Yahudisme dan Islam


Semua yang berbau Yahudi dibenci oleh sebagian besar muslim. Produk-produk Israel dianjurkan untuk tidak digunakan atau diboikot. Pendudukan Israel di Palestina barangkali merupakan pemicu konflik antara Yahudi dan dunia Islam, walaupun yang juga menjadi korban adalah semua orang Arab Palestina disana: yang islam, yang kristen, yang druze. Bangsa yahudi ini banyak diceritakan dalam al quran, begitu juga dalam hadist-hadist.

Yahudisme sendiri definisi menurut wikipedia adalah religi, filosofi atau cara hidup orang yahudi. Supaya mudah dan familiar saya akan menyebutnya sebagai agama yahudi. Agama ini merupakan agama monoteis (satu Tuhan) yang tertua di dunia, diperkirakan telah ada sejak 3000 tahun yang lalu. Perhitungan pada tahun 2010 jumlah penganutnya sekitar 13 juta, 42% tinggal di Israel, 42% lainnya di US dan Canada dan sisanya di Eropa.

Saya akan menyampaikan mengenai ritual dalam agama yahudi yang tampaknya tidak asing dibandingkan dengan ritual dalam islam, walaupun barangkali persamaannya hanya dalam beberapa aspek, tidak secara keseluruhan. Saya harap tulisan ini berguna sebagai pengetahuan bagi muslim di Indonesia.

1. Sunat.

Disebut dengan brit milah, hanya dilakukan pada bayi laki-laki. Upacara sunat ini dilakukan pada bayi berumur 8 hari dan dilakukan oleh seorang mohel. Brit millah dianjurkan dilakukan pada pagi hari, walaupun tidak harus. Ritual ini terdapat dalam kitab injil hebrew (PL?) Genesis 17:1-14 yaitu perjanjian Tuhan dengan Ibrahim.

Ibu yang baru melahirkan mengalami masa niddah (tidak suci) selama 33 hari jika anaknya laki-laki dan 66 hari jika anaknya perempuan.

Pidyon Ha-Ben adalah upacara untuk penebusan anak pertama kalau laki-laki dan dilakukan pada bayi berumur 31 hari. Anak ini ditukar dengan perak senilai 5 shekel atau 5 dolar pada masa sekarang yang dibayarkan pada seorang kohein.

2. Shalat

Orang yahudi yang taat bersembahyang 3 kali sehari yaitu pada pagi, siang dan malam (shacharit, minchah, dan ma’ariv), 4 kali di hari Sabbat atau hari raya dan 5 kali pada Yom Kippur. Sembahyang dalam hebrew disebut tefilah (sembahyang) atau amidah (berdiri) dan dilakukan menghadap ke Yerusalem. Serupa dengan islam sembahyang yahudi ini juga lebih baik jika dilakukan secara berkelompok. Ada jenis sembahyang khusus yang disebutberakhot (berkah) dimana dilakukan gerakan,yaitu membengkokan lutut lalu punggung dibengkokan 90 derajat.

3. Puasa

Seorang yahudi taat biasanya melakukan puasa 6 hari dalam setahun. Puasa tidak boleh pada hari Shabat kecuali bersamaan dengan Yom Kippur. Puasa paling utama adalah pada yom kippur. Diyakini Tuhan menulis buku nasib untuk tahun depan pada hari rosh hashanah (tahun baru) dan menyegelnya pada yom kippur. Puasa 24 jam ini wajib dilakukan oleh semua orang yang mampu, kecuali yang sakit parah. Tidak boleh makan, minum, menyikat gigi, berkegiatan, menyalakan api, hanya berdoa di sinagog. 

Pria mengenakan jubah putih yang melambangkan kain kafan dan perempuan juga mengenakan pakaian putih, tidak boleh ber make-up dan memakai perhiasan. Yom kippur adalah hari pertobatan, hari dimana umat mengakui kesalahan dan pada akhir hari dianggap Tuhan telah membebaskan umatnya. Ucapan selamat yom kippur adalah ‘Gemar chatimah tovah’yang artinya ’semoga anda diselesaikan dan disegel dengan baik’.

Hari penting puasa lain adalah pada Tisha B’av. Hari ini memperingati keruntuhan Kuil yang petama, dan larangannya tidak sebanyak pada yom kippur. Ada juga puasa personal yang dilakukan untuk menghindari malapetaka, misalnya karena menjatuhkan gulungan Torah. Jumlah puasa yang harus dilakukan bisa dikurangi dengan membayar tzedakah (sedekah). Senin dan Kamis dianggap hari yang memberi harapan untuk berpuasa.

4. Zakat.

Zakat pendapatan (ma’aser kesafim) sebesar 10% dari penghasilan harus disedekahkan. Agar tidak berat maka begitu mendapat penghasilan sebaiknya langsung dikeluarkan ma’aser nya.

Selain itu ada juga terumah, ma’aser rishon (zakat sayuran), terumat ma’aser (zakat sayuran yang tumbuh di israel), and ma’aser sheni (zakat gandum, anggur dan minyak zaitun)

5. Qurban.

Ritual ini sudah tidak dilakukan setelah runtuhnya kuil Yerusalem pada 70 M. Dikenal sebagai qorbanot, yaitu persembahan dan pengorbanan hewan. Torah mengatakan bahwa qorban hanya boleh dilakukan ditempat yang sudah ditentukan Tuhan, dan karena kuil itu sudah hancur maka tidak bisa dilakukan lagi. Binatang yang dikurbankan haruslah binatang ternak seperti sapi, kambing, domba atau bahkan unggas, kalau makanan haruslah yang sudah diolah seperti yang terbuat dari tepung atau masakan.

Qorbanot berasal dari akar kata Qof-resh-bet yang artinya ‘mendekatkan’, yaitu tujuan dari ritual ini yaitu mendekatkan diri pada Tuhan. Persembahan terbagi beberapa macam antara lain: persembahan bakaran (olah) , persembahan damai (zebach sh’lamim), persembahan dosa (chatat), persembahan rasa bersalah (asham), persembahan makan dan minum (minchah). Ada juga parah adumah (sapi merah), yaitu persembahan sapi khusus berwarna merah untuk mensucikan badan yang terkena mayat.

6. Rumah Tuhan atau Kuil Jerusalem.

Kuil jerusalem atau kuil suci Beit HaMikdash (rumah Suci); Biblical: Beyth HaMiqdhash diperkirakan lokasinya di Gunung Kuil (Temple Mount) di area kota tua Yerusalem. Menurut injil hebrew kuil ini pertama kali dibangun pada 957 SM oleh raja Sulaiman, dihancurkan pada 586 SM oleh bangsa Babilonia. Kuil yang kedua dibangun kembali pada 538 SM dengan wewenang dari Cyrus the Great raja Persia yang menjajah Yerusalem. Nama hebrew untuk kuil ini adalah Beit HaMikdash atau “Rumah suci”, dan disebut dalam injil hebrew dengan berbagai nama seperti Beit YHWH (Rumah Tuhan) atau hanya Beiti (Rumah saya) atau beitechah (rumahMu) atau heichal (Kuil)/haikal.

Kuil ini adalah tempat dimana dilakukan persembahan kurban. Ada persembahan pagi, sore, persembahan istimewa di hari shabbat, dan hari raya lain. Sebagai bagian dari persembahan harian disana juga dilakukan sembahyang harian. Kuil kedua ini dihancurkan oleh kekaisaran Romawi pada 70M. Setelah itu dimulailah ritual ratapan dan ziarah ke dinding barat oleh bangsa Yahudi yang diperkirakan dimulai sejak abad ke 4 M.

Sukkot adalah festival ziarah ke kuil Yerusalem. Festival ini merayakan tabut/ tabernakel yaitu bangunan sementara berdinding (pondok) yang dihiasi tanaman, bisa bambu atau ranting tanaman. Ini untuk mengingat tenda sederhana pada hari-hari berkelana selama 40 hari di gurun pasir setelah keluar dari Mesir. Sukkot dilakukan selama 7 hari mulai tanggal 15 Tishrei. Selama itu mereka tinggal didalam sukkah. 

Dalam Imamat Tuhan menyuruh Musa “Pada hari pertama kamu harus mengambil produk dari pohon Hadar, cabang pohon-pohon palem, dahan pohon rindang, dan willow dari sungai” (Imamat 23:40), dan “Anda akan tinggal dalam pondok selama tujuh hari, semua warga Israel akan hidup dalam pondok, agar generasi mendatang tahu, bahwa Aku membuat orang-orang Israel tinggal dalam pondok ketika Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir” (Imamat 23: 42-43).

Selama festival sukkot dilakukan upacara mengelilingi kuil satu kali sambil membawa empat spesies tanaman(arbaah minim). Hari terakhir sukkoh atau hari ke tujuh adalah Hoshana Rabbah (doa besar) dilakukan berkeliling di kuil yerusalem sebanyak 7 kali dengan membawa arba’ah m inim(empat jenis) yaitu daun kurma kuncup (lulav), ranting myrtle (hadass), ranting willow (aravah) dan citron (etrog) sambil membaca hoshanot. Shofar (terompet dari tanduk kambing) dibunyikan setiap putaran. Masa sekarang hal ini dilakukan dengan mengitari altar di sinagog.

Setelah itu 5 batang willow dipukulkan ketanah sambil merapalkan chabit chabit velah barich untuk menyimbolkan penghilangan dosa. Ini juga menyimbolkan doa untuk meminta hujan dan keberhasilan pertanian.

Yahudisme dan Islam Bagian 2 [Baca sampai ke bagian Revisi]

1. Makanan Yang Diharamkan

Dalam al quran 5:3 tercantum makanan yang diharamkan bagi muslim yaitu bangkai, darah, daging babi dan hewan yang disembelih bukan atas nama Allah. Tapi muslim juga biasanya berpantang makanan hewan yang hidup didua alam seperti kepiting dan kodok;burung bercakar juga dilarang. Hal ini mirip dengan yang tercantum dalam Perjanjian Lama atau Tanakh (bagian dari Taurat) seperti dibawah ini:

Dalam Imamat

11:9 Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air: segala yang bersirip dan bersisik di dalam air, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan.


11:10 Tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik di dalam lautan dan di dalam sungai, dari segala yang berkeriapan di dalam air dan dari segala makhluk hidup yang ada di dalam air, semuanya itu kejijikan bagimu.

11:11 Sesungguhnya haruslah semuanya itu kejijikan bagimu; dagingnya janganlah kamu makan, dan bangkainya haruslah kamu jijikkan.

11:12 Segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik di dalam air, adalah kejijikan bagimu.

11:13 Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut;

11:14 elang merah dan elang hitam menurut jenisnya;

11:15 setiap burung gagak menurut jenisnya;

11:16 burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya;

11:17 burung pungguk, burung dendang air dan burung hantu besar;

11:18 burung hantu putih, burung undan, burung ering;


11:19 burung ranggung, bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar.

11:20 Segala binatang yang merayap dan bersayap dan berjalan dengan keempat kakinya adalah kejijikan bagimu.

11:21 Tetapi inilah yang boleh kamu makan dari segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berjalan dengan keempat kakinya, yaitu yang mempunyai paha di sebelah atas kakinya untuk melompat di atas tanah.

11:22 Inilah yang boleh kamu makan dari antaranya: belalang-belalang menurut jenisnya, yaitu belalang-belalang gambar menurut jenisnya, belalang-belalang kunyit menurut jenisnya, dan belalang-belalang padi menurut jenisnya.

2. Memanjangkan Jenggot

Muslim dianjurkan untuk memanjangkan jenggot. Ini pun terdapat dalam Imamat

19:27 Janganlah kamu mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling dan janganlah engkau merusakkan tepi janggutmu.

21:5 Janganlah mereka menggundul sebagian kepalanya, dan janganlah mereka mencukur tepi janggutnya, dan janganlah mereka menggoresi kulit tubuhnya.

3. Menutup rambut untuk perempuan

Korintus I

11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

11:6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

4. Pembatasan untuk Perempuan yang sedang Menstruasi


Muslimah yang sedang menstruasi dilarang untuk shalat, ke mesjid, menyentuh quran, berpuasa atau berhaji. Begitu juga dalam masa nifas (sesudah melahirkan).

Dalam Imamat

12:2 “Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis.

12:3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.

12:4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.

12:5 Tetapi jikalau ia melahirkan anak perempuan, maka najislah ia selama dua minggu, sama seperti pada waktu ia bercemar kain; selanjutnya enam puluh enam hari lamanya ia harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas.
5. Patung


Membuat patung manusia atau binatang dilarang dalam Islam karena bisa menuju pada pemberhalaan. Ada juga larangan membentuk relief, ukiran kayu dan menggambar hewan dan manusia. Ini juga terdapat dalam kitab Ulangan.

4:16 supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan;

4:17 yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara,

4:18 atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi;

27:15 Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan, suatu kekejian bagi TUHAN, buatan tangan seorang tukang, dan yang mendirikannya dengan tersembunyi. Dan seluruh bangsa itu haruslah menjawab: Amin!
6. Mengucapkan Amin

27:15 Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan, suatu kekejian bagi TUHAN, buatan tangan seorang tukang, dan yang mendirikannya dengan tersembunyi. Dan seluruh bangsa itu haruslah menjawab: Amin!


27:16 Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

27:17 Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

27:18 Terkutuklah orang yang membawa seorang buta ke jalan yang sesat. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

27:19 Terkutuklah orang yang memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

27:20 Terkutuklah orang yang tidur dengan isteri ayahnya, sebab ia telah menyingkapkan punca kain ayahnya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

27:21 Terkutuklah orang yang tidur dengan binatang apapun. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

27:22 Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah atau anak ibunya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

27:23 Terkutuklah orang yang tidur dengan mertuanya perempuan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

27:24 Terkutuklah orang yang membunuh sesamanya manusia dengan tersembunyi. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!


27:25 Terkutuklah orang yang menerima suap untuk membunuh seseorang yang tidak bersalah. Dan seluruh bangsa itu harus berkata: Amin!

27:26 Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!”
7. Menggantung potongan ayat suci diatas gawang pintu

Terdapat dalam Ulangan

6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,

6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.


11:20 engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu,

11:21 supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.
Islam ternyata lebih dekat dengan yahudisme dari yang dibayangkan. Muslim mengikuti tradisi yahudi ini berdasarkan hadist bukan al quran dan barangkali tidak menyadari bahwa kebiasaan ini juga dilakukan dalam yahudisme.

Revisi: Yahudisme dan Islam bagian 2

Revisi ini dibuat mengeluhkan bahwa referensi yang saya cantumkan tidak terdapat dalam kitab-kitab Yahudi. Saya menyadari kekurangan itu dan menuliskan lagi persamaan tradisi orang yahudi dan muslim ini tanpa memakai Perjanjian Lama sebagai dasar hukum Yahudinya. Istilah ‘orang yahudi’ dan ‘muslim’ disini merupakan generalisasi karena dalam kenyataannya tidak semua orang yahudi atau muslim melakukannya.

Saya bukan ahli tentang yahudi dan postingan ini sebetulnya dimaksudkan hanya sebagai pengetahuan bagi Muslim Indonesia agar terjalin lebih banyak pengertian dan toleransi. Semoga berguna.

Beberapa kebiasaan dalam Islam mempunyai persamaan dalam tradisi yahudisme. Setelah :

1. Makanan Yang Diharamkan

Dalam al quran 5:3 tercantum makanan yang diharamkan bagi muslim yaitu bangkai, darah, daging babi dan hewan yang disembelih bukan atas nama Allah. Tapi muslim juga biasanya berpantang makanan hewan yang hidup didua alam seperti kepiting dan kodok;burung bercakar juga dilarang.

Hukum tentang Pantangan Makanan dalam Yahudi adalah Kashtrut. Makanan yang sesuai dengan hukum yahudi disebut kosher (halal dalam islam). Daftar makanan yang kosher antara lain terdapat dalam Imamat 11:1-47.
Burung-burung yang non kosher yaitu burung pemangsa, burung air pemakan ikan, dan kelelawar. Hewan yang hidup di air kosher asalkan mempunyai sisik dan sirip.
Burung non kosher antara lain kelelawar, pelatuk, elang, bangau, burung unta, burung hantu. Yang kosher bebek, ayam, merpati, kalkun. Seafood non kosher antara lain lele, belut, hiu, paus, kerang, kepiting, katak, lobster, tiram, udang, siput. Sapi, domba, kambing kosher, sedangkan kuda, keledai, unta dan babi non kosher.

2. Memanjangkan Jenggot

Muslim dianjurkan untuk memanjangkan jenggot. Ini pun terdapat dalam Imamat yang melarang mencukur sudut garis rambut dan mencukur sudut janggut. Hukum ini juga diinterpretasikan untuk tidak mencukur jambang (payot ).

3. Menutup rambut dan Cara Berpakaian

Tzniut adalah kata dalam yahudisme untuk menggambarkan kesederhanaan dan rendah hati. Kata ini biasanya digunakan untuk peraturan bagi cara berpakaian perempuan. Prinsipnya adalah bahwa seorang yahudi tidak boleh menarik perhatian dengan yang dikenakannya.

Dalam Yahudi Ortodoks perempuan dan lelaki harus menutup tubuh mereka. Komunitas Haredi prianya memakai celana panjang, blus lengan panjang dan perempuannya memakai rok dibawah lutut dengan blus yang tangannya sampai dibawah siku.

Hukum Yahudi mengharuskan perempuan yang sudah menikah menutup rambut mereka. Jenis penutup rambut misalnya wig (sheitel), harnet /jaring rambut (snood) dan scarf (mitpachat).

Bagi pria menutup rambut diperbolehkan sudah menikah atau belum. Penutup kepala paling umum adalah kippah atau yarmulke.

4. Pembatasan untuk Perempuan yang sedang Menstruasi

Muslimah yang sedang menstruasi dilarang untuk shalat, ke mesjid, menyentuh quran, berpuasa atau berhaji. Begitu juga dalam masa nifas (sesudah melahirkan).
Niddah adalah istilah Hebrew untuk perempuan yang sedang menstruasi. Torah melarang lelaki berhubungan seks dengan niddah.

Dalam Kitab Leviticus (Imamat dalam PL) perempuan yang sedang menstruasi harus diasingkan selama tujuh hari. Semua benda yang dia duduki atau sentuh menjadi madras l’tumah (pembawa tumah/najis).

Lawan kata tumah adalah taharah yang berarti berada dalam keadaan yang suci secara ritual.

5. Patung

Membuat patung manusia atau binatang dilarang dalam Islam karena bisa menuju pada pemberhalaan. Ada juga larangan membentuk relief, ukiran kayu dan menggambar hewan dan manusia.Ini juga terdapat dalam kitab Ulangan.

Sejumlah ayat dalam Tanakh melarang pembuatan bentukan-bentukan gambar yang dihubungkan dengan pemberhalaan. Hal ini juga tercantum dalam 10 perintah Tuhan. Juga terdapat dalam Leviticus / Imamat 26:1

Sampai sekarang seorang Yahudi tradisional tidak akan mau masuk kedalam bangunan tempat menyembah (berhala) dan tidak akan menghadiri acara di gedung yang dihiasi patung religius. Lengkapnya baca disini.

6. Mengucapkan Amin

Amin berasal dari bahasa Ibrani (Hebrew) yang berarti ‘jadilah’ (so be it). Kata ini masuk kedalam bahasa Yunani dari gereja awal. Amin barangkali asal katanya aman, terdiri dari konsonan alif – mim - nun yang berarti tegas, dikonfirmasi, dapat diandalkan, setia, percaya.
Kata ini diadopsi dalam ibadah Kristen untuk penutup doa dan himne. Dalam Islam, ini kata yang biasa diucapkan diantara ayat al quran atau penutup doa.

7. Menggantung potongan ayat suci di gawang pintu

Mezuzah adalah potongan ayat (perkamen) berbahasa Ibrani dari Taurat. Mezzuzah ditempelkan di kusen pintu seperti yang tercantum dalam Deuteronomy (Ulangan) 6:9. 
Perkamen ini dibuat oleh jurutulis yang berkualitas dengan pengalaman bertahun-tahun. Ditulis dengan tinta hitam dengan pena bulu ayam khusus. Perkamen ini digulung lalu ditempatkan dalam wadah.

NOTE: Alquran itu membenarkan Nabi dan kitab sebelumnya (Musa = Taurat, 'Isya = Injil). Semuanya berasal dari satu Tuhan. Dia yang menciptakan semuanya termasuk aturan-aturan dikitab-kitab itu. Bukan Yahudi, Nasrani atau Islam (Muhammad SAW). Yang kemudian oleh Tuhan yang Maha Berkehendak tersebut mengajarkannya lagi kepada nabi terakhir-Nya. sekali lagi semuanya ciptaan Tuhan.



Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar