Candi Kotes


Candi Kotes terletak di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Bangunan Candi Kotes terbuat dari batuan andesit dan memiliki arsitektur yang unik di mana dalam detail bangunan candi ini tidaklah simetris. Selain itu, Candi Kotes mempunyai sejumlah bangunan.

Candi Kotes I mempunyai ukuran panjang 360 cm, lebar 224 cm, tinggi 142 cm, dan struktur bangunan candibya hanya tinggal bagian kaki candi yang berbentuk segi empat.. Candi Kotes I arahnya menghadap ke barat dan pada bagian timur laut candi terdapat pahatan angka 1223 Saka (1301 M). 

Di atas kaki candi terdapat dua buah altar dan satu miniatur candi. Miniatur candi ini memiliki tiga bagian yaitu atap candi, tubuh candi dan kaki candi. Di bagian tubuh candi terdapat pintu gerbang yang menghadap ke arah barat dan di atas pintunya tersebut terdapat hiasan berupa kala, sedangkan di sisi sebelah utara, timur dan selatan tubuh candi terdapat relung-relung semu yang di atasnya juga terdapat hiasa kala. Bagian atap candi berbentuk kubus yang penuh dengan ukiran dan hiasan antefik. 

Candi Kotes II kondisi bangunannya masih baik dan mempunyai ukuran panjang 754 xm, lebar 537 cm dan tingginya 90 cm. Candi Kotes II berbentuk segi empat, dan bangunan yang tersisa hanya berupa dasar candi dan tangga masuk yang berada di sebelah barat, sedangkan di sisi tangga terdapat pahatan angka tahun 1222 Saka (1300 M).   


Selain bangunan candi, di kawasan Candi Kotes juga terdapat beberapa tinggalan lain seperti: arca, batu candi, miniatur candi, umpak, dan yoni. Sayang sekali kondisi arca-arca di kawasan Candi Kotes telah rusak. Umumnya arca yang tersisa tinggal bagian kakinya saja, sehingga tidak dapat dikenali lagi. 

Dengan adanya yoni, dapat disimpulkan bahwa Candi Kotes adalah candi dengan latar belakang keagamaan Hindu. Sebab yoni adalah simbol aspek wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Syiwa (dewa dalam agama Hindu). Menurut penuturan masyarakat sekitar candi, sebelum terbentuk desa Kotes dahulu kala di wilayah ini merupakan hutan belantara. Pemberian nama Kotes bersumber dari seringnya di wilayah ini pada kala itu sering munculnya sumber air kecil pada setiap musim hujan. Di sumber air tersebut selalu ada ikan kecil yaitu anak dari ikan cengor (yang namanya Kotesan). 

Secara historis, berdirinya Desa Kotes adalah pada zaman Belanda menjajah Indonesia. Sedangkan pada zaman kerajaan Majapahit , masyarakat Kotes membantu kerajaan Majapahit perang melawan kerajaan Daha Kediri. Pada perang tersebut yang menang Kerajaan Majapahit sehingga Kotes diberi hadiah yang berupa candi , kemudian terkenal dengan nama Candi Kotes.

Latar belakang pendirian Candi Kotes diperkirakan merupakan anugerah yang diberikan raja kepada masyarakat Kotes karena telah melindunginya selama dalam masa pelarian. Saat kutaraja Singosari jatuh dalam pemberontakan Jayakatwang, Raden Wijaya terlebih dahulu singgah di Desa Kotes sebelum akhirnya menuju Kudadu Jombang untuk menghimpun kekuatan bersama Arya Wiraraja dari Madura. 

Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar