Tampilkan postingan dengan label Satwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satwa. Tampilkan semua postingan

Wanita Yang Menyusui Anak Harimau

0 comments

Seorang perempuan bernama Hla Htay (40) mungkin cukup berani.

Perawat yang bekerja di Yangon Zoological Gardens di Myanmar ini bersedia menyusui bayi-bayi hewan di sana.

Atas dasar kasihan, Htay bahkan menawarkan memberikan ASI kepada bayi-bayi harimau. Semoga saja bayi-bayi harimau itu belum memiliki gigi taring tajam seperti induk mereka.

Bookmark and Share

Mengapa Burung Hantu Bisa Memutar Leher 270 Derajat?

0 comments

Burung hantu sebagai hewan nokturnal - mencari makan di malam hari punya keistimewan bisa memutar lehernya sampai 270 derajat. Mengapa bisa seperti ini? Selama bertahun-tahun jadi teka-teki dunia sains.

Kini, para peneliti telah memecahkan misteri tentang bagaimana Burung Hantu bisa memutarkan lehernya sampai 270 derajat, tanpa mengalami cedera sedikit pun.


Dalam penelitian yang diterbitkan di Jurnal Science itu, para peneliti menemukan, bahwa Burung Hantu memiliki struktur tulang dan sistem peredaran darah yang unik, sehingga dapat menopang kepala yang besar.

Spesies bernama ilmiah Strigiformes ini memiliki rongga besar pada tulang leher, yang merupakan tempat pembuluh darah arteri. Ruang besar itu membuat pembuluh darah tidak terhambat ketika burung itu memutar lehernya.

"Ruang besar itu yang memungkinkan pembuluh darah dapat tetap memasok darah ke otak dan mata meski posisi kepalanya sedang berputar," jelas spesialis otak, Dr Philippe Gailloud, Peneliti Senior dari Johns Hopkins University School of Medicine.

Temuan dari penelitian ini didapat setelah para peneliti melakukan uji coba dengan menyuntikkan cairan pewarna ke dalam pembuluh darah Burung Hantu yang telah mati.

Ketika kepala Burung Hantu diputar, maka pembuluh darah pada tulang leher akan membesar dan membuat cairan pewarna masuk. "Genangan darah ini yang membuat pasokan energi ke otak dan mata burung hantutetap terjaga," kata Gailloud. 

Bookmark and Share

Jangan Salahkan Kucing Tentang Toxoplasma

0 comments

Kata toxon yang berarti bulan sabit dan gondii yang berarti rodensia, adalah protozoa yang menyebabkan toxoplasmosis yaitu penyakit yang dapat menyebabkan gangguan kehamilan (perkembangan janin) pada semua mamalia. Secara epidemiologi Toxoplasma tersebar secara luas dari daerah Alaska sampai Australia (umumnya daerah yang panas memiliki kelembaban tinggi dan dataran rendah). 

Toxoplasma diperkirakan telah menyerang 20-80 % populasi manusia di dunia, merupakan penyakit zoonotik nomer satu akibat jangkauan penularan dan dampak yang ditimbulkannya. 

Apabila seseorang terserang toxoplasmosis maka rentan baginya untuk melahirkan seorang anak dalam keadaan cacat misal (hidrocephalus, kelainan pada saraf, mata, kelainan pada otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, dll), bukan hanya wanita yang harus diperiksa positif toxoplasma atau tidak tapi pria juga karena sperma bisa saja mengandung toxoplasma. 

Toxoplasma menyerang kucing dan biasanya masyarakat umum sering menyalahkan kucing sebagai satu-satunya penyebar toxoplasma. Ternyata tidak seperti itu, Kucing bukanlah satu-satunya penyebar toxoplasma yang dapat menginfeksi manusia. 

Selain Kucing, mamalia lain dapat menjadi pembawa toxoplasma yang menyebabkan toxoplasmosis ini (seperti kambing, sapi, dll), karena protozoa ini tidak memiliki host spesifik dan bersifat obligat seluler. Berikut adalah sarana penyebaran Toxoplasma yang dapat menyerang ke manusia selain kucing : 

1. Daging sapi, domba, kambing. Jika ada pertanyaan : saya kan ga memelihara kucing? kok kena toxoplasma?
Jawabnya : Toxoplasma dapat masuk ke tubuh manusia melalui daging. Daging sapi, domba, kambing dapat menyebarkan toxoplasma ke manusia yang memakannya apalagi daging yang dimakan mentah atau setengah matang (sate) walaupun sate sudah dipanggang tapi bagian dalam sate masih setengah matang. Mengapa daging menjadi salah satu penyebar toxoplasma, karena sapi, kambing, atau domba yang di potong positif mengandung toxoplasma akibat memakan rumput yang terdapat ookista (telur kista) dari Toxoplasma.

2. Tranfusi darah.
Jika ada pertanyaan : saya kan ga memelihara kucing dan saya ga makan daging sapi, domba dan sebagainya apa saya masih bisa terkena toxoplasma?
Jawabnya : bisa salah satunya melalui tranfusi darah, toxoplasma yang masuk ketubuh manusia dapat menempati sistim sirkulasi darah, jika kita ditranfusikan darah oleh orang yang terkena toxoplasmosis maka bisa jadi kita akan positif terjangkit toxoplasmosis.

3. Sayuran.
Jika ada pertanyaan : saya ga memelihara kucing, saya ga makan daging, saya ga pernah sakit dan di tranfusi darah, saya kan vegetarian kok masih kena toxoplasmosis?
Jawabnya : toxoplasma bisa menyebar kelingkungan melalui feses,  kucing liar atau makhluk mamalia sekitar kita dapat menjadi penyebar toxoplasma ke lingkungan, sayuran tercemar toxoplasma dari feses yang mengandung ookista toxoplasma menyebabkan orang yang memakannya dapat terkena toxoplasmosis.

4. Kecoa dan Lalat, sebagai vektor mekanis hewan ini dapat menyebarkan ookista toxoplasma ke lingkungan kita, kecoa dan lalat punya kebiasaan hinggap pada tempat-tempat kotor sehingga rentan menjadi pembawa toxoplasma yang menempel di kaki-kakinya.

Oleh Karena penyebaran toxoplasma sangat luas dan berada disekitar tempat tinggal kita maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah : 

1. Perawatan Kucing dilakukan secara benar terutama penangan feses kucing, jangan sembarangan membuang fese kucing ke lingkungan.

2. Jangan beri kucing daging mentah agar toxoplasma tidak menyerang kucing. Pada manusia : 

1. Budaya Higiene pangan dan Higiene Personal artinya menjaga kebersihan diri sebelum dan sesudah melakukan aktifitas.

2. Jangan sering makan daging setengah matang, atau yang tidak dimasak secara benar.

3. Cucilah sayuran dan buah-buahan sebelum di makan.

4. Jika anda sering berdekatan dengan kucing dan anda belum positif terserang toxoplasma vaksinlah diri anda dengan vaksin TORCH (vaksin toxoplasma, rubella, cmv, herpes) untuk mecegah parasit toxo masuk ke tubuh.

5. Kepada ibu-ibu hamil diharapkan menjaga pola makan dan apa yang dimakan.. pastikan semuanya aman dan jangan makan daging setengah matang. Dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan kemungkinan penularan toxoplasma ke tubuh dapat diperkecil..jadi jangan salahkan kucing, jika anda terserang toxoplasma. Karena banyak cara bagi toxoplasma masuk ke tubuh anda. Toxoplasma bisa diobati namun sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Indonesian Space Research.


Bookmark and Share

Kucing Pasir Pertama Di Israel

0 comments

Renana (kiri), seekor anak kucing pasir berusia tiga minggu terlihat duduk di sebelah Rotem, ibunya, di Taman Safari Ramat Gan di dekat Tel Aviv, Israel, Senin (8/8). Pihak Taman Safari mengatakan, Renana menjadi anak kucing pertama dari spesies kucing pasir, yang sudah dianggap punah di Israel, yang lahir di Taman Safari Ramat Gan. Kucing pasir sendiri merupakan salah satu species kucing liar yang hidup di daerah Afrika dan Asia. Biasanya mereka tinggal di daerah kering yang panas seperti Gurun Sahara, Gurun Arab, Gurun Iran, dan Pakistan.

Bookmark and Share

Kucing Yang Memiliki Sayap

0 comments

Seekor kucing bewarna putih namun memiliki sepasang sayap di badannya sebagaimana dilaporkan The Sun muncul di kota Chongqing, China.Menurut pemiliknya, kucing piaraan mereka ini terlahir dengan kondisi normal, namun sejak berusia setahun di badanya mulai tumbuh sepasang sayap.


Sebenarnya, fenomena kucing bersayap ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya pada 24 Mei 2007 di kota Sichuan, China seorang nenek mempunyai seekor kucing piaraan yang pada kedua sisi tubuh hewan manis itu tumbuh anggota tubuh lainnya yang sepintas diperhatikan mirip berbentuk sayap.


Terdapat sekitar 138 kasus kucing bersayap pernah tercatat dalam sejarah. Sayangnya hanya 28 kasusyang terdokumentasi. Laporan awal mengenai kucing bersayap yang pernah tercatat, terjadi bulan Juni 1842, dilaporkan oleh Henry David Thoreau di daerah pertanian sekitar Lincoln.


Menurut pakar hewan dan cryptozoologi asal Inggris, Dr Karl Shuker yang  telah meneliti fenomena pada kucing menjelaskan, ada beberapa penyebab mengapa kucing bisa memiliki bagian tubuh yang mirip sayap secara medis.


Pertama, bulu rontok yang menggumpal. Pada beberapa laporan menyatakan, saat musim dingin tiba,sayap muncul pada kucing yang berbulu panjang. Kemudian sayap kucing tersebut lepas pada musim semi. Sebagian besar bentuk yang menyerupai sayap tersebut adalah bulu rontok yang menggumpal (gimbal).


Kedua, cacat lahir yaitu diduga merupakan hasil dari kelahiran cacat kembar siam (conjoined twin) dengan kaki kembaran yang satu lagi muncul di daerah punggung. Dan ketiga, penyakit Feline Cutaneous Asthenia (FCA) yaitu suatu penyakit keturunan yang menyebabkan kulit menjadi sangat elastis dan mudah robek/terluka. Elastisitas kulit yang belebihan ini juga dapat terjadi pada anjing dan manusia.



Kucing dengan penyakit FCA mempunyai kulit sensitif yang mudah luka dan robek. Menurut beberapa orang, kemungkinan besar "sayap" yang muncul di daerah punggung kucing adalah sobekan atau luka di kulit yang masih tertutup bulu.

Bookmark and Share

Benarkah Ikan Menjadi Makhluk Pertama Yang Terbang Di Bumi?

0 comments

Persepsi bahwa burung merupakan hewan pertama yang bisa terbangsepertinya harus dirubah karena ada penemuan terbaru yang mengungkap bahwa ikan adalah hewan yangpertama terbang di muka bumi.

Ikan tertua di dunia terbang meluncur di atas lautan dalam upaya untuk menghindari predator pada 240 juta tahun lalu, itulah yang diklaim oleh paleontologis asal China. Fosil di koleksi museum Cina telah memberikan gambaran bahwa ikan terbang ada jauh lebih awal dari yang diperkirakan peneliti sebelumnya.

Tidak ada spesimen ikan terbang modern yang diketahui lebih tua dari sekitar 65 juta tahun lalu, tetapi ada fosil yang telah ditemukan mengungkapkan ada spesimen kuno yang berkemampuan yang sama jauh lebih awal.


Spesies itu dinamakan Potanichthys xingyiensis, spesimen ini diperkirakan hidup selama periode Trias Tengah antara 235 juta dan 242 juta tahun lalu, yaitu sekitar 50 juta tahun sebelum munculnya dinosaurus di era Jurassic.

Spesies ini ternyata 27 juta tahun lebih tua dari pemegang rekor spesies terbang sebelumnya, satu spesiesyang ditemukan di Eropa, menurut studi yang diterbitkan beberapa hari yang lalu di jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Para ilmuwan percaya bahwa ikan terbang ini menggunakan kemampuan terbangnya untuk melarikan diri dari serangan predator.

Ikan terbang kuno ini melayang di udara melarikan diri dari kejaran predator seperti lumba-lumba, cumi-cumi dan ikan yang lebih besar.

Spesimen baru yang sudah diberi nama ini digambar ulang setelah peneliti menganalisis fosil yang digali di selatan-barat Cina pada tahun 2009, sepert yang dilansir LiveScience.


Ikan terbang Potanichthys xingyiensis memiliki panjang hanya 15 cm dan memiliki empat "sayap", terdiri dari dua sayap besar, sirip dada yang diadaptasi dan sepasang sayap kecil di panggul.

Terdapat ekor besar bercabang pada bagian belakang tubuhnya yang digunakan untuk berenang di dalam air. 

Bookmark and Share

Bahasa Isyarat Pada Kucing

0 comments
Bahasa Isyarat dari Tingkah Laku Kucing dan Warna Bulunya
Kucing, bukan berarti binatang keramat. Namun pada diri setiap makhluk. serta gerak-geriknya tentu saja memiliki tanda-tanda kekuasaan tuhan yang terangkum dalam bahasa alam. Berikut ini dapat menjadi contoh tentang warna bulu dan perilaku kucing. Boleh percaya boleh juga tidak. Anggap saja sebagai intermezo.

Walaupun tidak selalu salah, sebab nenek moyang kita mempunyai kebiasaan melihat, mencermati, lalu menafsirkan berbagai gejala alam (ngelmu titen). Nenek moyang kita sangat percaya bahwa berbagai gejala alam mengandung pelajaran (hikmah) yang berharga di baliknya. Sesuatu yang tampak (fisik) menyimpan makna secara metafisik.

1. Jika memandang tanpa berkedip kkepada si majikan, yang memelihara akan memperoleh rejeki.

2. Jika duduk tidak bergerak di hadapan majikan, maka yang memelihara akan memperoleh anugrah.

3. Jika tidak pergi dari sudut rumah atau bertempat di situ, pertanda si majikan akan memperoleh keuntungan. Jika bertempat tinggal secara bergantian dari empat sudut rumah, pertanda si majikan akan memperoleh anugrah besar.

4. Jika tidur di atas ikat kepala, sorban, iket, baju majikan, maka yang memelihara akan memperoleh uang halal.

5. Jika kucing bergulung akan mendapat fitnah dari orang.

6. Jika menunjukkan kukunya kepada si majikan, menjadi pertanda akan ada penjahat yang menginginkan harta benda si majikan.

7. Berbulu putih dan pada bagian dada sampai punggung ada warna hitam (tembong) namanya kucing sanggabuwana. Tidak baik dipelihara, yang memelihara selalu menderita sakit.

8. Berbulu hitam mulus dan panjang ekornya, namanya kucing putrakajantaka, tidak baik dipelihara. Berwatak selalu menumpahkan darah. Si pemeliharanya sering memperoleh musibah.

9. Berbulu kembang asem, attau coklat muda, panjang ekornya/bundel. Namanya kucing bramapati. Bersifat tidak baik yang memelihara sering kehilangan dan boros. Akan tetapi jika ekornya bundel, dan ekornya berwarna bule ada juga baiknya. Walau yang memelihara boros, tetapi berwatak menuntut pada kebaikan.

10. Kucing yang berbulu apa saja tetapi di bagian kepala, dada serta punggungnya ada usar-usarnya, namanya kucing candramawa. Bersifat amat baik, si pemelihara akan memperoleh keuntungan serta kemuliaan.

11. Kucing yang bisu, berwarna apa saja, namanya wisnutapa. Bersifat baik, yang memelihara akan tercapai segala yang diinginkannya serta mendapat keselamatan.
12. Kucing yang ke empat buah kakinya berwarna hitam, namanya witanaba. Bersifat baik yang memelihara memperoleh keselamatan.

13. Kucing yang keempat telapak kakinya dapat mencapai kepala, namanya kusumawibawa, bersifat baik, yang memelihara akan banyak memperoleh rejeki.

14. Kucing yang berwarna hitam, lambung kiri tembong putih, namanya wulantumanggal. Bersifat baik, si pemilik akan memperoleh apa yang diinginkah serta memperoleh keselamatan.

15. Putih warnanya, kepala sampai dada ada galer atau garis berwarna hitam, namanya janggamengku, bersifat baik, si pemelihara akan memperoleh banyak keberuntungan dan keselamatan.


Bookmark and Share

4 Mitos Unik Seputar Kucing

0 comments

Tentunya Anda pernah mendengar sebuah mitos yang mengatakan bahwa wanita hamil dilarang berdekatan atau memelihara kucing. Virus yang dibawa oleh kucing, konon katanya dapat membawa pengaruh buruk untuk sang cabang bayi. Namun, semua ini hanyalah mitos belaka.

Tak ada masalah dengan kucing, selama Anda merawatnya dengan benar dan menjaga kebersihannya. Memisahkan kandang kucing dengan ruangan keluarga, membersihkan kotoran dengan menggunakan sarung tangan dan membiasakan cuci tangan usai bermain dengannya, tentunya akan menjauhkan Anda dari virus.

Wanita hamil dilarang berdekatan dengan kucing hanyalah salah satu mitos dari kehidupan kucing. Namun, masih banyak mitos unik lainnya tentang dunia kucing yang belum diulas dan diketahui oleh para pecintakucing. Berikut ini adalah mitos seputar kucing yang dilansir dari Womansday.

Mitos: kucing dapat bebas di dunia luar.
Fakta: kucing rentan terhadap infeksi parasit, ini akan memperpendek umurnya.

Saat kucing bermain di luar rumah, mereka memang akan pulang dengan sendirinya. Namun ini adalah hal yang membahayakan untuk mereka. "Kucing yang di dalam rumah hidupnya tiga kali lebih lama dibandingkan dengan kucing yang hidup di luar rumah" jelas Marty Besker, dokter hewan. Roy Smith, juga menambahkan,kucing rumahan lebih terlindungi dari infeksi, parasit dan luka dari serangan hewan lain.

Untuk mengajaknya berjalan-jalan, Anda dapat menggendongnya atau menggunakan tali yang dikaitkan pada lehernya.

Mitos: Kucing akan bersemangat saat diberi susu.
Fakta: Kucing mengidap intoleran laktosa, mereka mudah diare saat konsumsi susu.

Memberikan susu pada kucing bukanlah ide yang baik. " Kebanyakan kucing intoleran pada laktosa, mereka akan diare saat minum susu. Selain itu kucing juga akan mengalami gangguan pada kantung kemih, jika terlau banyak asupan kalsium", jelas seorang pemilik dan direktur medis Klink Perawatan kucing di Madison, Illona Rodan.

Mitos: mendengkur berarti kucing senang.
Fakta: dengkuran adalah sinyal kucing sedang gugup atau terluka.

Kucing dapat melakukan dengkuran dengan berbagai macam alasan. Seperti rasa gugup, sakit, akan melahirkan, atau sedang mencoba berkomunikasi. "Dengkuran adalah cara mereka untuk menyampaikan kenyamanan dengan orang lain" kata Becker. Akan sulit membedakan kucing yang mendengkur karena bahagia atau dirinya sedang stres.

Saat mereka mendengkur, cobalah untuk menghiburnya yaitu dengan memberikan sentuhan. Jika Anda mencurigai kucing mendengkur karena cemas, mintalah pada dokter untuk membuatnya lebih rileks.

Mitos: kucing tak perlu pergi ke dokter hewan secara teratur.
Fakta: kucing lebih rentan penyakit dari pada anjing.

Kucing harus lebih sering mengunjungi dokter hewan ketimbang anjing. Beberapa dokter hewan menduga banyak kucing sakit karena pemiliknya tak pernah menyadari kondisi peliharaannya yang tak menyenangkan.


Bookmark and Share

Kucing Emas - Hewan Langka Yang Hampir Punah

0 comments

Kucing Emas merupakan jenis yangmisterius dan sangat sulit di jumpai saat ini, sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. pola hidup satwa ini belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya.

Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah. pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, Untuk pertama kalinya berhasil terpetret seekor kucing Emas yang berwarna hitam pekat. Satwa ini dapt ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m dari permukaan laut.

Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat.


Dan ada suatu artikel yang menyatakan:

Kucing Emas biasa di sebut Golden cat atau Fire cat, hewan ini termasuk salah satu hewan yg ikut dikampanyekan Cegah Satwa Punah oleh komunitas Adsense Surabaya. Kucing emas (Catopuma temminicki) merupakan salah satu dari tujuh jenis kucing yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Ciri utama dari Kucing Emas adalah hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat ke emas2an (sesuai namanya) tetapi ada juga yg berwarna abu abu atau coklat tua. Ada juga yg berwarna hitam dan jenis ini adalah jenis paling langka!


Kucing emas ini hidup tersebar dari daerah Tibet, Nepal, Cina, Burma, Thailand sampai Indocina, Malaysia, dan Sumatera. Ciri2 lain dari kucing emas ini memiliki berat rata-rata untuk ukuran kucing dewasa jenis tersebut sekitar 8-12 kg dengan panjang dari kepala sampai ekor mencapai 1,2 meter. Sebagaimana saudaranya kucing biasa, binatang ini kadang-kadang terlihat belang-belang tanpa menghilangkan warna spesifiknya. Binatang ini agak panjang dibanding dengan kucing biasa dan tidak pernah ditemui dengan warna hitam seluruhnya. Bagian belakang bundaran telinganya ada garis hitam pendek. Garis putih yangdibatasi warna putih terdapat di pipinya, yang muncul dari sudut bagian dalam matanya. Bagian perutnya selalu berwarna lebih terang dibanding bagian pinggulnya.

Lebih besar dari sepupunya dari Afrika, kucing emas Temminck Asia berukuran sebesar anjing. Ada lagiyang disebut Fishing Cat yang ditemukan di beberapa bagian dunia lainnya, yang ukurannya juga agak serupa. Wozencraft, dalam penjelasannya yang kontroversial mengenai sistim klasifikasi mengenai binatang ini tahun 1993 menganggap kucing emas Temminck adalah jenis Catopuma, bersama dengan kucing teluk Borneo yang dikatakannya merupakan salah satu versi dari kucing Temminck (Wozencraft 1993) juga. Kucing emas Afrika terpisah dari dua spesies itu dan kini berdiri sendiri dengan jenis (genus) Profelis. Semuakucing-kucing ini diklasifikasikan Sebagai Felis.

Bookmark and Share

Seorang Ibu Di Sulawesi Dikabarkan Melahirkan Biawak

0 comments

Masyarakat Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara digegerkan oleh kemunculan seekor biawak dengan panjang 1,5 meter. Boleh percaya atau tidak, biawak jantan ini diyakini memiliki ibu kandung seorang manusia dan memiliki saudara kembar

Seorang ibu bernama Normarasni mengakui biawak tersebut adalah buah hatinya (anaknya) yang lahir pada 22 tahun silam dan memiliki saudara kembar manusia. Biawak tersebut berjenis kelamin laki-laki pada saat lahir diberi nama Mansur, sedangkan saudara perempuan yang seorang manusia bernama Masrianti.

Mansur sang biawak ini ditemukan warga di sekitar tanggul Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara dan dibawa ke rumah ibunya, Normasrani di Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.


Menurut Normarasni, enam bulan yang lalu, sepasang biawak yang diketahui sebagai orang tua Mansur telah menjemput Mansur untuk ikut mereka saja, namun Mansur menolak dan memilih tinggal bersama Normasrani. "Meski begitu, Mansur berjanji akan menyusul ke Bau-Bau," kata Normarasni yang ditemui Senin (14/2).

Ia menjelaskan Mansur dilahirkan di Palopo, Sulawesi Selatan pada tanggal 22 November 1989 silam. Mansur memiliki saudara kembar manusia bernama Masrianti. Karena Mansur jelmaan seekor biawakdilepas maka dia dilepas di alam bebas dengan diadakan acara adat.

Normasrasni menambahkan bahwa seminggu sebelum kedatangan Mansur, dia kerap bermimpi bertemu Mansur dan akan rencana ke Bau-Bau. Mansur sempat meminta izin kepada saudara kembarnya yang berada di Palopo, Sulawesi Selatan, dimana saat Mansur datang, sang ibu bisa menjemputnya di tanggul kali Bau-Bau.

Bookmark and Share

Sebentar Lagi Capung Hilang Dari Indonesia!

0 comments

Dragonflies Association (WDA) atau komunitas pecinta capung internasional yang berpusat di Inggris. Diberitakan, capung di Indonesia terancam punah.

Tak mengherankan, semakin lama bertambah susah menemukan capung terbang di alam bebas. Di tahun 80-an, kita masih mudah melihat koloni capung di lapangan, di antara semak dan pepohonan, apalagi saat musim panas tiba.


Orang tua kita dulu masih percaya mitos, bahwa capung bisa menghentikan kebiasaan ngompol pada anak. Caranya dengan membiarkan capung menggigit pusar di perut. Pernah dengan kepercayaan demikian?

Dewasa ini, di mana kita bisa dengan mudah menemukan capung? Menurut Ketua Indonesia Dragonfly Society (IDS) Wahyu Sigit, catatan dari WDA berdasarkan temuan PBB menyebutkan kondisi perairan di Indonesia sangat memprihatinkan. Padahal kehidupan capung sangat tergantung pada kondisi air.


"Di beberapa daerah yang terdapat air, sudah banyak tidak ditemukan capung. Di Malang, capung tidak ditemukan di Talun atau sepanjang Sungai Brantas," paparnya seperti dikutip dari tribunnews.

Keberadaan capung Indonesia memang semakin mengkhawatirkan. Hal ini bisa disamakan dengan eksistensi kunang-kunang yang juga terancam punah.

Budayawan Prie GS pernah menyinggung hal ini dalam sebuah acara. Disebutkan, orang Jepang yang menyadari kunang-kunang telah musnah dari negeri mereka terpaksa beternak kunang-kunang agar bisa disebarkan lagi di alam. Apakah hal yang sama akan, dan terpaksa kita lakukan di negeri ini?


Catatan



Capung memiliki beberapa nama unik di setiap daerah. Orang Sunda menyebutnya papatong, di Jawa dikenal kinjeng, coblang, gantrung, atau kutrik. Orang Banjar mengenal kasasiur, dan di Flores disebut tojo.

Ironis, ada sekitar 700 jenis capung di Indonesia, dan 136 jenis di antaranya bisa ditemukan di Jawa. Faktanya, tidak banyak buku tentang capung untuk lebih mengakrabkan hewan pemakan jentik nyamuk dan hama di sawah ini.


Berdasar catatan IDS, hinggga kini hanya dua buku karya orang Indonesia yang membahas tentang capung, yitu "Mengenal Capung" karya Shanti Susanti terbitan Puslitbang Biologi-LIPI tahun 1998, dan kumpulan esai berjudul "Capung Teman Kita" yang diterbitkan Pelestarian Pusaka Indonesia pada 2011 lalu.

Apakah kita sudah terlambat menyelamatkan capung dari kepunahan?

Bookmark and Share

Kucing Berlafadz Allah

0 comments

Kucing Berlafadz Allah Ditawar 1 Juta

Subang - Memiliki bulu unik yang tidak dimiliki oleh kucing lain membuat si Kiki sempat ditawar dengan harga tinggi. Kucing berlafal Allah milik warga Subang itu sudah dihargai Rp1 juta.

Namun Abah Harna, si pemilik kucing tidak berencana melepas kucing ajaib itu. Kucing milik warga Desa Mundusari RT 14/04 Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang itu memiliki bulu yang jarang dimiliki sebagian besar kucing lainnya.

Bulu kucing yang didominasi warna hitam itu, pada bagian perut sebelah kanan tampak loreng putih yang bertuliskan lafal Allah dalam bahasa Arab. Sementara pada sebelah kiri, terdapat loreng putih yang menyerupai tulisan berlafal Muhammad.

Kiki, sebutan nama kucing itu, kini banyak diminati oleh warga yang melihatnya. Bahkan beberapa orang sudah menawar hingga Rp1 juta. "Sudah 2 orang yang menawar si Kiki hingga Rp1 juta. Tapi kami tidak berikan karena sudah terlanjur sayang sama si Kiki,” ujar Harna kepada INILAH.COM, Jumat (15/4/2011).

Yang berminat untuk memiliki bukan dari kalangan orang biasa. Harna menyatakan, dua orang yang berminat memiliki si Kiki merupakan pegawai sebuah bank di Subang dan Jakarta.

Meskipun banyak diminati, namun Harna tidak memberikan perlakuan khusus pada si Kiki. Seperti layaknya kucing lain, si Kiki dibiarkan berkeliaran dan berkembang biak.

"Sekarang sudah punya tiga anak, tapi bulunya sama seperti yang lainnya, nggak seperti si Kiki," kata Harna.
Bookmark and Share

Gelatik Jawa

0 comments

Java Sparrow
Padda oryzivora (Linnaeus, 1758), Sinonim: Lonchura oryzivora

Deskripsi
Sedang (16 cm.), berparuh merah. Burung dewasa berkepala hitam dengan bercak putih mencolok pada bagian pipi; tubuh bagian atas dan dada abu-abu; perut merah-jambu; ekor bagian bawah putih; ekor bagian atas hitam. Burung remaja berkepala kemerah-jambuan dengan mahkota abu-abu, dan dada merah-jambu.Iris merah; paruh merah-jambu; kaki merah.

Suara
tik” yang tajam khas, “tup” yang tenang, dan kicauan lembut yang diakhiri dengan frase merengek “ti tui”.Rekaman suara dapat di dengarkan di Macaulay Library.

Gelatik Jawa, Candi Prambanan, Yogyakarta 

Persebaran dan ras
Endemik atau diketahui hanya hidup di Jawa, Kangean, dan Bali. Diintroduksi secara luas, mulai dari Asia tenggara, Australia, bahkan sampai di kepulauan Hawai.

Tempat hidup dan Kebiasaan
Saat ini sangat jarang dijumpai di tempat yang terpencar-pencar. Hidup berkelompok di perkotaan, pekarangan, dan lahan pertanian. Menyerbu ladang jagung, sawah, dan gudang gandum. Bertengger dalam kelompok besar di kebun tebu dan pohon tinggi, dan sering saling menyelisik. Saat berebut tempat bersarang sering menggoyangkan badan dengan gerakan yang rumit.

Bookmark and Share