Nazi UFO Haunebu I


Definisi UFOsecara ringkas

Seperti halnya yang kita tahu, UFO seringkali dikaitkan dengan "benda TERBANG atau sesuatu yang bergerak dengan kecepatan tinggi, dimana sesuatu atau benda tersebut sangat tidak umum bentuknya dan tidak lazim dilihat oleh mata dan penangkap visual lainnya."

Itu artinya, UFO yang akan saya bahas disini adalah segala hal mengenai yang telah saya jelaskan di atas. Bukanlah keris santet atau makhluk halus, atau piring yang terlempar keluar dari jendela, karena ada sepasang suami istri yang bertengkar dan saling lempar piring terbang.

UFO memiliki bentuk yang beragam.
  • Cylindrical (Cigar-Shaped) atau Silinder
  • Disc atau Cakram
  • Triangle atau Segitiga
  • Diamond atau Berlian
  • Hat atau Topi
  • Double Hat
  • Sphere atau Bulat
  • Saucer atau Piring (inilah yang paling terkenal pada era Perang Dunia II)
  • dan beberapa bentuk lain
Macam-macam bentuk penampakan UFO
Haunebu, atau dengan kata lain adalah Hauneburg-Gerate (H-Gerat) adalah sebuah kendaraan yang dibuat oleh Jerman dengan bentukkan yang tidak umum selayaknya pesawat pada umumnya. Berbentuk seperti lonceng, tapi jelas bukan The Bell yang saya maksud, dan mampu melesat dengan kecepatan tinggi. Haunebu sendiri dibuat dengan berbagai macam seri, Haunebu I sampai Haunebu IV.


Pada tahun 1925, Adolf Hitler dari partai Nazi, membentuk sebuah badan paramiliter yang disebut dengan Schutzstaffel. Schutzstaffel atau yang dikenal dengan SS memiliki banyak sekali macamnya dengan fungsi yang berbeda-beda, dari militer sampai dengan ekonomi dan administrasi. Adapun kepanjangan lain dari SS adalah Schwarze Sonne atau dengan kata lain "Black Sun". 

Schutzstaffel


Schutzstaffel Uniform di Film Iron Sky
SS yang konon menganut paham okultisme dan dikembangkan oleh "Order of Black Sun" ini bertugas untuk menciptakan energi baru untuk persenjataan. Sebuah energi yang mengantarkan mereka kepada keantigravitasian. Pekerjaan mereka kurang lebih ialah seperti ini :

"Mengembangkan energi alternatif dan sumber bahan bakar melalui proses gasifikasi batubara dengan teknologi yang rumit dan penciptaan generatornya, meneliti bahan bakar bibit alkohol serta mengembangkan perputaran oksigen cair, turbin reaksi total, dan penggerak propulsi udara independen (Air Propultion Independent motor- AIP) dan Electro-Machine-Gravitic".

Thule Triebwek (Tachyonator-7). Salah satu perangkat terpenting dalam Haunebu.

Salah satu proyek mereka adalah pengadaan mesin tempur yang bernama H-Gerat, H Device atau yang lebih dikenal dengan Haunebu. 

Sejarah penamaan Haunebu  SS E-IV (Entwicklungsstelle 4) menciptakan apa yang disebut dengan "electric-magnetic-Gravitic engine" atau EMG.  Dengan digabungkannya EMG dengan perangkat mesin energi bebas Hans Cooler lalu  menjadi sebuah energi konverter dan dipasangkan pada sebuah Van De Graaf band generator "plus" Marconi vortex dynamo (tanki bulat untuk merkuri), sehigga terciptalah rotasi penuh pada medan eletrik yang mampu meredam bobot dan mempengaruhi gravitasi pada device nya. Perangkat tersebut kemudian di uji cobakan pada mesin bercakram buatan yang didesain oleh kelompok Thule. Lokasi percobaannya terletak di daerah Barat Laut Jerman yang bernama Hauneburg. Sehingga, nama cakram yang telah didesain oleh masyarak Thule tersebut dipercaya bernama Hauneburg Device atau H-Gerat, atau Haunebu yang didasari atas lokasi uji cobanya.

Nah, sekarang kita beralih ke Thule (bukan Sule ya, tapi bisa dibaca "Thula" atau "Thoule") 

Jika pembaca pernah menyimak atau mungkin pernah mendengar mengenai Nazi, bisa jadi Anda juga tahu bahwa Hitler sangat menjunjung tinggi ras Arya.

Bagi Hitler, ras Arya adalah ras yang agung dan paling pantas hidup di muka Bumi. Partai Nazi Okultisme percaya bahwa masyarakat Thule adalah orang-orang dari ras Arya terdahulu. Hal itu didasari atas temuan sebuah buku misterius "Oera Linda Book". Meskipun keaslian buku itu sepertinya masih diperdebatkan.

Oera Linda Book halaman 46
Thule Society atau masyarakat Thule, adalah sekelompok rahasia yang didirikan tahun 1911. Konon, masyarakat ini diketuai oleh Walter Neuhaus. Sayangnya, mengenai Walter Neuhaus saya kurang mendapatkan datanya lebih rinci selain "dugaan" bahwa ia adalah ketua masyarakat Thule. Sejarah lebih lanjut mengenai masyarakat Thule akan dijelaskan pada seri berikutnya setelah Haunebu

Kita kembali kepada Haunebu.

Haunebu Gerat seri I mempunyai dua prototipe dengan diameter sepanjang 25 meter. Mampu mengangkut delapan kru. Haunebu mempunyai kecepatan yang menakjubkan, mungkin paling menakjubkan dari semua kendaraan pada era Perang Dunia, yaitu 4800 km per jam pada ketinggian rendah. Pada peningkatan selanjutnya, Haunebu mampu bergerak dengan kecepatan 17.000 km per jam, dan sanggup terbang selama 18 jam.

Untuk mengurangi panas karena gesekan yang diakibatkan oleh kecepatan tinggi, lapisan Haunebu dilapisi oleh bahan Victalen dobel. Jika Anda membaca postingan saya mengenai UFO Silinder Andromeda Gerat, maka Anda akan mendapati bahwa bahan victalen juga dipakai pada lapisan body UFO silinder.

Victalen dirancang oleh SS Metallurgist, SS rahasia yang yang konon handal dalam membuat "armor" untuk Haunebu dan Vril. Vril akan dituliskan pula pada seri berikut setelah seri Haunebu.

Haunebu I dilengkapi pula dengan persejataan yang disebut 60mm KraftStrahlKanone (KSK).

KraftStrahlKanone 


Berikut adalah spesifikasi Haunebu I


Haunebu II dan Haunebu II DO-Stra (DOrnier-STRAtosphärenflugzeug)

Haunebu II diproduksi pada tahun 1942, hanya 5 buah saja produksinya. Masih merupakan karya kolaborasi antara SS E-IV (Entwicklungsstelle 4) dan Thule Society. Spesifikasinya memang tidak jauh beda, baik bentuk dan mesinnya, memang hanya seperti evolusi lain dari Haunebu I. Diameter yang dimiliki aialah 26 meter. Kecepatan yang dapat ditempuh antara 6000 sampai 21000 km per jam dengan ketahanan terbang 56 jam. Telah di tes sebanyak 106 kali.

Lalu apa beda Haunebu II dan Haunebu II DO-Stra?

Perbedaanya jelas pada ukuran. Haunebu II DO-Stra jauh lebih besar daripada tipe terdahulu, Diameter Do-Stra  memiliki ukuran diameter 32 meter, sedangkan kecepatannya jelas lebih cepat, yaitu melebihi 21.000 km per jam. Kru yang bisa diangkut sebanyak 20 orang, kalau yang Haunebu II hanyalah dua orang. Semula dipilih dua pihak apakah Junkers ataukah Dornier yang menjadi tender, tapi akhirnya diputuskanlah Dornier yang menjadi tender pesawat yang kecepatannya mampu melebihi Haunebu II. 

Berikut adalah beberapa foto Haunebu II dan Haunebu II DO-Stra.




Spesifikasi Haunebu II


Haunebu III

Haunebu III Ostara
Haunebu ini diameternya berukuran 71 meter. Terbang pertama kali pada tahun 1945. Dibuat hanya satu unit saja. Mampu terbang dengan kecepatan antara 7000 sampai 41.000 km per jam. Konon, Haunebu ini mampu terbang sampai 7-8 minggu. Dengan pengendaranya ialah Jendral SS yang bernama Hans Kammler. Tapi menurut saya pribadi, jika pesawatnya mampu bertahan terbang hingga 8 minggu, tetap saja pegemudinya adalah manusia yang pasti punya rasa lelah. Untuk Haunebu III hanya diproduksi satu unit saja.



Disebut pula sebagai Ostara atau Easter. Dimana Ostara sendiri ialah Dewi dari kepercayaan kuno Jerman. Dewi yang berasal dari Timur, Sang Kelahiran kembali, dan Sang Fajar.



Spesifikasi Haunebu III


Ilustrasi mekanika Haunebu III
Haunebu IV

Haunebu IV sepertinya tidak pernah diwujudkan dalam kenyataan. Hanya berupa rancangannya saja yang ada pada tahun 1946.


Jika Haunebu IV berhasil direalisasikan, mungkin dalam kehidupan nyata bentuknya seperti yang diilustrasikan dibawah ini : 


Lalu bagaimana dengan penampakan para Haunebu?

Terus terang saya memang kesulitan untuk mencari bukti lain keberadaan Haunebu atau UFO lain buatan Jerman kecuali foto-foto yang saya sertakan diatas. Tapi, ada beberapa ulasan yang bisa dijadikan patokan lain mengenai keberadaan Haunebu selain foto:

.Seperti yang tertulis pada web milik Robert Dale Arndt. Jr, sebuah laporan yang diidentifikasikan sebagai Top Secret pada tahun 1959 dan akhirnya dipublikasikan pada tahun 1985, menyebutkan bahwa senator paling berpengaruh kala itu, Senator Richard Russell, mengaku berjumpa dengan benda berbebtuk cakram, sedang terbang dengan kecepatan tinggi pada tanggal 4 Oktober 1955 saat ia hendak bepergian dengan dua rekannya:

"Satu disk naik hampir vertikal, pada kecepatan relatif lambat, dengan permukaan luarnya bergulir perlahan ke kanan, untuk ketinggian sekitar 6000 kaki, dimana kecepatan kemudian meningkat tajam seperti menuju ke utara. Disk terbang kedua terlihat melakukan tindakan yang sama sekitar satu menit kemudian."

Ruben Efron mengatakan kepada CIA bahwa objek (UFO) memberi kesan meluncur. Tidak ada suara terdengar dan tidak ada knalpot terdengar, dan tidak ada pembuangan cahaya atau jejak terlihat oleh sayapnya.

Menurut saya, tidak adanya trail atau jejak pesawat sesungguhnya dimaksudkan supaya tidak mudah dilacak oleh musuh.Tapi ini memang hanya opini saya.

Nah, kita kembali kepada kasus Senator Russell. 

Setelah pertemuan itu, Senator Russell mengatakan kepada para lelaki yang ikut bersamanya saat melihat UFO-UFO tersebut dari kereta:

"Kami melihat disk terbang dan aku ingin kalian melihatnya sehingga aku akan punya saksi" 

Dan sebuah memo FBI, tanggal 4 November 1955, juga membahas penampakan UFO, dan mengakui kesaksian Kolonel Hathaway dan mendukung keberadaan disk terbang"

Hanya saja, tidak disebutkan apakah UFO yang mereka bertiga lihat adalah Haunebu atau bukan. Yang jelas, teknologi Amerika belum memiliki hal yang demikian. Terlihat jelas pada keheranan Senator Russell.

Jadi, kita bisa tarik kesimpulan, bahwa kecuali Amerika, ada dua kandidat besar negara yang memiliki teknologi yang aneh dan tak umum. Dua negara yang saya maksud adalah Jerman dan Rusia. Rusia menggunakan orang-orang Jerman dalam menciptakan UFO. Anda bisa meneliti kebenarannya dari sejarah UFO buatan Rudolf Schriever. Jadi, menurut saya pribadi, tinggal Jermanlah yang menurut saya pemilik teknologi pesawat aneh yang dilihat oleh Senator Russell.

Lalu bagaimana dengan Amerika?

Amerika menciptakan Avro pada tahun 1953. Dan itupun diklaim oleh insiyur Jerman Georg Klein bahwasanya teknologi seperti yang dimiliki Avro, sudah dimiliki oleh Jerman sejak lama. 


Jika misalkan pesawat aneh yang dilihat oleh Senator Russell adalah pesawat buatan Jerman, maka pesawat Jerman yang manakah yang dilihat? Apakah Haunebu, Vril, atau RFZ?

Beberapa bukti lain mengenai keberadaan pesawat dengan teknologi aneh pada era Perang Dunia II pun juga ada dan banyak. Salah satu berita yang paling terkenal ialah Battle of Los Angeles:





Battle of Los Angeles terjadi pada bulan Februari tahun 1942. Alarm tanda bahaya tiba-tiba berbunyi, sebuah pesawat besar dengan beberapa obyek lain mendekati wilayah Los Angeles. Tidak kurang seribu empat ratus peluru ditembakkan, namun tidak ada satupun yang mempan pada pesawat aneh nan besar tersebut. Semula Jepang dianggap dalang dibalik itu semua. Namun Jepang menyangkal telah mengirimkan pesawat terbang di sekitaran los Angeles. 

Well, apakah itu juga merupakan penampakkan dari teknologi perang Nazi UFO? Apakah penjelasan dari "mothership" tersebut memang penampakkan dari Haunebu? Ataukah tetap menjadi misteri sampai saat ini.


Ataukah memang teknologi perang negara lain yang Amerika tidak mau mengakuinya, dan seperti biasa Hollywood selalu punya cara jitu untuk membalikkan persepsi masyarakat dengan mengangat Battle of Los Angeles kedalam layar lebar. 

Setelah kekalahan Jerman pada era Perang Dunia II, pemerintah Jerman memutuskan untuk membakar semua dokumen mengenai kecanggihan teknologi mereka. Namun, ternyata ada beberapa desainer atau perancang pesawat militer Jerman yang diambil oleh negara lain. Mengenai hal itu juga akan dibahas pada seri berikutnya tentang pada bab Vril dan Thule.

Pada tulisan penutup ini saya akan sedikit singgung mengenai cara UFO untuk mampu terbang. Hal yang harus diperhatikan ialah, "bahwa tidak ada sistem mekanika yang benar-benar sama pada tiap UFO dengan bentuk yang berbeda." 

Jika Haunebu menggunakan Tachyonator untuk melayang dan EMG-nya, maka beda lagi dengan "rancangan" UFO yang  diciptakan Rudolf Schriever.

Pada pesawat tersebut menggunakan
tiga jet pada baling-baling, dan dua jet untuk pendorong.
Roket-roket yang ditempelkan pada baling-baling digunakan untuk mempercepat rotasi baling-baling sehingga mendorong pesawat ke atas. Sedangkan dua roket-roket yang ada pada bagian bawah pada samping kiri dan kanan, berguna untuk melesat kedepan.

Artikel terkait :
Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar