Yellowstone Supervolcano


Yellowstone Supervolcano - Kiamat dibalik keindahan


Yellowstone Supervolcano ditengarai sebagai gunung terbesar di Bumi yang terletak di bawah tanah. Keindahan alam di atas Gunung tersebut seolah menghipnotis sosok kengerian gunung berapi bawah tanah tersebut. 


Jika Yellowstone meletus maka Bumi bisa gelap selama berhari-hari, dan menciptakan lubang yang amat sangat besar di Bumi.

Menurut beberapa berita media, sekarang ini aktivitas Yellowstone menunjukan peningkatan. Sebagian orang Amerika mengatakan bahwa Yellowstone adalah bom waktu yang siap meletus. Yellowstone pernah meletus sekitar 70.000 tahun yang lalu.

Yellowstone Caldera adalah kaldera vulkanik di Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Kaldera ini terletak di sudut barat laut Wyoming, di mana sebagian besar terdapat taman. Puluhan kilometer di bawah permukaan bumi taman ini terdapat cadangan magma yang luar biasa banyaknya. 

Dan cadangan magma ini terus bertambah banyak. Sebagian dari panas magma muncul ke permukaan melalui celah-celah kulit bumi, dalam bentuk uap air dan gas. Itu semua yang menyebabkan timbulnya sumber air panas, yang membuat Taman Nasional Yellowstone ini terkenal.

1 Maret 1872 - Taman Nasional Yellowstone ditetapkan sebagai taman nasional pertama di dunia.


Yellowstone boleh saja dianggap sama seperti gunung berapi lainnya, tapi bedanya Yellowstone adalah super volcano (atau dikenal dengan super V), yang jelas-jelas lebih kuat dan lebih dahsyat dari gunung berapi biasa. Super volcano yang ada di dunia ini banyak, tapi selama berabad-abad mereka bisa tersembunyi dengan aman tanpa kita ketahui. Kenapa bisa? Karena kalau gunung berapi biasa, ujungnya mengerucut ke atas seperti bentuk piramida, maka Super V mengerucut ke bawah (piramida terbalik). Moncongnya membenam jauh ke dasar bumi, hal mana menjadikannya sangat berbahaya.

Nah, super volvano paling besar yang sudah ditemukan adalah di taman wisata bernama Yellowstone National Park, Wyoming Amerika Serikat. Dibawah dasar bumi yang terlihat asyik, kalem, dan mempesona di Yellowstone National Park itu sebenarnya tersimpan sesuatu yang maha dahsyat. Yang amat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia modern. Ini disebut juga caldera. Di dalamnya tersimpan gas gunung berapi yang sudah terkurung selama ratusan tahun, magma yang luar biasa banyaknya, serta batu-batu gunung yang sangat keras. 

Tingkat kekuatan ledakan Yellowstone diperkirakan berada pada tingkatan paling tinggi yang paling mungkin terjadi dalam sejarah yaitu VEI 8, atau dikenal dengan The Highest Possible Level of Volcano Explosivity Index. Kalau ledakan itu terjadi, bukan hanya Amerika yang akan tenggelam, tapi dunia bakalan ‘kiamat’.


Pertanyaannya adalah: Akankah Yellowstone meletus?







Beberapa fakta dan data mengamini itu. Jawaban para ahli mendukungnya. Akhir-akhir ini aktivitas Yellowstone semakin meningkat. Bahkan Amerika memiliki sebuah badan khusus yang tugasnya memantau aktivitas gunung ini setiap bulannya. Beberapa hasil pantaunnya dapat dilihat di sini: http://volcanoes.usgs.gov/yvo/activity/



Ada beberapa tanda-tanda yang mulai terlihat, misalnya saja temperatur yang dimiliki danau glacial di Yellowstone mulai meningkat. Timbunan-timbunan di dasar danau semakin bertambah besar. Ventilasi hawa panas disepanjang Norris Geyser rupa-rupanya juga mengakibatkan temperatur tanah dataran sekitar situ meningkat sangat signifikan.

Pada bulan Oktober 2011 lalu, sebuah badan kerja sama yang terdiri dari badan pemantau Super V Yellowstone yaitu The Yellowstone Volcano Observatory (YVO) dan lembaga survey geologi Amerika, dikenal dengan namaThe U.S. Geological Survey (USGS), sudah mencatat begitu banyak aktivitas gempa di National Park itu. Tercatat sekitar 27 gempa telah terjadi. Bulan sebelumnya (September 2011) bahkan lebih banyak lagi yaitu 45 kali gempa.

Pada bulan Juli terjadi aktivitas gempa 50-an kali. Ini jelas menandakan keaktifan Yellowstone semakin menampak. Memang letusan Yellowstone yang paling akhir terjadi sekitar 70.000 tahun lalu. Tapi kapan ia akan kembali meletus? Masih tanda tanya.

Gunung api bawah tanah memang jauh terkubur di dalam bumi. Dan itu bukan berarti tanpa bahaya. Berikut penjelasan geolog Jan Nieuwenhuis:


"Di bawah Yellowstone ada magma tebal. Magma ini tidak dapat mengalir dan memproduksi semacam gas. Lambat laun, tumpukan gas dapat menimbulkan tekanan amat kuat, berbeda dengan gunung biasa. Selain itu, magma terus mengalir ke atas karena kandungan gas. Tekanan gas itu akan menghancurkan batuan di puncak gunung diiringi ledakan dahsyat."


Jika Terjadi Letusan Supervolcano Yellowstone?

Geolog Jan Nieuwenhuis, dari Universitas Teknik Delft, menjelaskan apa yang akan terjadi, jika gunung api besar, di bawah tanah, seperti yang ada di Yellowstone ini meledak:

"Sebuah lubang berukuran 30 X 30 kilometer akan muncul di permukaan bumi. Sebagian besar isi gunung akan terpental hingga lapisan stratosfer. Ini berarti banyak serpihan akan tersebar tinggi di atmosfer dan mengurangi intensitas cahaya matahari. Suhu bumi dapat berkurang hingga beberapa derajat Celcius. Lahan di sekitar lubang tersebut juga dapat menyebabkan gempa bumi hebat. Begitu dahsyat, hingga dapat menghancurkan seluruh benua Amerika."

Para ahli mengetahui bahwa yellowstone ini pernah meletus sedikitnya tiga kali, yaitu 2,2 juta tahun yang lalu, kemudian 1,3 juta tahun yang lalu, dan yang terakhir 640.000 tahun yang lalu.

Artinya gunung ini meledak setiap 600.000 atau 700.000 tahun.
"Dengan perkembangan seperti itu, kita tahu ledakan akan terjadi" ungkap Christopher Sanders, seorang geolog Amerika, yang pernah menganjurkan agar penduduk diungsikan, merasa yakin: "Tanda-tanda pendahuluan akan meledaknya gunung berapi raksasa ini terus bermunculan. Saya ingin agar semua orang meninggalkan wilayah Taman Nasional Yellowstone, hingga radius 300 kilometer".

Rangkaian gempa bumi sudah beberapa kali terjadi. Pada tahun 1985, juga pada tahun 2004, banyaknya gempa sudah tidak terhitung lagi. Ketika itu, permukaan bumi di daerah taman menjadi sedemikian panas, hingga lem sepatu meleleh. Akibatnya, sekitar tiga ribu rusa mati kepanasan. Namun, beberapa waktu kemudian, keadaan kembali tenang. Pada tahun 2007 kembali tanda bahaya berbunyi. Cekungan kawah ternyata setiap tahun bertambah tinggi tujuh sentimeter. Suatu bukti, bahwa desakan magma makin besar. Sumber.

Pesona indahnya geyser di Yellowstone National Park Wyoming - USA
Apakah itu tanda-tanda akan datangnya hari kiamat bagi penduduk bumi dalam waktu dekat?

Tunggu dulu, dalam vulkanologi, yang namanya periode letusan rata-rata itu hanyalah menjadi patokan, bukan untuk keperluan prediksi apalagi peramalan. Sebut saja misalnya dengan Gunung Merapi di Jateng-DIY. Dalam perspektif vulkanologi, gunung ini seharusnya sudah meletus kembali karena periode letusannya 2 – 3 tahun (dengan letusan terakhir Juni 2006 silam), namun sampai kini gak ada aktivitas yang menunjukkan perkembangan ke sana.



Geological Survey, Universitas Utah, National Park Service, dan ilmuwan dari Yellowstone Volcano Observatory sendiri mempertahankan bahwa mereka tidak melihat bukti bahwa letusan dahsyat seperti itu lagi akan terjadi di Yellowstone di masa yang akan datang. Recurrence interval peristiwa ini tidak teratur dan tidak dapat diprediksi.

Di Yellowstone, memang pada Januari lalu terekam adanya seismic swarm (rangkaian gempa2 vulkanik yang menjadi tanda migrasi magma), Namun selang waktu seismic swarm ini sangat pendek (hanya 2 minggu) sehingga tak bisa diterjemahkan sebagai adanya pasokan magma secara terus menerus yang sedang menembus kulit Bumi menuju ke permukaan kaldera. USGS menyebut seismic swarm berdurasi pendek ini biasa terjadi di Yellowstone caldera, demikian pula di kaldera2 lain yang ada di dunia baik mulai dari Toba (yang ini juga rutin direkam BMKG), Krakatau maupun yang paling muda seperti Pinatubo.

Saat ini, para geolog di seluruh dunia sedang mengikuti perkembangan gunung api raksasa ini dengan seksama, kita akan melihat temuan-temuan mereka selanjutnya. Sumber.










Pada tahun 2005 program sains televisi BBC menciptakan istilah Supervolcano saat meliput Yellowstone, karena itu hingga saat ini Yellowstone sering disebut sebagai Supervolcano Yellowstone, SuperVolcano sendiri adalah letusan vulkanis yang skalanya ribuan kali lebih besar daripada letusan gunung berapi biasa. Letusan tersebut tidak harus melalui kawah atau gunung berapi, tetapi bisa pada sebuah dataran luas dimana aktivitas vulkanis bawah tanahnya dinilai sangat aktif.


Yellowstone Caldera 

    10308 ft (3142 m) .
Major Peaks:
Mount Sheridan:    10308 ft (3142 m)
Mount Washburn:    10243 ft (3122 m)
Location:Northwestern Wyoming
Lat / Long:44.4° N, 110.7° W
Volcanic Type:Ash-flow calderas with lava domes
Volcanic Status:
Active, with numerous geysers and hot springs; 
last eruption 70,000 years ago
First Ascent:
First Ski Descent:
Skiable Vertical:over 3300 ft (1000 m)
Administration:  Yellowstone National Park


Apakah Indonesia juga mempunyai Supervolcano?
Silahkan baca : Toba Supervolcano
Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar