BATU MELAYANG

BATU MELAYANG

Benarkah foto di atas adalah batu yang dipercaya bahwa pada saat Nabi Muhammad hendak Isra Mi'raj batu tersebut mengikuti beliau? Suatu cerita mengatakan, batu tersebut mengikuti Nabi Muhammad yang hendak Isra Mi'raj namun Nabi menjejakan kakinya ke batu tersebut agar tidak mengikutinya. Dikatakan masih ada jejak Nabi Muhammad di batu tersebut. Batu yang dijejak atau ditendang Nabi saat batu itu melayang, akhirnya batu itupun berhenti dalam posisi melayang.

Namun cerita lain mengatakan batu itu sebenarnya tidak melayang, melainkan sudah di edit fotonya sehingga terlihat melayang atau mengapung. Untuk melihat referensinya silakan klik Flickr.

Jika memang batu tersebut melayang, dan berada pada posisi di tengah-tengah permukiman, maka seharusnya sudah banyak yang mengabadikannya, entah itu wartawan, peliput berita dan televisi dan lain-lain, tapi nyatanya tidak ada.
Sumber lain mengatakan bahwa batu tersebut sekarang telah diklaim oleh Israel sebagai situs sejarah mereka, jadi tidak sembarang orang boleh mempublikasikannya.

Namun apakah batu itu benar-benar melayang ? 



Apakah batu yang mengikuti Nabi Muhammad saat hendak Isra Mi'raj benar-benar ada ? ya ada dan itu asli. Namun sudah tersimpan di tempat yang aman dan dilindungi oleh kaum Muslim sendiri di Masjid Kubah Emas atau Dome Of Rock.

Jadi kita tidak harus terburu-buru dengan cerita heboh yang selalu menembel-embeli cerita Islami atau dihubungkan dengan kekuasaan Allah. Alangkah baiknya jika kita mencari sumber yang Valid atau terpercaya.
Lalu foto-foto di atas yang menyebutkan batu melayang itu sebenarnya batu apa ? Setelah dilakukan penelitian dan pemikiran oleh para anggota forum Muslim di daerah / kawasan Arab sendiri diambil kesimpulan, bahwa jika dalam versi Indonesia, batu melayang tersebut telah di embel-embeli kisah Nabi Muhammad SAW saat hendak Isra Mi'Raj.  Tetapi pada Forum anggota berbahasa Arab sendiri kesimpulannya tidak seperti itu, melainkan batu tersebut adalah batu yang berasal dari wilayah Al Hasa atau Al Ahsa BUKAN Al Aqsa. Yaitu dari kawasan Timur Arab Saudi dari desa yang bernama Al Tuwaitsir. Diceritakan oleh forum berbahasa Arab tersebut bahwa konon batu tersebut melayang setinggi 10cm disuatu hari bulan April tanpa sebab dan sumber yang jelas.
Berdasarkan keterangan dari seorang anggota forum tersebut, yang juga berasal dari kawasan yang dipercaya tempat batu melayang itu menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melihat batu terbang atau melayang.
Untuk rujukan silahkan klik forum berbahasa Inggris ini : The Mistery of Floating Rock



Lalu kisah yang sebernarnya tentang 'batu melayang' pada peristiwa Isra Mi'raj itu seperti apa ? atau bagaimana ?

Batu Melayang, Kubah Emas dan Masjid Al Aqsa

Karena batu melayang tersebut selalu dihubungkan dengan peristiwa Isra Mi'raj, maka kita sebagai umat Muslim perlu tau tentang kebenaran cerita tersebut. Banyak juga yang salah paham tentang Masjid Kubah Emas dan Masjid Al Aqsa


Batu Isra Mi'raj dan Masjid Kubah Emas

Ada kepercayaan umat Muslim tentang Batu Isra Mi'raj,  batu ini berada di Yarussalem Palestina, dan batu tersebut benar-benar ada. Sekarang batu tersebut berada di wilayah yang disebut Mount Tample oleh orang Yahudi, dipercaya kuil Nabi Sulaiman pernah dibangun di wilayah tersebut. Kaum Muslim menyebutnya Haram al Quds al Syarif atau kawasan yang Suci dan Mulia.
Kaum Muslimin sudah lama menghormati batu tersebut, dikisahkan bahwa Khalifah Umar bin Khatab pernah mengunjungi batu tersebut setelah menundukan Yarussalem. Ketika khalifah Abdul Malik bin Marwan berkuasa ia memerintahkan untuk membangun masjid Qubah ash Shakhra atau Kubah Batu pada 685M yang melindungi batu tersebut dan para pengunjung dari terik dan dingin.  Bangunan tersebut  menurut para sejarawan bertujuan untuk menyaingi kemegahan bangunan-bangunan keagamaan lain di Yarussalem seperti Gereja Holy Sepulchre, dan untuk mencegah kaum muslimin terpesona dengan bangunan keagamaan agama yang lain. Maka uang sebanyak 10.000 Dinar emas dilebur untuk melapisi bagian kubah tersebut.  Jadilah masjid Kubah Emas yang melindungi batu Isra Mi'raj tersebut hingga kini.Wikipedia.


Ibnu 'Arabi tentang batu terbang
Dalam kitab al-Israk wal-Mikraj oleh Khalid Saiyyid Ali di halaman 82, atas tajuk yang bermaksud 'Tempat Nabi bermikraj', disebut di bawahnya suatu penulisan (yang bermaksud): "Berkatalah al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi, ketika membuat penjelasan (syarah) Kitab al-Muwattak oleh Imam Malik disebutkan, batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban Allah SWT. "Batu itu berdiri sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi." "Di puncaknya dari arah selatan, itulah tempat kaki Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam berpijak untuk menaiki Buraq, di sebelah itu agak condong. Dikatakan kerana kegerunannya atas kehebatan baginda Sallallahu ‘Alaihi Wasallam maka batu itu tergantung, saya sendiri takut untuk berada di bawahnya, kerana takut batu itu menghempap saya kerana dosa-dosa saya." "Setelah beberapa ketika kemudian, saya pun memberanikan diri dan masuk berteduh di bawahnya, maka saya dapat melihat pelbagai keajaiban. Saya dapat menyaksikan ia dari semua arah. Saya benar-benar melihatnya terpisah dari bumi. Ada arah yang lebih jauh terpisah dari bumi daripada arah yang lain."





Gambar di samping adalah foto udara wilayah Haram Al Syarif yang dibatasi oleh tembok tinggi dengan latar belakang wilayah Kota Tua Yerusalem. Masjid Kubah Emas terlihat mencolok di tengah wilayah tersebut. Ada satu lagi bangunan berkubah yang berada pada sisi kanan bawah. Itulah bangunan Masjid Al Aqsha.
Sebagai sebuah masjid, Khalifah Umarlah yang pertama kali membangunnya dalam bentuk bangunan kecil. Khalifah Al Malik yang juga membangun Kubah Emas kemudian memugar dan memperluasnya. Setelah beberapa kali pembanguan kembali dan pemugaran karena hancur oleh gempa, bangunan yang sekarang ada merupakan peninggalan Masjid dari masa kekhalifahan Fatimiyah sekitar awal abad ke 10.
Hari ini, wilayah Kota Tua Yerusalem telah berada di bawah kekuasaan Israel. Namun, wilayah Haram Al Syarif dengan Kubah Emas dan Masjid Al Aqsha-nya tetap berada dalam pengelolaan Kementrian Waqaf Yordania. Secara umum, hanya orang islam saja yang diperkenankan memasuki wilayah ini. Pada tahun 2007, sempat terjadi protes besar-besaran di dunia islam karena pemerintah Israel melakukan penggalian di bagian luar tembok yang berbatasan langsung dengan Masjidil Aqsha.

Jadi Batu Melayang yang asli bukanlah yang terlihat seperti pada foto yang paling atas, tapi batu tersebut sudah pada di tempat yang aman, yaitu berada di dalam Masjid Kubah Emas atau Qubah ash Shakhra atau Masjid Kubah Batu.




Semoga bermanfaat.

Sumber : alhabibislamicwebservice



Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar