MISTIK


Hantu, dukun, santet, pelet, pengasihan di istilahkan khalayak dengan  MISTIK. Pokoknya segala jenis dan bentuk takhayul yang dianggap mencederai akal sehat adalah MISTIK. Cilakanya seringkali di media televise maupun layar lebar berlangsung stigmatisasi bahwa pelaku MISTIK diatas ditokohkan menggunakan kostum Jawa, penuh kepulan kemenyan serta penuh “syetan”.

Angka 5 menjadi 2, angka 3 menjadi 8, angka 1 menjadi 0, angka 4 menjadi 7, angka 6 menjadi 9, itupun disitilahkan dengan MISTIK. Para penikmat togel sudah sangat paham dengan “rumus” diatas. Entah darimana asal rumus ini lahir, yang jelas tidak termasuk dalam pelajaran fisika atau kimia. Tapi biarlah, toh rumus bukan monopoli fisika, matematika atau kimia.

Aspek batin dari setiap agama juga di istilahkan dengan MISTIK. Menurut Paul Srange, seorang ahli kebatinan jawa dari barat, MISTIK berasal dari kata MYSTICISM, yang bermakna aspek batin dari setiap agama. Pelaku MISTIK dinamakan dengan istilah SALIK dalam terma islam, atau Gnosis dalam terma barat. Prof. Damardjati Supadjar, seorang filsuf ahli jawa dalam kuliahnya sering bertanya kepada mahasiswanya, “Anda LAHIR darimana?”. Umumnya para mahasiswa menjawab dengan “SAYA lahir dari Ibu saya, atau dari sumedang”. Jawaban itu menurut sang filsuf salah, yang benar adalah, “Saya LAHIR dari BATIN”. Lelaku MISTIK melaksanakan Syariat, tarekat, hakikat, makrifat dilaksanakan bersamaan , artinya tidak hanya berhenti pada tataran syariat saja, melainkan maksud BATIN dari syariat itu digali lebih dalam lagi untuk mengenal JATI DIRI, kemudian bermuara kepada mengenal TUHAN, menuju TUHAN.
“Yang mengenal diriya, mengenal Tuhannya”.

Dalam salah satu teks macapat syariat, tarekat, hakekat, makrifat disimbolkan dengan buah kelapa. Syariat adalah sabutnya, tarekat adalah batoknya, hakekat adalah isinya dan makrifat adalah intisari santannya. Rila, narima, sabar, sukur, iklas merupakan kualitas batin yang terus diolah oleh pelaku MISTIK. Khasanah budaya Jawa baik dalam sastra , bahasa dan istilah Jawa, maupun syair gendhing jawa kaya akan ajaran MISTIK dimaksud. Sebagai contoh istilah “KITA” diistilahkan dalam bahasa krama sebagai “KULA PANJENENGAN SAMI” , jika diterjemahkan per-kata menjadi “SAYA DAN ANDA SAMA”.  Atau dalam salah satu senggakkan gendhing jawa“SEMBAH KALBU YEN LUMINTU DADI LAKU”. Salam Budaya! Sumber.

Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar