Gejala, Penyebab Dan Tanda-tanda Kemandulan


Mandul biasa juga disebut infertilitas atau tidak subur adalah ketidakmampuan seorang wanita untuk hamil meskipun aktifitas seksual normal dilakukan selama 1 tahun berturut-turut. Menjadi mandul bisa dialami oleh pria atau wanita, atau mungkin juga kedua-duanya sekaligus.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kemandulan yaitu kondisi medis di masa lalu atau masa kini, faktor gaya hidup yang tidak sehat, dan bisa juga karena faktor keturunan. Gejala dan tanda-tandakemandulan ini bisa diketahui secara fisik, tapi untuk mendiagnosa secara pasti, harus dilakukan pengujian medis oleh dokter.

Di bawah ini 7 hal tanda-tanda terjadinya kemandulan yang sebaiknya anda ketahui.

1. Kenali tanda-tanda kesuburan wanita

Wanita usia subur biasanya memiliki tanda-tanda saat mengalami ovulasi setiap bulannya. Ovulasi terjadi ketika telur dilepaskan dari indung telur menuju tuba fallopi untuk dibuahi sel sperma. Pada saat ovulasi terjadi peningkatan lendir serviks, peningkatan suhu tubuh dan rasa nyeri atau sakit di perut. Wanita yang subur bisa dilihat dari tanda-tanda ketika dia mengalami ovulasi setiap bulan, tapi perlu diketahui kurangnya tanda-tanda ovulasi tidak selalu menunjukkan bahwa wanita tersebut mandul.

2. Mengetahui siklus menstruasi

Jika anda seorang wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, maka kemungkinan hormon yang diproduksi tubuh anda kurang. Bisa jadi ada ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Jika ketidakteraturan siklus menstruasi anda hanya sesekali mungkin bukan sesuatu yang serius, tapi jika terus menerus tidak teratur maka kemungkinan anda mengalami kemandulan.

3. Jalani tes penyakit menular seksual

Beberapa penyakit menular seksual (PMS) menyebabkan kemandulan. Pada wanita penyakit seksual tersebut menyebabkan radang panggul yang menyebabkan terjadinya kemandulan. Pada pria, gonore adalah salah satu penyakit kelamin yang jika tidak diobati akan menyebabkan kemandulan.

4. Ketahui faktor gaya hidup penyebab kemandulan

Terlalu gemuk atau terlalu kurus menyebabkan kemandulan. Merokok dan minum alkohol juga memberi kontribusi membuat anda tidak subur. Pada pria, stres dan rasa cemas berlebihan menyebabkan kualitas sperma sangat buruk dan menyebabkan kemandulan.

5. Mengetahui efek samping obat yang dikonsumsi

Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi secara rutin dapat menyebabkan efek samping bagi tubuh, salah satunya adalah menyebabkan kemandulan. Contohnya, obat untuk menyembuhkan tekanan darah. Selain itu, pengobatan medis di masa kecil seperti kemoterapi untuk menyembuhkan kanker juga dapat menyebabkankemandulan saat dewasa.

6. Mengetahui kondisi tertentu penyebab kemandulan

Beberapa penyakit seperti sindrom Cushing menyebabkan masalah cystic fibrosis dan kesuburan pada pria. Kondisi genetik juga berkontribusi menyebabkan kemandulan.

7. Lakukan tes medis


Barangkali anda anda tidak tahu dengan pasti apakah anda subur atau mandul, jadi hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan melakukan tes medis. Tes medis untuk mengetahui tingkat kesuburan dilakukan pada pihak pria dan wanita. Pada pria, dilakukan analisis sperma di laboratorium tertentu untuk mengetahui kualitas sperma. Sementara pengujian kesuburan pada wanita lebih kompleks yang meliputi cek darah untuk mengetahui kadar hormon, tes USG panggul untuk mencari fibroid rahim dan memeriksa serviks dan uterus jika ada kelainan. Pemeriksaan tuba fallopi juga dilakukan untuk melihat apakah ada masalah yang menyebabkan kemandulan.

Memiliki anak adalah impian semua pasangan suami istri, tapi terkadang keinginan tidak sesuai kenyataan. Anda atau istri anda atau bisa juga anda berdua oleh dokter dinyatakan mandul. Ketika itu terjadi, tetaplah tenang, saat ini tingkat pengetahuan kedokteran kita tentang kesuburan sudah sangat meningkat. Pelajari 7 hal yang harus anda lakukan jika mengalami kemandulan dan segera cari tahu klinik-klinik infertilitas yang mungkin ada di kota anda.

Penyebab Kemandulan


Selama bertahun-tahun, Scott Read dengan sengaja menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Akan tetapi ketika la menikah pada tahun 1982 dan keduanya, ia dan istrinya, Karen, menginginkan kehadiran seorang anak, ia menghadapi kenyataan menyakitkan yang sungguh di luar dugaannya.

"Kami ingin punya anak, kami juga telah mencoba dan mencoba lagi tetapi belum berhasil," ujar Scott, yang bekerja sebagai seorang eksekutif hotel, berusia 36 tahun dan ayah angkat seorang anak perempuan berusia enam tahun.

"Ini sangat mengesalkan. Di kepala saya terbayang kenangan tentang beberapa teman semasa SMU yang sehabis kencan satu kali saja dengan seorang gadis, wuuss, gadis itu langsung hamil, namun kini dua insan yang telah siap mempunyai anak seperti kami justru tidak pernah mendapatkannya".

Cerita tentang Scott dan Karen seperti di atas dialami oleh sekitar 10 hingga 15 persen pasangan Amerika yang diduga atau dipastikan mandul. Selama berbulan-bulan dan kemudian bertahun-tahun pasangan seperti ini akhirnya kehilangan harapan dan hanyut dalam kekecewaan. Hubungan seks menjadi seperti kewajiban, dan setelah setiap bulan pembuahan tidak kunjung terjadi, mereka semakin merasa bahwa puncak bukit sudah lama mereka lewati.

Bagi banyak orang, kemandulan sama dengan bencana. Salah satu aspek utama yang membuat seorang pria merasa muda adalah kemampuannya membuahi. Bagi seorang pria, tidak ada yang lebih meremukkan perasaan selain menghadapi kenyataan bahwa la tidak mampu membuahi seorang wanita.

"Secara psikologis, ini dapat menjatuhkan harga dirinya dan membuatnya merasa seperti orang yang sudah tua dan jompo," kata Reed C. Moskowitz, M.D., pendiri dan direktur medis di Stress Disorder Medical Services di New York University Medical Center di New York City dan pengarang Your Healing Mind.

Apa yang Tidak Beres?

Besar sekali kemungkinan bahwa anda pernah belajar tentang proses terjadinya bayi dalam pelajaran biologi atau pendidikan seks di sekolah. anda mungkin ingat guru anda dengan nada datar menerangkan bahwa secara normal seorang pria memancarkan jutaan sperma ke dalam vagina seorang wanita ketika sedang bersetubuh dan sperma-sperma tersebut berebutan masuk ke dalam saluran telur (tuba fallopi).

Di sana, apabila anda berhubungan seks tepat pada satu atau dua hari dalam sebulan ketika telur pasangan anda dilepaskan dari ovarium dan berjalan di salah satu saluran telur, sperma dan telur itu akan bertemu. Apabila salah satu sperma berhasil menembus dinding telur, pembuahan terjadi, dan kehamilan dimulai.

Apabila kondisinya ideal dan anda serta pasangan anda tidak menggunakan alat kontrasepsi, maka peluang untuk terjadinya kehamilan adalah satu banding lima pada setiap bulan.

Akan tetapi barangkali guru anda tidak bercerita bahwa keadaan tidak selalu demikian. Kemandulan atau infertilitas biasanya di diagnosis setelah sepasang pria dan wanita telah mencoba menghasilkan pembuahan tanpa hasil selama 12 bulan atau lebih. Kemandulan dapat terjadi bahkan meskipun anda pernah mempunyai anak.

Kira-kira 40 hingga 50 persen dari masa pengamatan itu, dokter mungkin mencari tahu dahulu bahwa si wanita mungkin mempunyai masalah dalam peralatan reproduksinya. Sedangkan selama 40 persen sisanya, mereka mulai menduga bahwa yang bermasalah adalah pihak pria.

Kadang-kadang baik pihak pria maupun pihak wanita sama-sama mempunyai kesulitan yang mempengaruhi proses kehamilan. Akibatnya dokter tidak dapat menentukan penyebab anda dan pasangan anda tidak dapat mempunyai anak.

Pada umumnya, apabila pihak pria yang bermasalah, penyebabnya adalah entah karena hitungan sperma (sperm count) rendah atau karena benih-benih tersebut sangat lamban, dalam arti mereka memerlukan waktu lama ketika berenang untuk bertemu dengan telur di saluran telur.

Sebagian pria, seperti Scott Read, memiliki kedua masalah itu sekaligus. "Pria dapat memiliki hitungan sperma rendah karena beberapa alasan," kata Donald I. Galen, M.D., direktur di In Vitro Fertilization and Reproduction Medical Division di San Ramon Regional Medical Center di San Ramon, California.

"Merokok, penyalahgunaan alkohol, obat bius, terkena bahan kimia dan radiasi, penyakit sewaktu kanak-kanak seperti campak dan trauma terhadap organ seksual dapat mengurangi hitungan sperma pada pria."

Pembesaran vena dalam skrotum (kantung zakar) juga dapat menurunkan hitungan sperma, kata Fred Licciardi, M.D., profesor obstetri dan ginekologi di New York University School of Medicine di New York City. Testis memerlukan suhu kira-kira dua derajat lebih rendah daripada temperatur tubuh yang lain agar dapat memproduksi sperma. Akan tetapi varikokel menyebabkan temperatur dalam testis naik dan membunuh sperma.

Penyebab lain kemandulan pada pria di antaranya adalah tersumbatnya vas deferens (saluran yang mengalirkan sperma dari testis ke penis), kanker testis, infeksi, trauma, dan antibodi yang melekatkan diri pada sperma sehingga sulit bergerak dan karena itu rentan terhadap penghancuran oleh sel-sel darah putih. Antibodi bisa muncul akibat infeksi atau trauma pada testis.

Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar