Pengaruh Trauma Aksara Jawa, Introspeksi Esoteris Perpecahan Kerajaan Mataram di Zaman VOC

0 comments

Perpecahan dalam satu kerajaan sering terjadi karena adanya persaingan antar kerabat dalam memperebutkan sebuah takhta. Di balik konflik tersebut selalu ada ego dalam diri seorang calon pemimpin yang merasa benar dan merasa mampu menjalankan pemerintahan dan menganggap calon pemimpin lainnya kurang tepat sebagai pewaris takhta. Konflik juga terjadi kala seorang tokoh mempunyai dendam kepada seorang raja, karena sang raja telah berbuat hal yang tidak pantas terhadap diri dan keluarganya. Musyawarah jarang dilakukan karena sang penguasa merasa dirinya benar dan tidak pantas seorang bawahan menyalahkan atasannya. Dalam sebuah kerajaan yang nampaknya tenang, sering muncul konflik kala terjadi pergantian takhta. Mengapa hal demikian sering terjadi? Bahkan dalam zaman setelah kemerdekaan? Sampai saat ini? Walau setting panggungnya tentu saja berbeda.


Tertulis bahwa Raden Patah, Raja Demak digantikan oleh Trenggono, salah satu putranya. Setelah Trenggono meninggal, terjadilah kemelut di Demak dan Kerajaan pindah ke Pajang dipimpin oleh Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) menantu Sultan Trenggono. Kemudian terjadi perang saudara antara Sultan Hadiwijaya melawan Arya Penangsang yang merasa lebih berhak menduduki tahta Demak, karena dia merupakan cucu langsung dari Raden Patah. 

Ki Gede Pemanahan beserta putranya Sutawijaya membantu Sultan Hadiwijaya mengatasi perang saudara di Demak dan karena kesuksesannya, kemudian diberi hadiah tanah di daerah Mataram, Jogjakarta. Sepeninggal Sultan Hadiwijaya kembali terjadi perang saudara antara Pangeran Benowo, putra Hadiwijaya dengan Arya Pangiri, Bupati Demak yang merupakan keturunan Trenggono. Pangeran Benowo kemudian meminta bantuan kepada Sutawijaya. Atas bantuan Sutawijaya, maka perang saudara dapat diatasi dan karena ketidakmampuannya maka secara sukarela Pangeran Benowo menyerahkan takhtanya kepada Sutawijaya. Dengan demikian berakhirlah kerajaan Pajang dan sebagai kelanjutannya muncullah kerajaan Mataram.

Sutawijaya adalah Raja Mataram pertama bergelar Panembahan Senopati (1586 - 1601). Pada awal pemerintahannya ia berusaha menundukkan daerah-daerah seperti Ponorogo, Madiun, Pasuruan, dan Cirebon serta Galuh. Panembahan Senopati digantikan oleh putranya yaitu Mas Jolang yang bergelar Sultan Anyakrawati (1601 - 1613). Ia juga berusaha meneruskan apa yang telah dilakukan oleh Panembahan Senopati. Akan tetapi sebelum usahanya selesai, sang raja meninggal dan dikenal dengan sebutan Panembahan Sedo Krapyak. Selanjutnya yang menjadi raja Mataram adalah Mas Rangsang yang bergelar Sultan Agung (1613 - 1645). Sultan Agung merupakan raja terbesar dari kerajaan Mataram. 

Pada tahun 1625 hampir seluruh pulau Jawa dikuasainya kecuali Batavia dan Banten. Sultan Agung berusaha mengusir VOC Belanda dan melakukan penyerangan terhadap VOC ke Batavia pada tahun 1628 dan 1629 akan tetapi serangan tersebut mengalami kegagalan.

Setelah wafatnya Sultan Agung, pengganti selanjutnya adalah putranya, Amangkurat I dan kemudian cucunya Amangkurat II, dan selanjutnya anak-keturunan Sultan Agung yaitu Amangkurat III, Paku Buwono I, Amangkurat IV, Paku Buwono II, Paku Buwono II. Sepeninggal Sultan Agung terjadi beberapa pemberontakan antara lain Trunojoyo 1674-1679, Untung Suropati 1683-1706, pemberontakan Cina 1740-1748.

Tercatat VOC berhasil menaklukan Mataram melalui politik “devide et impera”, kerajaan Mataram dibagi dua melalui perjanjian Gianti pada tahun 1755. Sehingga Mataram yang luasnya hampir meliputi seluruh pulau Jawa akhirnya terpecah menjadi Kesultanan Yogyakarta, dengan Mangkubumi sebagai raja yang bergelar Sultan Hamengkubuwono I dan Kasunanan Surakarta yang diperintah oleh Sunan Paku Buwono III. Selanjutnya, VOC Belanda kembali melalukan politik adu-domba sehingga di tahun 1757 terjadi perjanjian Salatiga. Mataram terbagi 4 wilayah yaitu sebagian Surakarta diberikan kepada Mangkunegara, dan sebagian Yogyakarta juga diberikan kepada Paku Alam selaku Adipati tahun 1813.

Sah-sah saja bila kita beralasan VOC Belanda melakukan politik “devide et impera”. Kita selalu bisa mencari kambing hitam pihak lain yang memang berupaya sekuat tenaga untuk memecah-belah kita, akan tetapi tanpa kesediaan diri kita memenuhi upaya pemecah-belahan tersebut, pemecahbelahan tidak akan terjadi. Bila putra-putri bangsa kita tidak mau dipecah-belah, maka kita tidak bisa terpecah belah. Sebelum VOC Belanda datang di Nusantara, perpecahan kerajaan pun sering terjadi.

Filosuf George Santayana menyampaikan, “Mereka yang tidak dapat belajar dari sejarah dikutuk untuk mengulanginya.” Dan nampaknya bangsa kita sering melupakan pelajaran sejarah, sehingga harus mengulangi pelajaran tersebut beberapa kali. Pada tahun 1977 Mochtar Lubis menyampaikan ciri-ciri manusia Indonesia. Penyakit terbanyak orang Indonesia adalah sifat ngambekan, dendam, mudah sakit hati. Nampaknya sampai kini ciri-ciri tersebut tidak mengalami perubahan yang berarti. Dan bila kita tengok sejarah masa lalu, nampaknya sifat demikian sudah ada pada diri para leluhur kita. 

Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh geografis Indonesia yang kurang menunjang. Iklim tropis membuat lembab, terlalu banyak kandungan air dalam tubuh, sehingga orang-orangnya mudah bergejolak. Akan tetapi bila bangsa Indonesia sadar dan mulai mengubah karakternya, maka karakter tersebut bisa diperbaiki juga. Tidak benar juga bila dikatakan bahwa konflik terjadi karena perbedaan agama. Sejak zaman Kerajaan Demak berdiri, mayoritas masyarakat Kerajaan Mataram pun mempunyai agama yang sama, akan tetapi konflik tetap terjadi juga. Bahwa perbedaan agama bisa menjadi pemicu itu memang harus diwaspadai.

Bapak Anand Krishna dalam materi program online Ancient Indonesian History and Culture menyampaikan adanya “Trauma Ajisaka”. Bahasa Jawa dibuat berdasarkan konflik antara Dora dan Sembada yang berakhir tragis. Kedua abdi Ajisaka tersebut masing-masing merasa benar dan merasa taat kepada Ajisaka yang satu, akan tetapi dengan persepsi yang berbeda. Dora merasa disuruh Ajisaka untuk memanggil Sembada dan membawa pusaka yang dijaga Sembada kepada Ajisaka

Sedangkan Sembada merasa bahwa Ajisaka telah meminta dia untuk menjaga pusakanya sampai diambil kembali oleh Ajisaka. Dalam diri Dora dan Sembada sejak dahulu memang sudah ada perbedaan persepsi. Dora ingin dekat dengan Ajisaka secara fisik, sedangkan Sembada ingin memegang kata-kata dari Ajisaka.

Salah satu program e-learning dari One Earth College (http://www.oneearthcollege.com/) adalah program Ancient Indonesian History And Culture (http://history.oneearthcollege.com/) yang bertujuan agar para peserta program dapat mengetahui dan menghargai sejarah awal Kepulauan Nusantara. Selanjutnya ada program Neo Transpersonal Psychology (http://stponline.oneearthcollege.com/) yang membahas tentang peningkatan kesadaran dari keadaan personal, ego-based menuju keadaan transpersonal, integensia-based. 

Kemudian program lainnya adalah Neo Interfaith Studies (http://interfaith.oneearthcollege.com/) yang mempunyai tujuan agar para peserta program dapat memberikan apresiasi terhadap keyakinan yang berbeda. Ketiga program tersebut sebenarnya saling kait-mengkait.

Ha Na Ca Ra Ka, Da Ta Sa Wa La, Pa Dha Ja Ya Nya, Ma Ga Ba Tha Nga. Ada utusan yang berbeda pendapat, masing-masing berkelahi mempertahankan pendapatnya dan kedua-duanya menemui kematian. 

Terpisahnya pemikiran bukan permasalahan yang besar, akan tetapi hati yang terpisah-pisahlah yang menyebabkan perpecahan yang berujung pertengkaran. Dora dan Sembada hidup bersama, kebersamaan fisik tanpa hati. Pemikiran mereka tidak saling mengisi. Kebersamaan semacam ini tidak ada apa-apa nya, tanpa makna. Mereka mati sia-sia. Saat napas terakhir pun mereka masih membawa-bawa kemarahan. Pada akhirnya mereka tidak mati membela ajaran, tetapi sebenarnya karena membela ego mereka sendiri.

Pada dasarnya masyarakat Nusa Jawa sulit menentang pemimpinnya, sehingga bila terjadi perselisihan, masyarakat akan mengikuti pemimpinnya masing-masing. Dalam materi program online Ancient Indonesian History and Culture, Bapak Anand Krishna menyampaikan. 

Karena Aji Saka seorang sakti, trauma-trauma ini terekam dalam kolam bawah sadar kolektif penduduk Nusa Jawa. Secara kejiwaan mereka: menghindari pertukaran pendapat; memendam kemarahan; mengingatkan orang yang dituakan dianggap membantah dan tidak sopan; takut terjadi salah paham; dan takut berbuat kesalahan di luar petunjuk. Kelima hal ini menjadi semacam etika tidak tertulis bagi para pengguna bahasa “HaNaCaRaKa”. 

Tidak ada yang salah jika kelima nilai di atas ditempatkan pada porsinya yang pas. Memang sebaiknya kita menghindari debat kusir, kemarahan, asal kritik, kesalahpahaman, dan melakukan sesuatu asal sesuai yang tertulis tanpa mengerti esensi latar belakang penulisan.

Tetapi trauma berkepanjangan ini telah menjadikan penerapan nilai-nilai ini menjadi semakin berlebih-lebihan dari generasi ke generasi. Menjadi semakin kaku dari generasi ke generasi sehingga mematikan inisiatif, diskusi dan kebebasan berpikir. Dan lagi-lagi hal ini merupakan makanan empuk para atasan yang korup/penguasa yang rakus yang menyalahgunakan kepatuhan dan kepasifan rakyatnya/bawahannya untuk dieksploitasi demi mempertahankan kekuasaannya.

Dalam materi program online Ancient Indonesian History and Culture, Bapak Anand Krishna juga menyampaikan hikmah pelajaran untuk tidak mengulangi tragedi Dora dan Sembada.

Ada beberapa hal yang perlu dipelajari sehingga peristiwa tragedi serupa dapat dihindari. Pertama dan yang terpenting adalah Jadilah Manusia Seutuhnya, dan Tumbuhkembangkan Nilai-nilai Bijak. Kedua-duanya Dora dan Sembada belumlah menjadi manusia seutuhnya. Dora terpaku pada hal-hal fisik, dan Sembada tertumpu hanya pada pikiran. Pelajaran kedua adalah Pahamilah yang Tersirat dari yang Tersurat. 

Dua-duanya hanya mengartikan pesan guru mereka secara tekstual saja dan mengabaikan konteksnya. Pelajaran ketiga, Jangan Mudah Tersinggung, dan Hindarilah Rasa Terhina. Sembada merasa tersinggung dengan ketinggihatian Dora, dan Dora merasa dihina dengan penolakan Sembada. Jangan Biarkan Perang Kata-kata Memuncak Menjadi Pertarungan - inilah pelajaran keempat. Dan, pelajaran kelima adalah Untuk Tidak Menyalahartikan Kematian yang Sia-sia sebagai Pengorbanan.

Manusia lahir membawa sifat genetik dari leluhur orang tuanya. Kemudian dia dididik oleh orang tua, pendidikan, lingkungan dan pengalaman pribadinya. Kebenaran bagi seseorang adalah kebenaran yang diterimanya secara repetitif-intensif sejak kecil. Beda orang tua, beda pendidikan, beda lingkungan dan beda pengalaman menghasilkan pemahaman kebenaran yang berbeda. Kala seorang tokoh merasa pemahamannya paling benar dan ingin orang lain menerima pemahamannya maka timbullah konflik. Inilah yang pertama kali harus disadari lebih dahulu. 

Selanjutnya seyogyanya para tokoh ingat kaidah emas, “Jangan melakukan sesuatu yang kita tidak senang bila orang lain melakukannya terhadap kita”. Oleh karena itu maka jalan terbaik adalah musyawarah dengan hati yang jernih.

Etika kepatuhan membabi-buta terhadap atasan, senior, yang dituakan telah memakan korbannya. Generasi muda Majapahit yang apatis dan kehilangan daya analisanya, termakan indoktrinasi Trenggana dan mengakibatkan permasalahan berkepanjangan. Nusantara sedang mengalami masa-masa kegelapan intelektualitas menyusul menyurutnya intelegensia akibat aksara Aji Saka, ketika Pakubuwana IX (1830-1893) muncul memperbaharui persepsi Aksara Jawa.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang melepaskan diri dari Trauma Dora dan Sembada silakan ikuti program online “Ancient Indonesian History and Culture

Bookmark and Share

Mengenal Pribadi Nenek Moyang Melalui Sejarah

0 comments

Sebuah bangsa terdiri dari suku – suku yang bersatu dan menjadi keluarga besar yang bernama bangsa. Mereka disatukan dengan banyak hal yang menjadi tantangan, tanggung jawab dan musuh bersama.

Anak bangsa takkan mampu melewati masa – masa sulit dalam perjalanan kehidupan berbangsa, jika mereka tidak mengenal sejarah suku - suku, dan bangsanya. Tentang nenek moyangnya, ajarannya, ikatan moral, kepercayaan, nilai dan budaya yang membentuk karakter, sifat, kebudayaan yang menjaga mereka dari sistem kesukuan, sosial dalam peradaban.

Kerasnya kehidupan suku, dan lingkungan yang membentuk mereka adalah bagian dari terbentuknya watak dan sifat. Melahirkan aturan – aturan, norma – norma,kepercayaan dan kearifan lokal. Apakah itu bernama ajaran kebaikan atau pun yang bernama agama.

Sejarah bukanlah penjelasan sederhana mengenai sebuah peristiwa, kejadian, asal usul manusia, suku, peperangan, pertikaian dan pembunuhan. Ada banyak alasan dan kaitan yang berhubungan dengannya dan semuanya berhubungan satu sama lain. melihatnya dari salah satu satunya saja akan menghilangkan dan mengaburkan inti sejarah itu sendiri.

Sejarah lebih luas dari hanya sekedar sejarah itu sendiri. Tanpa penjelasan yang luas mengenai apa yang diceritakan, dituliskan melalui lembaran – lembaran lontar, kuburan,istana dan benteng – benteng. Sejarah akan mengalami kehilangan nilai dan kajian dari peristiwa itu sendiri. Karena dimensi sejarah adalah berbicara mengenai semua hal yang menjelaskan dari berbagai sudut pandang yang ada, seperti lingkaran kehidupan.

Tak seorang pun dapat memahami jalan sejarah jika ia meletakkan kepihakan membabi buta terhadap apa yang menganggu hatinya, berkaitan dengan apa yang diyakini, apa yang dipahami. Jika ia menjelaskan sejarah tanpa hati dan pikiran terbuka, jadilah sejarah hanya sebuah alat, alat untuk membenarkan yang salah dan membelokkan yang benar.

Sejarah hakikatnya tidakkan hilang, walau seribu usaha keji membelokkan kejadian yang benar, karena sejarah akan kembali terulang. Sejarah bisa saja di hapuskan, diganti atau diubah. Tapi suatu saat sejarah kembali lagi, kembali dalam bentuk sejatinya, yaitu peristiwa. Peristiwa bagian dari mengenal kembali sejarah. Ia akan disusun, ditulis dan ditelusuri kembali. Walau sejarah bisa disembunyikan, suatu saat ia akan kembali berbicara.

Banyak yang berbicara tentang sejarah, tak sedikit mereka berkomentar tentang sejarah, tapi hanya sedikit yang memahami sejarah sebagai sebuah ilmu yang lebih luas dari hanya sekedar penjelasan mengenai kejadian, waktu, tempat dan nama. Sejarah juga berbicara mengenai kegetiran, amuk masa, kepentingan strategis, pengaruh, agama, budaya dan juga kekuasaan. Apakah sejarah mampu menjelaskan semuanya? dan merangkai semua alasan dan sebab kejadian?.

Hidup berbangsa adalah hidup dalam perjalanan sejarah, sebagaimana nenek moyang hidup dalam kerukunan dan juga pertikaian. Sejarah juga berbicara tentang perebutan sumber – sumber kehidupan, tapi sejarah juga mengenalkan bagaimana kita berbagi sumber – sumber itu untuk kehidupan dan berkompromi dalam banyak hal.

Pribadi nenek moyang dapat dikenali dan dipelajari dari sejarah. Melihat kentalnya darah, asinnya keringat, kerelaan berkorban, tingginya cita – cita, kuatnya keinginan, kerasnya kemauan, sabar dalam penderitaan dan tabahnya dalam merangkai semua harapan, itulah energi yang tersimpan. Begitu juga dengan penghianatan, penghancuran, peperangan, pertikaian, konflik berkepanjangan. Karena sejarah seperti dua wajah yang berjalan kedepan dan juga kebelakangan.

Kita akan terus belajar sejarah, belajar tentang hati, pikiran dan jiwa nenek moyang. Belajar bagaimana kesalahan dan kebaikan, melihat sisi positif dalam setiap tindakan, dan berhati – hati dalam pertikaian akibat kurangnya pengetahuan dan pengalaman.

Sejarah adalah mengenal dan bagaimana menelusuri darah kehidupan, darah dari nenek moyang. Mencintai dan meletakkan dihati dan pikiran. Itulah sejarah … itulah nenek moyang. Harta yang paling berharga yang di tinggalkan, dalam setiap goresan peristiwa dan kejadian. Agar anak cucu – cucunya belajar dari kesalahan, dan keluar dari kebodohan, nenek moyang menulisnya dengan lembar – lembar peristiwa untuk pelajaran, untuk kita semua. Dan jangan biarkan sejarah berjalan dan tenggelam dalam kesunyian.

Plangnya saja 'ngga' ke urus
Bookmark and Share

Asia Tenggara - Tanah Asal Peradaban Kuno Dunia

2 comments

Hampir semua tulisan tentang sejarah peradaban menempatkan Asia Tenggara sebagai kawasan ‘pinggiran’. Kawasan yang kebudayaannya dapat subur berkembang hanya karena imbas migrasi manusia atau riak-riak difusi budaya dari pusat-pusat peradaban lain, baik yang berpusat di Mesir, Cina, maupun India.


Stephen Oppenheimer berpendapat lain. Dokter ahli genetik yang belajar banyak tentang sejarah peradaban ini malah melihat kawasan Asia Tenggara sebagai tempat cikal bakal peradaban kuno berasal. Munculnya peradaban di Mesopotamia, Lembah Sungai Indus, dan Cina justru dipicu oleh kedatangan para migran dari Asia Tenggara. Oppenheimer. Didukung oleh data yang diramu dari hasil kajian arkeologi, etnografi, linguistik, geologi, maupun genetika.

Rekonstruksi Oppenheimer diawali dari saat berakhirnya puncak Jaman Es (Last Glacial Maximum) sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ketika itu, muka air laut masih sekitar 150 m di bawah muka air laut sekarang. Kepulauan Indonesia bagian barat masih Bergabung dengan benua Asia menjadi dataran luas yang dikenal sebagai Paparan Sunda. Namun ketika bumi memanas, timbunan es yang ada di kutub meleleh dan mengakibatkan banjir besar yang melanda dataran rendah di berbagai penjuru dunia.

Data geologi dan oseanografi mencatat setidaknya ada tiga banjir besar yang terjadi pada sekitar 14.000, 11.000, dan 8,000 tahun lalu. Banjir besar yang terakhir bahkan menaikkan muka air laut hingga 5-10 meter lebih tinggi dari yang sekarang. Yang paling parah dilanda banjir adalah Paparan Sunda dan pantai Cina Selatan. Paparan Sunda malah menjadi pulau-pulau yang terpisah, antara lain Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumatera. Padahal, waktu itu kawasan ini sudah cukup padat dihuni manusia prasejarah yang berpenghidupan sebagai petani dan nelayan. Bagi Oppenheimer, kisah ‘Banjir Nuh’ atau ‘Benua Atlantis yang hilang’ tidak lain adalah rekaman budaya yang mengabadikan fenomena alam dahsyat ini. Di kawasan Asia Tenggara, kisah atau legenda seperti ini juga masih tersebar luas di antara masyarakat tradisional.

Ketika banjir melanda, terjadi diaspora para penghuni kawasan ini. Mereka menyebar ke Barat hingga India dan Mesopotamia, ke Timur lalu menghuni Kepulauan Pasifik, dan ke Utara sampai ke Cina dan Jepang bahkan terus menyeberang ke Amerika lewat Selat Bering. Menurut Oppenheimer, diaspora ini cocok dengan rekonstruksi linguistik terbaru versi Johanna Nichols yang menyatakan bahwa Asia Tenggara sebagai pusat persebaran bahasa-bahasa dunia setelah akhir zaman Es. Ini tentu saja amat bertentangan dengan teori yang umum dianut, yang meletakkan tempat asal bahasa-bahasa Asia Timur (Tibeto-Burma, Tai-Kadai, Austroasiatik dan Austronesia) di timur Himalaya, tempat sungai-sungai besar di daratan Asia berhulu. Namun, Oppenheimer juga merujuk sintesis dari empat pakar arkeologi yang meyakini bahwa kawasan ex- Paparan Sunda adalah pusat diaspora manusia pada akhir zaman Es.

Petunjuk genetika pun membuktikan bahwa penduduk Asia Tenggara sudah menghuni kawasan ini paling tidak sejak akhir Kala Pleistosen, dan tidak banyak mendapat aliran gen baru dari daratan Asia. Oppenheimer yakin, ‘Orang Asli’ yang kini bermukim di Semenanjung Malaya adalah sisa penduduk asli Paparan Sunda yang ‘tetap tinggal di rumah’ ketika keluarga lainnya migrasi. Artinya, migrasi terjadi dari kawasan Kepulauan Asia Tenggara ke Daratan Asia, dan bukan sebaliknya. Jadi, migrasi penutur bahasa Austronesia pun bukan dari Cina Selatan-Taiwan ke Kepulauan Filipina-Indonesia lalu ke Pasifik dan Madagaskar seperti yang disintesiskan oleh ahli bahasa Robert Blust maupun ahli arkeologi Peter Bellwood. Justru dari Kepulauan Indonesia-lah, para penutur Austronesia berasal.

Bagi Oppenheimer, orang Sumeria yang menjadi peletak dasar peradaban di Mesopotamia adalah orang Asia Tenggara. Kesamaan benda-benda Neolitik yang muncul di Asia Tenggara dan Mesopotamia sekitar 7.500 tahun lalu menjadi salah satu bukti. Ciri fisik orang Sumeria yang bermuka lebar (brachycepalis) dan wajah tipikal ‘orientalis’ patung-patung wanita Sumeria bisa jadi bukti lainnya. Malahan, tokoh legenda Uthnapishtim, yang dalam wiracarita Gilgamesh dan daftar raja-raja Sumeria disebut sebagai satu-satunya orang yang selamat dari banjir besar, sehingga dianggap prototipe ‘Nabi Nuh’, tidak lain adalah personifikasi migran dari Asia Tenggara. Dalam legenda Babilonia, kedatangan migran Asia Tenggara direkam dalam kisah tujuh orang bijak yang datang dari laut (Timur) membawa berbagai keterampilan dan pengetahuan baru. Kisah seperti ini juga terdapat di Hindukush (pusat peradaban Indus kuno) dan dimuat dalam Buku Kematian Mesir kuno. Sementara itu, dalam berbagai varian, legenda ini masih tersebar luas di Kepulauan Nusantara hingga Pasifik.


Oppenheimer tidak berhenti sampai di situ. Ia mengungkapkan bahwa kisah bertema penciptaan Adam-Hawa hingga sengketa Kaen-Habel ternyata tersebar luas di Asia dan Pasifik. Di New Zealand, orang Maori menyebut wanita pertama sebagai ‘Eevee’. Dalam berbagai mitos di kawasan ini, manusia pertama dikisahkan dibuat dari lempung merah. Kisah sengketa dua saudara kandung juga populer di Papua Nugini dengan tokoh bernama Kullabop dan Manup. Karena itu, Oppenheimer yakin kisah Kejadian Dunia (Genesis) aslinya berasal dari Asia Tenggara, sehingga ia menganggap Asia Tenggara sebagai ‘Taman Firdaus’ (Eden in the East).


Teori hiper-difusionisme pun disusun dari paralelisme data arkeologi, organisasi sosial, religi, dan ciri etnografi lain yang terdapat di berbagai penjuru dunia (Trigger, 1989). Kalau dalam cara meyakinkan pembacanya, karya Oppenheimer ini mirip dengan karya-karya Eric von Daniken, yang menganggap peradaban manusia di bumi ini sebagai hasil transfer iptek dari mahluk angkasa luar !

Seperti von Daniken, Oppenheimer juga menggunakan penggalan-penggalan data arkeologi yang diramu dengan beragam hasil kajian ilmiah bidang lainnya. Gaya penyajiannya yang ilmiah populer membuat buku ini enak dibaca. Karya seperti ini dikenal sebagai pseudo-archaeology.

Membaca buku Oppenheimer memang mengasyikkan, khususnya bagi mereka yang berwawasan ‘posmo’. Nuansa dekonstruksi yang kuat dalam buku ini bisa membuat mereka sulit berhenti membaca. Hampir di tiap bagian ada kontroversi, yang kemudian dipecahkan dengan cerdik.. Apalagi, data yang dipakai amat mutakhir, termasuk data paling baru yang dikumpulkan si penulis sendiri saat ia praktek sebagai dokter di desa-desa terpencil Asia Tenggara dan Papua Nugini Eden in the East, the Drowned Continent of
Southeast Asia.

Stephen OppenheimerHardback : Weidenfeld & Nicholson Ltd,
London, 1998

Paperback : Phoenix Books, 1999

(xvi, 560 hal. Illustrasi.)“ASIA TENGGARA, TANAH ASAL PERDABAN KUNO DUNIA?”
Stephen Oppenheimer.

Bookmark and Share

Benteng Terluas di Dunia Ada di Bau-Bau

1 comments

Benteng keraton buton adalah bekas peninggalan Kesultanan Wolio / Buton dan kita biasa juga disebut BENTENG KERATON WOLIO.


Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara merupakan kawasan seribu pulau, seribu benteng dan istilah seribu lainnya. Pulau Buton (Kota Bau-Bau) secara geografis, merupakan kawasan timur jazirah tenggara Pulau Celebes/Sulawesi.

Benteng Keraton Buton adalah bekas peninggalan Kesultanan Wolio / Buton dan biasa disebut BENTENG KERATON WOLIO. Benteng Keraton ini juga masuk Guiness of Record pada tahun 2006 dan rekor MURI Sebagai benteng Terluas di dunia. Panjang keliling benteng tersebut 3 kilometer dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar (tebal) 2 meter.


Bangunannya terdiri atas susunan batu gunung bercampur kapur dengan bahan perekat dari agar-agar, sejenis rumput laut. Luas seluruh kompleks keraton yang dikitari benteng meliputi 401.911 meter persegi. Area yang demikian luas itu mengalahkan benteng terluas di dunia sebelumnya yang berada di Denmark.


Dengan demikian, Benteng Keraton tercatat sebagai yang terluas di dunia. Luasnya benteng ini bukan sekadar isapan jempol, di dalam kompleks benteng melingkupi satu wilayah kelurahan, dengan nama kelurahan Melai, dan tercatat sebagai salah satu kawasan terpadat di kota ini.

Banyak obyek menarik di dalam benteng Keraton Wolio itu. Di sana ada batu Wolio, batu popaua, masjid agung, makam Sultan Murhum (Sultan Buton pertama), Istana Badia, dan meriam-meriam kuno. Batu Wolio adalah sebuah batu biasa berwarna gelap. Besarnya kurang lebih sama dengan seekor lembu sedang duduk berkubang. Konon, di sekitar batu inilah rakyat setempat menemukan seorang putri jelita bernama Wakaa-Kaa yang dikatakan berasal dari Tiongkok.

Ada satu hal menarik yang patut diketahui penduduk di Nusantara terhadap keberadaan benteng Keraton Buton, yakni sebuah benteng yang tidak hanya berdiri dan diam membisu. Namun, di dalam kawasan benteng keraton terdapat aktivitas masyarakat yang tetap melakukan berbagai macam ritual layaknya yang terjadi pada masa kesultanan berabad abad lalu.


Di dalam kawasan benteng terdapat permukiman penduduk yang merupakan pewaris keturunan dari para keluarga bangsawan Keraton Buton masa lalu. Di tempat ini juga terdapat situs peninggalan sejarah masa lalu yang masih tetap terpelihara dengan baik. Di tengah benteng terdapat sebuah masjid tua dan tiang bendera yang usianya seumur masjid. Yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton III La Sangaji Sultan Kaimuddin atau dikenal dengan julukan ‘Sangia Makengkuna’ yang memegang takhta antara tahun 1591-1597.

Benteng ini memiliki panjang 2.740 meter yang mengelilingi perkampungan adat asli Buton dengan rumah-rumah tua yang tetap terpelihara hingga saat ini. Masyarakat yang bermukim di kawasan benteng ini juga masih menerapkan budaya asli yang dikemas dalam beragam tampilan seni budaya yang kerap ditampilkan pada upacara upacara adat.
Tetapi, ada sedikit bau mistik di dalam masjid tua itu. Di belakang mimbar khatib atau di ujung kepala imam tatkala dalam keadaan sujud terdapat pintu gua yang disebut ”pusena tanah” (pusat bumi) oleh orang-orang tua di Buton. Konon dari dalam gua itu keluar suara azan pada suatu hari Jumat. Peristiwa itu menjadi latar belakang pendirian masjid di tempat tersebut.


Ketika masjid itu direhabilitasi pada tahun 1930-an, pintu gua tadi ditutup dengan semen sehingga ukurannya lebih kecil menjadi sebesar bola kaki. Lubangnya diberi penutup dari papan yang bisa dibuka oleh siapa yang ingin melihat pintu gua itu.

Di salah sebuah kamar Kamali (istana) Badia, masih di kompleks keraton, terdapat meriam bermoncong naga. Meriam bersimbol naga tersebut dibawa leluhurnya Wakaa-kaa dari Tiongkok sekitar 700 tahun silam.

Meriam itu masih memiliki peluru dan masih bisa diledakkan. Kamali Badia itu sendiri tidak lebih dari rumah konstruksi kayu khas Buton sebagaimana rumah anjungan Sultra di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sesuai tradisi, rumah atau istana Kesultanan Buton harus dibuat keluarga sultan dengan biaya sendiri.

Khusus Benteng Keraton Buton yang aslinya disebut Keraton Wolio dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton VI (1632-1645), bernama Gafurul Wadudu. Benteng ini berbentuk huruf dhal dalam alpabet Arab yang diambil dari huruf terakhir nama Nabi Muhammad SAW.


Benteng Keraton Wolio memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga (bastion). Tiap pintu gerbang (lawa) dan bastion dikawal empat sampai enam meriam. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Oh ya, konon pada masa pembuatan benteng keraton ini bahan baku utama yang digunakan adalah batu-batu gunung yang disusun rapi dengan kapur dan rumput laut (agar-agar) serta putih telur sebagai bahan perekat. 
Bookmark and Share

Jejak Peradaban yang Masih Terkubur di Nusantara

2 comments

Piramida bukanlah berasal dari Mesir, bukan pula pertama kali di buat di Mesir. Piramida adalah bagian dari awal mula peradaban Nuswantara yang harus segera dibuktikan kebenaran sejarahnya, oleh Bangsa Nuswantara. Di antara warga Nusantara (sekarang Indonesia) yang meyakini bahwa piramida pertama kali dibuat di Nusantara adalah komunitas Turangga Seta yang informasi mengenainya dapat di akses di (lakubecik.org) dan dalam Facebook GregetNuswantara.groups.facebook.com.

Hingga saat ini berbagai upaya penelitian yang dilakukan atas tuntutan keilmuwan public telah dilakukan oleh Turangga Seta atas bukti-bukti yang berserakan. Tuntutan keilmiahan suatu penemuan antara lain dilakukan dengan uji-uji dan kajian menggunakan metode mainstream/sains Barat atau Ilmiah yang baku. Turangga Seta sendiri berkali-kali menyatakan bahwa penemuan dilakukan dengan metode M.I.T (Menyan Institut of Technologi) atau teknologi Menyan (menyan-dupa-hio), yang dibakar sebagai medium yang menghantarkan pada jalan dan proses penentuan kordinat lokasi (baik lokasi bangunan terkubur maupun temuan dan laku (cara) yang harus dilalui sebagai bagian dari mengikuti tatacara Leluhur dan menghormati Ajaran Leluhur.


Sebagai bagian dari bukti-bukti sejarah peradaban Nuswantara yang belum terungkap, piramida memang masih kontroversi, sesungguhnya akan lebih kontroversi lagi apabila terkuak bahwa bangunan di Nuswantara tidak hanya pyramid. Bangunan-bangunan besar yang sedianya kini hanya ada di negeri-negeri Eropa ternyata ada di Nuswantara sebut saja acropolis (keprabon dalem) atau Dome. Tentunya informasi tentang bangunan tersebut belum dapat diterima oleh nalar bangsa Indonesia yang mayoritas dikungkung atau dihegemoni oleh pemikiran dan ilmu pengetahuan sejarah yang berasal dari Barat (Belanda, Inggris, Amerika Serikat).

Sejarah dunia, sebagaimana ilmu pengetahuan sains atau social dikuasai dan dihegemoni oleh pengetahuan dari Barat. Jikalau kita mau kritis, ada berbagai fakta sejarah yang terjadi di Nusantara tidak dicatat atau masuk dalam percaturan sejarah dunia. Misalanya jika kita membaca peta Dunia yang dibuat abad ke-16 menunjukkan bahwa Nuswantara masih dianggap suatu tempat yang manusianya belum beradab (lihat gambar). Disamping itu, pada masa modernpun Indonesia Nusantara tidak dimasukkan dalam suatu percaturan politik dunia yang diperhitungkan, padahal pada realitasnya tahun 1955, Indonesia menjadi tuan rumah bertemunya bangsa-bangsa kulit berwarna Asia-dan Afrika yang dijajah Barat dan lambat-laun satu persatu Negara-negara di Asia dan Afrika merdeka dari belenggu penjajahan politik barat…

Untuk sejarah Nuswantara pengkaburan dan kesesatan informasi mengenai sejarahnya semakin bertambah parah sejak sejarah di Nusantara diajarkan di sekolah-sekolah dengan system pengajaran modern (barat). Ketika para pengajar, ilmuwan sejarah pun berguru ke negeri (beasiswa) yang secara sains ‘menguasai’ “mendominasi’ wacana ‘paradigma’ ‘kebenaran’ sains dan ilmu pengetahuan social, maka dengan tanpa kajian kritis banyak dari para pengajar akhirnya menginternalisasi kebenaran sejarah tentang Indonesia dari sejarah yang diajarkan oleh bukan orang Indonesia, utamanya penjajah..

Berikut ini antara lain gambaran pembacaan Turangga Seta atas relief di Candi Penataran yang melukiskan bahwa raja Nuswantara mempunyai dua orang (dibelakangnya) sebagai pengawal dan seorang yg menyembah di depannya (bangsa Yahudi).

Bookmark and Share

Nabi Isa Mengajarkan Tauhid

1 comments

Nabi Isa Alaihissalam adalah nabi yang dijungjung tinggi dan dihormati oleh kaum muslimin. Beliau diutus oleh Allah Swt kepada Bani Israil untuk mengajarkan Tauhid yaitu menyembah hanya kepada Allah saja, tidak kepada yang lain.

Hal ini terungkap dalam surat al-Maidah : 72 "Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata :”Sesungguhnya Allah itu dialah Almasih putra Maryam".

Padahal Almasih (sendiri) berkata,: ”Wahai Bani Israil Sembahlah AllAh, Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) AllAh, maka sungguh AllAh mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah di neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang zalim itu”

Kemudian dalam ayat 73-76, Allah berfirman : "Sungguh telah kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan yang Maha Esa".

Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang -orang kafir diantara mereka akan ditimpa azabyang pedih. Mengapa mereka tidak bertobat kepada Alloh dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Almasih putra Maryam hanyalah seorang Rasul.

Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan ) kepada mereka (ahli kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka) Katakanlah (Muhammad) : ”Mengapa mereka menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”, Melalui ayat tersebut, jelas sekali bahwa yang diajarkan oleh Nabi Isa adalah Laa Ilaha Illallah yang artinya "Tidak ada Tuhan (yang wajib disembah dan diikuti) kecuali Allah".

Sebagai seorang Rasul, Nabi Isa bertugas menyampaikan risalah kebenaran yaitu agar tidak ada yang disembah di belahan muka bumi ini kecuali hanya ALLAH yang ESA dan MAHA PENYAYANG kepada makhluknya.
Bookmark and Share

Andrew Carlssin - Manusia dari Tahun 2256

1 comments

Pada tanggal 28 Januari 2003, Seorang pria bernama Andrew Carlssin digiring oleh FBI atas permintaan SEC (Security and Exchange Commission) untuk diinterogasi atas kecurigaan melakukan insider trading. Kecurigaan itu bermula ketika SEC mengetahui bahwa Carlssin berhasil meningkatkan portofolionya senilai $800 menjadi $350.000.000 hanya dalam dua minggu.

Ia menaruh portofolionya pada 126 keputusan trading yang berisiko tanpa sekalipun gagal. Bayangkan jika anda berjudi kemudian ada orang yang selalu menang berturut-turut, pasti anda akan langsung curiga orang tersebut melakukan kecurangan atau manipulasi. Begitulah yang terjadi dengan Carlssin. Dia melakukan keputusan-keputusan aneh tetapi berhasil meningkatkan uangnya menjadi jutaan dolar hanya dalam dua minggu.

Ketika diinterogasi oleh FBI, Carlssin yang berusia 44 tahun memberikan penjelasan yang luar biasa bagaimana ia mendapatkan kekayaannya tersebut. Ia mengakui bahwa ia berasal dari tahun 2256.

Berikut potongan artikel koran setempat mengenai Carlssin


Pengakuan Carlssin "aku tidak dapat menahan diri, padahal aku telah berusaha untuk kelihatan natural, dengan membuat diriku rugi sedikit disini, sedikit disana. Namun kelihatannya aku terhanyut dengan suasana."Menurutnya, dia berasal dari tahun 2256, itulah mengapa dia memilih untuk bermain saham di tahun 2000an, karena ia dapat mengambil keuntungan yang lumayan.

Untuk meyakinkan FBI bahwa ia memang berasal dari masa depan ia memberikan prediksi. Ia memberikan prediksinya tentang tanggal pasti invasi Amerika ke Irak, dan ia memberikan tanggal yang tepat. Carlssin juga menawarkan untuk memberi tahu lokasi Osama Bin Laden dan obat penyembuhan bagi AIDS. Yang dia inginkan hanyalah dilepaskan dan dibiarkan kembali ke mesin waktunya.

Ketika ditanya, Carlssin menolak untuk memberitahu lokasi mesin waktunya atau mendiskusikan cara kerjanya karena takut teknologi itu dapat jatuh ke tangan yang salah. Tentu saja FBI tidak begitu saja mempercayai cerita Carlssin. Namun sebuah sumber dari SEC mengakui bahwa tidak seorangpun yang dapat melacak asal-usul Carlssin sebelum Desember 2002, Seakan-akan Carlssin tidak pernah ada sebelum itu.

Yang lebih anehnya lagi berita tentang Carlssin tiba-tiba saja menghilang dan tidak pernah diungkit lagi. Demikian pula keberadaannya. Tidak ada media yang meliputnya kembali. SEC dan FBI bahkan kemudian menyangkal bahwa mereka pernah menangkap Carlssin (Apakah kisah Carlssin ini menjadi rahasia negara, sehingga langsung disangkal?). Pengacaranya mengatakan bahwa Carlssin harusnya menemui dia untuk acara dengar pendapat di pengadilan pada tanggal 2 April 2003, namun ia tidak muncul, hilang begitu saja.

Kenapa semua informasi tentang Carlssin seperti sengaja ditutup2i, padahal sebelumnya situs berita resmi Weekly World News tanggal 25 Februari 2003 menulis artikel tentang Carlssin, yang kemudian dikutip oleh media-media terkemuka seperti Yahoo news. Namun tetap saja FBI menyangkal telah menangkap Carlssin, bahkan mereka mengatakan tidak mengetahui siapa Carlssin itu.

Pada saat ditangkap tahun 2003, Carlssin berusia 44 tahun. Namun Carlssin mengatakan bahwa hingga saat ini, ia tidak bertambah tua sedikitpun. Ketika ditanya apa yang ia lakukan selama tahun-tahunnya yang hilang, ia menjawab ,”No Comment.” Dan soal kehebohan yang ditimbulkannya, Carlssin berkata,”Waktu adalah segalanya dan segala sesuatu terjadi sesuai waktunya. Aku disini sekarang. Jadi inilah waktuku." mungkin dia ingin menegaskan dia telah melakukan perjalanan waktu.

Sebenarnya teori time travel sudah ada dan beberapa pihak bahkan sudah mencoba untuk mewujudkannya. Seperti di Jenewa, CERN - sebuah organisasi fisika nuklir Eropa sedang melakukan eksperimen membuat lubang hitam mini yang dapat diaplikasikan untuk perjalanan lintas waktu. Dan CERN tentu saja bukan organisasi sembarangan mengingat merekalah yang menemukan Internet (World wide web). John Titor yang mengaku berasal dari tahun 2036 juga mengatakan cikal bakal terciptanya mesin waktu adalah konsep teori lubang hitam CERN.

Bahkan Einstein dan Hawking, dua dari fisikawan terbesar sepanjang masa percaya bahwa manusia dapat mengadakan perjalanan lintas waktu. Einsteinlah yang sebenarnya memulai ide tentang perjalanan waktu dengan teori relativitasnya.

Tidak cukup sampai disitu, Ronald Mallet, seorang profesor fisika dari Universitas Connecticut telah menggunakan persamaan Einstein dan sinar laser untuk menciptakan mesin waktu. Bahkan Prof Mallet memprediksikan bahwa dalam 10 tahun ini, manusia sudah dapat menemukan mesin waktu yang dapat digunakan untuk perjalanan lintas waktu.

Apakah ini berarti mesin waktu itu memang benar ada? berarti semua yang diungkapkan oleh orang2 yang mengaku dari masa depan seperti Carlssin dan Titor adalah benar? Mungkinkah semua ini akan terjawab?

FBI dan SEC berulang kali menyangkal kisah tentang Carlssin, bahkan mereka mengaku tidak mengenal dan mengetahui apa2 tentang Carlssin. Kalau menurut saya, tidak ada asap kalau tidak ada api. Tidak mungkin berita yang sudah dikonfirmasi dan dipublikasikan melalui situs berita resmi seperti Weekly World News dan Yahoo News tiba2 disangkal dan hilang begitu saja. Pasti ada sesuatu yang sengaja ditutup2i oleh pihak tertentu demi kepentingan mereka.

Kalaupun Berita itu hoax, seharusnya ada klarifikasi lebih lanjut dari media terkait dan orang yang fotonya muncul di artikel koran tersebut.
Bookmark and Share