstone, SuperVolcano sendiri adalah letusan vulkanis yang skalanya ribuan kali lebih besar daripada letusan gunung berapi biasa. Letusan tersebut tidak harus melalui kawah atau gunung berapi, tetapi bisa pada sebuah dataran luas dimana aktivitas vulkanis bawah tanahnya dinilai sangat aktif.


Yellowstone Caldera 

    10308 ft (3142 m) .
Major Peaks:
Mount Sheridan:    10308 ft (3142 m)
Mount Washburn:    10243 ft (3122 m)
Location:Northwestern Wyoming
Lat / Long:44.4° N, 110.7° W
Volcanic Type:Ash-flow calderas with lava domes
Volcanic Status:
Active, with numerous geysers and hot springs; 
last eruption 70,000 years ago
First Ascent:
First Ski Descent:
Skiable Vertical:over 3300 ft (1000 m)
Administration:  Yellowstone National Park


Apakah Indonesia juga mempunyai Supervolcano?
Silahkan baca : Toba Supervolcano
Bookmark and Share