Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan

Video Indonesian Space Research - Menelusuri Kota Majapahit

0 comments

Bookmark and Share

Kuil Berusia 2.750 Tahun Ditemukan di Israel

0 comments

Kuil ditemukan saat tengah dilakukan pengerukan tanah untuk tol

Ahli arkeologi di Israel menemukan kuil kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 2.000 tahun. Ditemukan pahatan dan patung-patung yang belum dikenali bentuknya oleh para arkeolog.

Diberitakan NBC, kuil itu ditemukan di Tel Motza, sebelah barat Yerusalem, saat tengah dilakukan pengerukan tanah untuk proyek jalan tol pada Kamis, 27 Desember 2012. Saat ini, arkeolog dari Otoritas Barang Antik Israel mengambil alih penelitian di lokasi tersebut, sedangkan proyek jalan tol terus berlangsung.

"Penemuan bangunan ritual di Tel Motza sangat mengejutkan dan tidak biasa terjadi. Terutama, karena pada masa Judaea jarang ditemukan bangunan kuil," kata pernyataan para direktur eskavasi Anna Eirikh, Hamoudi Khalaily dan Shua Kisilevitz.

Dalam kuil tersebut ditemukan guci keramat yang diperkirakan berusia 2.750 tahun. "Di antara temuan terdapat tembikar berbentuk pria, salah satunya berjenggot, yang asal-usul dan sejarahnya masih belum diketahui," ujar pernyataan mereka.

Menurut mereka, tembikar itu berasal dari Zaman besi. Desain kuil sama dengan bangunan agama lainnya di zaman itu. Dalam pernyataan Kementerian Budaya Israel, dinding kuil itu sangat lebar, pintunya menghadap timur, sesuai dengan tradisi agama di Timur Dekat (Near East).

"Sinar Matahari dari timur akan menyinari objek di dalam kuil, menyimbolkan sucinya keberadaan benda itu. Sebuah struktur kota mungkin adalah altar di tengah pekarangan kuil," tulis pernyataan kementerian itu. VIVAnews.

Bookmark and Share

UFO India Kuno Ditemukan

0 comments

Apa yang menyebabkan Dunia Barat mendadak menyerbu Afghanistan, peristiwa 11 september? memburu Osama?, memberantas teroris? ya !! tapi itu adalah versi pemerintah Amerika yang di tayangkan di media masa. Selain yang tersebut di atas ternyata ada maksud lain yang membuat kita terkejut antara percaya dan tidak bahwa mereka berburu sebuah pesawat dari jaman India kuno, yang ditemukan oleh ilmuwan Militer AS yang dikenal dengan nama Vimana.



Sebuah mesin terabang ( Vimana ) yang tersembunyi di gua di Afganistan sejak 5000 tahun yang lalu telah menyebabkan "hilangnya" setidaknya 8 tentara Amerika karena berusaha untuk memindahkan nya dari gua tersebut.


Penting untuk dicatat bahwa teknologi "Vimana" adalah sebuah pesawat misterius dari mitologis kuno dalam epos Mahabharata dan konon memiliki senjata menakutkan mirip dengan bom atom saat ini.

Beberapa tahun silam, rakyat China telah menemukan beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan. Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa!


Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu “laghima”, satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, “laghima” ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.

Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai “Astras”, dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia beribu-ribu tahun.

Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia “antima” (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan “gerima” (bagaimana untuk menjadi seberat gunung). Sumber.


Bookmark and Share

200,000 Year Old Annunaki Cities Discovered In Africa?

0 comments
Publisher and producer Michael Tellinger discussed his study of ancient ruins at the southern tip of Africa, which he believes were associated with a vanished civilization that ET visitors, the Annunaki, brought together over 200,000 years ago, when they came here to mine gold. The ruins, which he’s investigated along with Johan Heine, consist of thousands of stone structures over a large area. The structures show evidence of their extreme antiquity through erosion and patina growth, he detailed. One of the most important ruins he referred to as “Adam’s Calendar,” a monolithic stone calendar that could mark time out by the day. 

The Annunaki tinkered with human genetics to make their mine workers, Tellinger said, referencing the work of Zecharia Sitchin. Among the ruins are hexagonal shapes clustered together like honeycombs, which he speculated could have been used as cloning tanks. Further, he suggested that many of the structures, made out of stones that contain quartz, were used as energy devices to power the large settlements. 


By studying the area using aerial maps, Tellinger determined there were three great cities, some 60 x 60 miles each, one of which included Great Zimbabwe. Among the ruins, the first pyramids can be found, and details carved into some of the rocks include the Ankh symbol– thousands of years before the Egyptian civilization used it, he reported. 


Biography:


Michael Tellinger is a scientist in the true sense of the word, never shying away from controversial issues and scrutinizing every clue meticulously. After a 30-year long obsession with the origins of humankind and the genetic anomalies of our species, he wrote Slave Species of God. When Johan Heine exposed the mystery of the stone ruins of South Africa to Michael in 2007, they began an irreversible process of research that led Michael to some startling scientific conclusions and the completion of two more books, Adam’s Calendar and Temples of the African Gods.  Source.

Bookmark and Share

Tengkorak dari Ritual Brutal Suku Aztec Ditemukan

0 comments

Tim peneliti menemukan puluhan tengkorak dan ratusan tulang belulang di situs penggalian di sebuah kota di Meksiko. Temuan ini diduga kuat sebagai korban pembantaian suku Aztec yang dulu pernah menempati wilayah tersebut.

Para arkeolog dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko, baru-baru ini berhasil menemukan 50 tengkorak dan 250 lebih tulang rahang di Templo Mayor yang terletak Tenochtitlan (Kota Meksiko modern). Penemuan ini menjadi bukti yang menguatkan dugaan bahwa suku Aztec memiliki riitual brutal yang mengerikan.

Tengkorak dan tulang belulang ini ditemukan terkubur di bawah altar upacara yang disebut 'Cuauhxicalco' yang biasa digunakan untuk acara pengurbanan. Usia tengkorak ini diperkirakan lebih dari 500 tahun dan merupakan jumlah korban terbanyak yang pernah ditemukan oleh tim arkeolog di berbagai situs suku Aztec.

Diduga kuat suku Aztec membantai para korban untuk dijadikan tumbal dalam ritual persembahan kepada Mictlantecuhtli, dewa kematian mereka.

"Dari 50 tengkorak tersebut, 45 di antaranya ditemukan terkubur di atas sebuah batu persembahan, sedangkan lima tengkorak lainnya terkubur di bawah batu," papar Raul Barrera, arkeolog dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko, seperti dikutip oleh Discovery.

Menurut Barrera, tengkorak-tengkorak ini milik pria dan wanita dengan usia berkisar antara 20-35 tahun. Beberapa di antaranya mungkin pernah digali dari situs lain dan kemudian dikuburkan kembali di sana.

Batu untuk pengurbanan ini terlihat seperti batu nisan berwarna abu-abu. Batu ini memiliki tinggi sekitar 45 centimeter, panjang sekitar 36-43 sentimenter, dan ketebalan sekitar tujuh sentimeter.

Penemuan ini mengindikasikan cara baru suku Aztec menggunakan tengkorak sebagai bagian dari ritual mereka. Karena selama ini suku kuno di Meksiko itu diketahui memiliki ritual pengorbanan manusia dengan cara mengambil jantung korban. Sumber.

Bookmark and Share

7 Kota Yang Tenggelam

0 comments

1. Alexandria - Egypt


Lepas pantai Alexandria, kota dari Alexander the Great, terbentang apa yang dipercayai sebagai puing-puing kamar dan ruangan kebesaran Cleopatra. Dipercayai bahwa gempa besar sekitar 1500 tahun yang lalu yang menyebabkan tempat ini tenggelam di dalam laut bersama dengan peninggalan-peninggalan bersejarah, patung-patung dan bagian-bagian lain dari istana Cleopatra.

2. Bay of Cambay - India


Lalu ditemukan sebuah kota berumur lebih dari 9500 tahun. Lebih penting lagi penemuan ini lebih tua 5000 tahun dari apa yang pernah ditemukan di daerah ini, memaksa para ahli sejarah untuk mengevaluasi kembali pengertian mereka tentang sejarah kebudayaan di daerah itu. Penemuan ini dinamakan Dwarka atau Kota Emas, yang dinamakan menurut kota tua dalam laut yang dimiliki dewa Khrisna.


3. Kwan Phayao - Thailand


Sebetulnya candi berumur 500 tahun yang berada di dasar danau Phayao tidak aneh. Tetapi yang aneh adalah bahwa danau tersebut baru dibuat dengan sengaja 70 tahun yang lalu.

4. Yonaguni-Jima - Japan


Ditemukan oleh seorang pemandu tur selam kurang lebih 20 tahun yang lalu. Banyak kontroversi tentang piramid misterius yang ditemukan lepas pantai jepang. Bangunan ini terlihat seperti dipahat dari lempengan batu menggunakan peralatan yang diduga tidak atau belum ada pada jaman dahulu di area ini.


5. Havana - Cuba


Sebuah tim ilmuwan melanjutkan penelitian tentang puing-puing megalitic di selat Yucatan dekat Cuba. Mereka menemukan bukti bahwa ada sebuah pemukiman urban sepanjang beberapa mil sepanjang pantai. Beberapa percaya bahwa yang dahulu tinggal ditempat tersebut adalah kebudayaan America tua.

6. North Sea - Europe


Sebuah landscape baru-baru ini ditemukan di bawah Laut Utara. Dulu pernah didiami oleh manusia kurang lebih 10000 tahun yang lalu. Area tersebut dulu adalah sungai, danau dan samudra sekarang ada di bawah dasar laut.

7. Atlantis - Antarctica?


Lebih dari 100 tahun yang lalu seorang kurator museum di Istanbul menemukan sebuah peta tua. Setelah menelitinya dia menemukan lokasi yang ditandai dengan deretan gunung yang lokasinya adalah dimana Antartica sekarag berada. Peta ini adalah salah satu dari sekian bukti yang menyatakan bahwa Antartica adalah kota Atlantis yang hilang. Bukti terbaru adalah penemuan menggunakan teknologi sonar yang menunjukkan bahwa ada struktur lagi di bawah Antartica.

Bookmark and Share

Bola Mata Raksasa Misterius Di Pompano Beach, Florida

1 comments

Sebuah bola mata raksasa misterius ditemukan seseorang di Pompano Beach, Florida, Amerika Serikat(AS) dan menghadirkan banyak pertanyaan mengenai seperti apa pemiliknya. Demikian diberitakan NBC News, Jumat (12/10/2012).

Bola mata raksasa ini ditemukan pada Rabu lalu dan sudah dilaporkan ke Florida Fish and Wildlife Conservation Commission untuk menyimpannya. Setelah itu, akan dikirim ke Fish and Wildlife Research Institute di St. Petersburg, Florida, untuk dianalisa.



Para ahli biota laut tidak bisa segera mengetahui spesies laut terkait mata raksasa misterius itu namun para ahli akan menggunakan tes genetik untuk memecahkan misteri tersebut. Demikian disampaikan juru bicara komisi, Carli Segelson.

"Saya tidak seharusnya mengatakan ini namun mungkin mereka bisa menemukan spesiesnya," kata Segelson.

Segelson mengatakan pikirannya dipenuhi beragam pertanyaan mengenai kasus ini termasuk sejak fotobola mata raksasa misterius itu terpanjang di page komisi di Facebook. "Foto ini begitu saja menyebar," katanya.

"Dugaan sementara kemungkinan mata itu milik ikan besar," katanya. Kemungkinannya adalah ikan tuna, ikan todak, atau ikan yang berasal dari laut dalam.

Bookmark and Share

Al-Quran Tertua Ditemukan di Gua Yaman

0 comments

Seorang pemuda di Yaman menemukan cetakan al-Quran tertua yang pernah dikenali dalam sebuah gua. Walaupun ditawari ratusan juta rupiah, pemuda ini menolak melepaskan al-Quran tersebut.

Diberitakan al-Arabiya pekan ini, pemuda yang tidak disebutkan namanya ini mengaku menemukan al-Quran itu terbungkus sampul kulit di dalam sebuah gua di dalam gunung, sebelah selatan kota Dhale. Dalam halaman pertama Quran ini terdapat tulisan: "Manuskrip ini ditulis tangan pada tahun 200 hijriyah (815 masehi)".

Dalam pengujian keaslian, diketahui bahwa manuskrip kitab suci itu asli. Berarti, cetakan al-Quran itu adalah yang tertua yang pernah ditemukan.

Bukti kebenaran penanggalan bisa dilihat dari jenis tulisan yang digunakan. Dalam al-Quran ini tidak ada titik-titik yang terdapat dalam abjad Arab masa kini. Tulisan dalam al-Quran ini adalah tulisan Arab lama. Titik-titik baru ditambahkan pada beberapa abad berikutnya untuk membedakan huruf yang hampir sama.

Pemuda ini pernah ditawari uang sebesar 12 juta riyal Yaman atau sekitar Rp538 juta namun menolaknya dan memutuskan untuk tetap menyimpannya.

Selain menemukan al-Quran tertua itu, pemuda ini juga dilaporkan menemukan pedang Zulfikar, yang merupakan hadiah dari Nabi Muhammad SAW untuk khalifah Islam keempat Ali bin Abi Talib yang juga merupakan menantunya. Sumber.

Bookmark and Share

Prasasti Canggal

0 comments

Prasasti ini ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di Kadiluwih, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah dan berangka tahun 732 Masehi dengan menggunakan huruf Pallawa serta bahasa Sanskerta.

Dalam prasasti ini diceritakan pembangunan lingga (lambang Syiwa) di Desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya. Selain itu, disebutkan pula bahwa yang menjadi raja pertama adalah Sanna, kemudian digantikan oleh Sanjaya. Sanjaya disebut sebagai raja yang gagah berani karena mampu menaklukkan musuh-musuhnya.

Bookmark and Share

Prasasti Dinoyo

0 comments


Prasasti ini ditemukan di Desa Dinoyo (Kota Malang bagian barat laut), berangka tahun 760 Masehi, bertuliskan huruf Kawi dan berbahasa Sansekerta.

Prasasti ini menceritakan, bahwa dalam abad ke-8 itu ada kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan (Desa Kejuron sekarang) dengan raja bernama Dewasimha. Ia berputera Limwa, yang setelah menggantikan ayahnya menjadi raja bernama Gajayana. Ia mendirikan sebuah tempat pemujaan untuk Dewa Agastya. Arcanya sendiri yang melukiskan Agastya ini, yang dahulunya dibuat dari kayu cendana, ia ganti dengan arca batu hitam.

Peresmian arca ini dilakukan dalam tahun 760 Masehi itu, dan upacara dilakukan oleh pendeta-pendeta ahli Weda. Pada kesempatan itu sang raja menghadiahkan tanah, lembu, budak-budak dan segala apa yang diperlukan untuk melangsungkan upacara. Pun disuruhnya orang mendirikan bangunan untuk keperluan para brahmana dan para tamu.

Bookmark and Share

Prasasti Mantyasih

0 comments

Prasasti ini ditemukan di Mantyasih, Kedu, berangka tahun 907 Masehi dan ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno.

Prasasti Mantyasih berupa tiga buah prasasti. Sebuah dipahatkan pada batu (D.10) yang kini disimpan di Museum Nasional dengan nomor D 40, yang merupakan bagian awal prasasti.

Sebuah lagi dipahatkan pada satu lempeng tembaga yang kini disimpan di Museum Nasional dengan nomor E 19 yang merupakan bagian tengah dari suatu prasasti, dan sebuah lagi, yang terlengkap disimpan di Museum Radyapustaka, Surakarta, terdiri dari dua lempeng tembaga. Mengenai prasasti yang disimpan di Museum Radyapustaka, seorang arkeolog Titi Surti Nastiti, pernah mengeceknya, tapi ternyata prasasti tersebut sudah tidak ada lagi.

Prasasti tersebut antara lain menyebutkan silsilah raja-raja Mataram. Nama raja yang ditulis antara lain Raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai Panunggalan, Rakai Warak, Rakai Gerung, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi, Ratu Watuhumalang, dan Rakai Watukura Dyah Balitung. 

Bookmark and Share

Prasasti Tangga Djamban

0 comments

Awalnya prasasti ini dianggap sebagai batu nisan biasa, karena memang kalau dilihat sepintas memang seperti batu nisan yang biasa bisa dijumpai di kompleks pemakaman orang Cina (bong). Prasasti ini berangka tahun 1873 dan bertuliskan aksara Mandarin.

Isi Prasasti:

Ini adalah lisjt dari sekoempoelan itoe orang-orang boediman berdjoemlah 81 orang jang soedah boleh melakoekan soeatoe perboewatan moelia oentoek mendoekoeng itoe oesaha dari sarikat Boen Tek Bio mengoempoelkan oeang sebesar 18.156 Toen (ringgit Belanda) oentoek melakoekan pemboeatan 30 (tiga poeloeh) boeah djalan dan joega bikin peraoe dan laennja. Batoe parengatan ini ditoeliskan pada taon kesebelas sewaktoe pemerentahan Kaisar Thong Tjie (masehi 1873). 

Bookmark and Share

Prasasti Sarangan

0 comments

Prasasti Sarangan berangka tahun 851 Saka (929 M) yang beraksara huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti yang terbuat dari batu ini menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.14.

Prasasti ini ditemukan di daerah Mojokerto, Jawa Timur, yang isinya menceriterakan tentang Desa Sarangan sebagi sima oleh Raja Rakai Hino Pu Sindok pada thun 851 Saka.

Bookmark and Share

Prasasti Jeru-Jeru

0 comments

Prasasti Jeru-Jeru berangka tahun 852 Saka (930 M). Prasasti batu yang ditemukan di daerah Singasari, Jawa Timur ini merupakan koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.70.

Prasasti ini mengisahkan bahwa pada tahun 852 Saka, Rakryan Hujung Pu Madhura memohon kepada Raja Isanawikramadharmottunggadewa agar daerah Jeru-Jeru dijadikan daerah sima

Bookmark and Share

Prasasti Taji Gunung

0 comments

Prasasti Taji Gunung berangka tahun 910 M dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno. Prasasti batu yang ditemukan di Taji, Jawa Tengah ini menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.6.

Prasasti ini menceritakan tentang peresmian Desa Taji Gunung menjadi sima oleh Sang Rakryan Mahamantri pada tahun 194 Sanjayawarsa.

Dari analisa seorang arkeolog, Boechari, dalam Rakryan Mahamantri I Hino Çri Sanggramawijaya Dharmaprasadattunggadewi (1965), Prasasti Taji Gunung dapatlah diperkirakan bahwa pergantian dari Raja Rakai Watukura Dyah Balitung kepada Rakai Hino Pu Daksa tidak berjalan dengan wajar. Apalagi jika dilihat bahwa di dalam Prasasti Taji Gunung itu Rakryan Mahamantri i Hino Pu Daksa menetapkan Desa Taji Gunung menjadi sima bersama Desa Gurunwangi. 

Bookmark and Share

Prasasti Kampak

0 comments

Prasasti Kampak merupakan peninggalan Pu Sindok, dan diperkirakan sekitar abad ke-10.  Prasasti batu yang ditemukan di daerah Surabaya, Jawa Timur ini merupakan koleksi dari Museum Nasional dengan No. Inventaris D.21.

Prasasti ini berisi tentang peresmian sawah di Kampak menjadi sima milik para pandai logam karena mereka diharuskan memelihara Prasada Kabhaktyan.

Bookmark and Share

Prasasti Huwung

0 comments

Prasasti Huwung berangka tahun 744 Saka (822 M) dan bertuliskan bahasa Jawa Kuno. Prasasti yang terpahat dalam sebuah batu ini ditemukan di daerah Nanggulan, sebelah barat Kota Yogyakarta, dan sekarang menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.19.

Prasasti ini menyebutkan tentang Sang Watu Walai memberi perintah agar Desa Huwung dijadikan sima

Bookmark and Share

Prasasti Hering

0 comments

Prasasti ini ditemukan pada tahun 1869 di Desa Kujon Manis, Warujayeng, Kediri. Berdasarkan unsur penanggalannya, Damais mengatakan bahwa prasasti ini dikeluarkan pada tahun 856 Saka (934 M).

Maklumat dalam prasasti ini cukup panjang, terdiri atas 35 baris di bagian muka, di bagian belakang mulai dari baris 11 hingga baris 38, bagian samping kiri 45 baris, dan samping kanan 47 baris. Namun, secara singkat prasasti ini menceritakan tentang Sri Maharaja Pu Sindok Sri Isanawikrama Dharmmotunggadewa yang membebaskan sawah di Desa Hering dari pajak.

Prasasti ini terpahat dalam batu, dan sekarang menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.67.

Bookmark and Share

Prasasti Hantang

0 comments

Prasasti Hantang berangka tahun 1057 Saka (1135 M) ditemukan di Desa Ngantang, Malang dan terpahat dalam batu. Prasasti ini menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.9

Prasasti Hantang mempunyai keistimewaan, yaitu ada tulisan dengan huruf kuadrat yang besar melintang di tengah cap kerajaan berupa Narasingha yang berbunyi panjalu jayati (= Panjalu menang). Prasasti ini memperingati pemberian anugerah Raja Jayabhaya kepada Desa Hantang dengan 12 desa yang masuk dalam wilayahnya berupa prasasti batu yang memuat pemberian hak-hak istimewa kepada penduduk Desa Hantang beserta wilayahnya. Adapun sebabnya ialah pada suatu ketika penduduk Desa Hantang dengan 12 desa yang masuk dalam wilayahnya datang menghadap raja dengan perantara guru raja yaitu Mpungku Naiyayikarsana dengan permohonan agar prasasti yang ada pada mereka sebagai anugerah raja yang di-dharma-kan di Gajapada dan di Nagapuspa yang ditulis di atas daun lontar (ripta) dipindahkan ke atas batu (linggapala), dan ditambah dengan anugerah Raja Jayabhaya sendiri.

Permohonan itu dikabulkan raja, mengingat bahwa penduduk Hantang telah memperlihatkan kebaktiannya yang sungguh-sungguh terhadap raja dengan bukti bahwa mereka telah menyerahkan cancu tan pamusuh dan cancu ragadaha dan bahwa pada waktu ada usaha memisahkan diri (= perang perebutan tahta) mereka tetap setia memihak kepada Raja Jayabhaya. Selanjutnya prasasti itu berisi perincian anugerah yang pernah diterima penduduk Hantang dari yang telah dicandikan di Gajapada dan di Nagapuspa, dan anugerah tambahan dari Raja Jayabhaya, semuanya berupa macam-macam hak istimewa.

Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Hantang atau Ngantang yang setia pada Kediri selama perang melawan Jenggala. Dari prasasti tersebut dapat diketahui kalau Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Jenggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri.

Bookmark and Share

Prasasti Patakan

0 comments

Prasasti Patakan ditemukan di daerah sekitar Surabaya, dan diperkirakan dibuat pada abad 11 M (masa pemerintahan Raja Airlangga). Prasasti ini terbuat dari batu andesit tinggi 104 cm, lebar atas 90 cm, lebar bawah 80 cm, tebal 24 cm, dan menggunakan huruf Jawa Kuno. Prasasti ini sekarang menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.22.

Prasasti ini mengisahkan tentang peresmian daerah Patakan menjadi sima karena harus memelihara bangunan suci Sanghyang Patahunan.

Bookmark and Share