Alien Masa Lalu - Pendatang Dari Bintang Lain

PENDATANG DARI BINTANG LAIN

Sejarah masa silam masih terlalu kabur bagi kita. Sejarah hidup nenek moyang yang sebenarnya masih sulit untuk kita gambarkan, dan benda-benda yang mereka tinggalkan masih sangat sulit untuk kita tafsirkan maknanya.
Para wisatawan antar bintang yang mendarat di bumi, melakukan serangkaian ekspresimen penelitian disini, dan bersikap ramah terhadap nenek moyang kita. 


Namun, sebelum melakukan studi singkat mengenai itu semua, buanglah jauh-jauh anggapan bahwa tulisan-tulisan kuno dan bentuk-bentuk kesenian yang mereka gambarkan sebagai sesuatu yang fiktif / karangan omong kosong belaka dan terlalu imajinatif. 


Mulailah meyakini bahwa apa yang diciptakan oleh nenek moyang kita dahulu, baik itu catatan, arca-arca, lukisan-lukisan merupakan sebuah gambaran dari apa yang benar-benar mereka alami/saksikan secara langsung.

Mulailah melakukan penelitian terhadap kemungkinan adanya pengunjung purbakala dari berbagai peninggalan mereka tersebut. 
Jika kita jeli mengamati hal ini, benang merah dari sebagian misteri prasejarah perlahan-lahan akan muncul satu persatu ke permukaan.


Tample of Baalbek






Bisa dibilang bangunan ini adalah sebuah karya besar dari peradaban dulu. Baalbek yang disebut juga dengan The Temple of Jupiter ini adalah sebuah bangunan raksasa yang terletak di 86 km sebelah selatan kota Beirut, London. Dikatakan dibangun oleh alien, berkaitan dengan cara pemasangan ukiran batu seberat 125 ton di atas tiang setinggi 20 meter dan masing-masing tiang itu beratnya 100 ton.






Pintu gerbang gapura kota Matahari.Tiwanaku-Bolivia.
Lukisan tahun 1877
Gerbang Matahari dikatakan sudah ada semenjak 
manusia belum memiliki peradaban.


Artefak kuno China yang menggambarkan alien. Umur ukiran itu berusia 3000 tahun. 

Relief yang menggambarkan piring terbang pada piramida Giza - Mesir.


Ditemukan di sebuah gua di kota Val monika, Italy, yang berusia 10.000 B.C, yang terlihat 2 makhluk seperti sedang memakai baju luar angkasa astronot.

Gambar di bawah ini ditemukan di Tassili, Gurun Sahara, Afrika Utara, yang berusia 6.000 B.C, apakah dia mirip manusia? Dan perhatikan benda berbentuk Disk di sebelah kanan atas, seperti UFO?





Diantara sekian banyak lukisan di gua-gua, candi, lukisan tangan dan artefak/patung-patung kuno yang menggambarkan akan adanya teknologi maju pada masa lampau, ribuan tahun yang lalu, yang diyakini sebagai pendatang dari bintang lain.







The Dogons







Bangsa Dogon sudah banyak dikenal oleh banyak orang karena mitos dan legendanya. Bangsa tersebut mempunyai populasi sebanyak 300.000 yang tinggal di barat daya Nigeria dekat dengan Mali, dekat Douentza dan sebelah utara dari Burkina. Tempat tinggal bangsa Dogon telah dimasukkan sebagai harta dunia karena kebudayaan dan kealamiannya. Mereka terkenal akan kemampuan artistik and pengetahuan tentang Astrologi, terutama bintang Sirius, dimana bintang tersebut menjadi pusat ajaran agama mereka. 

Bangsa Dogon sejak dahulu sudah mengetahui bahwa Sirius-A, salah satu bintang paling terang, berada di sebelah sebuah planet kerdil putih bernama Sirius-B, yang tentu saja hal tersebut baru saja diidentifikasi oleh ilmuwan barat pada tahun 1978. Bangsa Dogon telah mengetahui hal tersebut kira2 sedikitnya 1000 tahun yang lalu. 




Selain pengetahuan tentang Sirius star, mitologi mereka juga mencakup Cincin Saturnus dan 4 bulan utama Planet Jupiter. Mereka juga punya 4 calendar, untuk matahari, venus, sirius, dan bulan, serta telah mengetahui sejak lama bahwa planet berotasi mengelilingi matahari. Darimana semua pengetahuan bangsa Dogon Berasal?

Berdasarkan cerita dan tradisi mereka, ada sebuah ras dari sistem Sirius Star, yang dipanggil Nommos, mengunjungi Bumi ribuan tahun lalu. Bentuk Nommos sangat jelek, mirip amphibi, seperti ikan duyung. Aneh nya, mitos tersebut juga muncul di peradaban Babylonia, Accadian, dan SUmeria. Dewa Isis dari mesir, yg kadang2 digambarkan sebagai duyung, juga dihubungkan dengan planet Sirius. Ras Nommos, menurut legenda DOgon, hidup di sebuah planet yg mempunyai orbit di bintang lain di Sirius system. Mereka mendarat ke bumi dengan angin kencang dan ribut yang bising. Dan ras Nommos tersebut yg memberikan pengetahuan tentang Sirius kepada mereka.

Anunnaki
Mungkin dan memang masih banyak lagi tentang peninggalan masa lalu yang berhubungan dengan pendatang dari bintang lain [alien] pada masa lalu, dari sini ada keinginan untuk share salah satu artikel berbahasa Inggris tentang Anunnaki dan Mahakarya-nya.
JANIS BALODIS / 05 JUN 2011 / 15:50
INDIVIDUAL WORK – IMPRESSIONS ABOUT THE DAY BEFORE YESTERDAY

I want to be a good participant of the BaNd Expanded and share my impressions about last two days and this day.
Firstly, there are lot of impressions about the day before yesterday, which started with video lecture by Zecharia Sitchin. This man has written 7 books where he explains his theories. The main idea is that Sumerian culture is created by ancient aliens called Anunnaki. Anunnaki are inhabitants of planet called Nibiru and Nibiru is the planet beyond Neptune. Nibiru has a very elliptical orbit. Nibiru reaches inner solar system every 3,600 years. Annunaki arrived on Earth probably 450,000 years ago. They mined gold and other minerals. At one point they got bored of it and created new workers – Homo sapiens. How did they do that? Simple – combined their DNS with DNS of Homo erectus. Tada! Where are the Annunaki now? They went away, because of nuclear war between them and humankind (as I understood). Will they come back? Sitchin says yes, in this 21st century.
Madness? Then explain how ancient people were able to move these stones.


It is still impossible nowadays.
Has Sitchin received critics? A lot, for example this – “If these are gods, why are they stuck with our cheap B movie technology of rockets, microphones, space-suits, and radiation therapy? If they are gods, then why can’t they have some really divine technology such as intradimensional worm-hole travel, antigravity, starlight propulsion, or black hole bounce rematerializations? Sitchin has constructed what appears to be a convincing argument, but when he gets close to single images on ancient tablets, he falls back into the literalism of “Here is an image of the gods in rockets.” Suddenly, ancient Shumer is made to look like the movie set for Destination Moon.”
The day before yesterday we also visited Kadriorg park and then some nice semi-private bar called NOKU which means little boy’s penis. Austrian guy laughed about this joke a lot.
TAGS: BAND EXPANDED, TALLINN
Comments are closed.
Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar