Lightbeings


PERBEDAAN MANUSIA DIMENSI 3 (BUMI) DENGAN MAHLUK DIMENSI LEBIH TINGGI (LIGHTBEINGS)

Perbedaan antara manusia dimensi 3 (Bumi) dengan mahluk dimensi yang lebih tinggi. Mahluk dimensi lebih tinggi yang dimaksud disini bukanlah astral (mahluk dimensi 4), tapi lightbeings. Apa itu lightbeings? Lightbeings adalah mahluk dimensi 5 ke atas yang hidup di jalan cahaya, hidup sesuai kehendak Tuhan. Yang termasuk lightbeings adalah spiritual extraterrestrial (et) juga malaikat. Baiklah, mari kita bahas satu persatu perbedaannya.

Perbedaan yang paling mendasar antara manusia Bumi dengan lightbeings adalah dari sisi SPIRITUALITAS. Lightbeings hidup SPIRITUAL, sementara manusia Bumi hidup relijius. SPIRITUAL berbeda dengan relijius. Di artikel yang sebelumnya, sudah saya jelaskan apa perbedaan SPIRITUAL dengan relijius. Lightbeings mengerti apa itu SPIRITUALITAS sesungguhnya. Mereka sadar bahwa agama seharusnya jadi jalan untuk lebih memahami hakikat keTuhanan, hakikat kehidupan. 

Tidak seperti manusia Bumi, dimana yang diagungkan adalah agama & tokohnya, bukan Tuhan, sehingga yang terjadi adalah peperangan. Ketika jiwa sudah mengerti apa itu hakikat keTuhanan, hakikat kehidupan, SPIRITUALITAS sesungguhnya, maka agama sudah tak diperlukan lagi. Karena agama hanya konsep 3D di planet ini saja. Di planet/bintang lain, di dimensi lebih tinggi, tak ada agama. Mahluknya hidup SPIRITUAL, harmonis dengan seluruh mahluk di alam semesta.

Perbedaan yang selanjutnya adalah pada sisi EGO. Lightbeings hidup tanpa menonjolkan ego masing-masing. Mereka hidup dengan CINTA KASIH. Mereka sangat memahami apa itu CINTA. CINTA mereka tak sebatas kepada lawan jenis, namun bersifat universal, kepada semua mahluk di seluruh alam semesta. Sementara manusia Bumi masih hidup dengan menonjolkan ego masing-masing. Kebencian, keserakahan, kecemburuan, iri-dengki, kesombongan, agresif, kebohongan, kompetisi. Kemiskinan, kelaparan, penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan, peperangan, polusi. Semua hal negatif begitu pekat menyelimuti planet ini. Konsep CINTA mayoritas manusia Bumi hanya sebatas kepada lawan jenis.


Kemudian dari sisi CARA HIDUP. Lightbeings hidup saling memberi, BEKERJA SAMA. Karena itu mereka hidup damai, harmonis, tanpa peperangan. Sangat berbeda dengan manusia Bumi, dimana kompetisi sudah jadi bagian hidup sehari-hari. Kompetisi dalam belajar, mencari pekerjaan, berkarier, berbisnis, berpolitik, olahraga, mencari pasangan, kompetisi, kompetisi, kompetisi…. semuanya penuh dengan persaingan. Bagi mayoritas manusia Bumi yang terpenting adalah “Aku menang dan kau kalah”. Oleh karena itu gap diantara masing-masing individu sangat besar, terutama di daerah perkotaan. Berbeda dengan lightbeings, dimana mereka berpedoman pada konsep “Win-win solution”. Bagaimana caranya supaya semua pihak diuntungkan, supaya semua menang. Ini karena lightbeings menguasai apa itu konsep ONENESS, bahwa KITA SEMUA ADALAH SATU.

Dalam kehidupan sehari-hari lightbeings saling BERKONTRIBUSI, sementara manusia Bumi bekerja. Apa bedanya BERKONTRIBUSI dengan bekerja? Kita bisa membedakannya dari 2 aspek, pertama tujuan, kedua reward (imbalan). BERKONTRIBUSI bertujuan untuk melayani sesama. Yap, itulah kuncinya, PELAYANAN. 

Lightbeings hidup dengan melayani sesama. Kita tak akan pernah mengerti apa itu CINTA KASIH sebelum kita MELAYANI sesama. Dalam KONTRIBUSI tak ada atasan atau bawahan, melainkan pemimpin dan yang dipimpin. Apakah sodara/iku melihat perbedaannya? Sementara bekerja dalam istilah Bumi adalah untuk memenuhi kebutuhan sendiri. “Kamu bekerja, kamu dibayar, kamu hidup”, seperti itulah sederhananya. Sudah lama sekali penghuni planet ini hidup dengan cara demikian. Hidup hanya untuk bertahan hidup. 

Oleh karena itu, bervibrasi pada tingkat yang sangat rendah. Dalam bekerja, selalu ada atasan & bawahan. Sudah berapa kali kita mendengar atasan yang sok memerintah bawahanlah, semena-menalah, mendiskriminasilah, bla… bla.. bla… Jadi jelaslah bahwa BERKONTRIBUSI untuk melayani sesama, sementara bekerja untuk melayani diri sendiri. Dari aspek reward (imbalan) lightbeings yang saling BERKONTRIBUSI membagi pendapatannya dengan adil, sesuai besarnya kontribusi setiap individu pada masyarakat. Sementara dalam bekerja sudah seberapa sering kita mendengar orang mengeluh, bahwa apa yang mereka dapat tak setara dengan hasil pekerjaan mereka. 

Atau justru itu kita alami sendiri? Di satu sisi ada orang yang bekerja ringan sementara dia dibayar lebih banyak. Sementara di sisi lain ada yang bekerja membanting tulang tapi bayarannya lebih sedikit. Ini sungguh timpang bukan… Tapi mau bagaimana lagi, itulah bekerja, itu sudah menjadi hal yang lumrah. Sebagai catatan, para lightbeings di dimensi lebih tinggi sudah tidak memakai uang lagi. Perekonomian mereka mengacu pada sistem barter. Konsep ini lebih adil. Ini sangat berbeda dengan di Bumi. Uang beresiko tinggi untuk ditimbun/ditumpuk, dimanipulasi.

Lightbeings sudah tak terikat oleh kebutuhan fisik seperti manusia Bumi, misalnya: makan, minum, sex. Ingatlah, lightbeings adalah mahluk dimensi lebih tinggi, mereka tak sepadat kita yang ada di dimensi 3. Oleh karena itu mereka sudah tak terikat lagi dengan kebutuhan ragawi. Lalu apakah lightbeings tidak makan & minum? Mereka masih melakukannya, tapi berbeda dengan kita yang melakukannya untuk menghilangkan rasa lapar & haus, mereka melakukannya semata-mata hanya untuk tahu sensasi rasanya. 


Oleh karena itu para lightbeings tak pernah mengenal penyakit busung lapar, obesitas, diare, sembelit. Jadi, para lightbeings juga tidak melakukan sex? Jawabannya adalah ya, mereka sudah tak melakukannya lagi. Lalu bagaimana para et bereproduksi? Sekali lagi ingat bahwa mereka punya bentuk yang tidak sepadat kita di dimensi 3. Mereka bereproduksi bukan dengan sex, tapi lebih ke menanam benih energi. Antar pasangan juga masih ada proses bercinta, tapi sekali lagi bukan dengan sex yang bersifat ragawi, yang ditonjolkan adalah emosi, emosi CINTA KASIH. Karena itu, para lightbeings juga tak mengenal penyakit kelamin, HIV/AIDS, impotensi.

Ini adalah saatnya Ibu Bumi untuk bertransisi/bertransformasi/berevolusi menuju dimensi lebih tinggi, energi lebih tinggi, vibrasi lebih tinggi. Dan semua penghuninya harus bisa selaras dengan vibrasinya jika masih ingin tetap hidup diatasnya. Setelah evolusi, Bumi tak akan sepadat ini, begitu juga isinya. Para penghuninya tak akan menjadi mahluk padat lagi, tapi menjadi eterik, seperti para lightbeings. 


Nah… pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita sudah siap berubah? Apakah kita sudah cukup SPIRITUAL? Sudahkah kita mengesampingkan ego dan hidup dengan CINTA KASIH? Sudahkah kita menghilangkan kompetisi dan saling BEKERJA SAMA? Sudahkah kita hidup untuk MELAYANI sesama? Sudah mampukah kita mengontrol diri dari hal-hal yang bersifat ragawi? Jika kita sudah bisa menjawab semua pertanyaan ini dengan YA, THEN WE ARE READY TO ASCEND WITH GAIA.


Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar