Populasi Terus Meningkat, Bumi di 'Ambang Batas'


London – Komite dari 22 ilmuwan mengungkapkan, meningkatnya populasi membuat spesies tempat manusia bergantung mulai mati. Ini berdampak pada kesempatan hidup manusia.

Di beberapa daerah di bumi terbilang sangat padat penduduk. Di sisi lain, jika lebih dari 50% planet ini tertutup kerikil dan agrikultur, hasilnya bisa menjadi bencana global.

Jika area yang lebih kecil mencapai 50%, hasilnya juga akan berbahaya. Jika seluruh planet mencapai ‘ambang batas’ ini, efek yang terjadi membuat ilmuwan angkat tangan dalam meramalkannya.

“Ini akan menjadi dunia yang benar-benar baru, secara biologis. Dalam beberapa generasi, hal-hal yang mendukung hidup manusia akan sangat terpengaruh,” ungkap Profesor Anthony Barnosky dari University of California, Berkeley.


Seperti dikutipDM, saat ini ada tujuh miliar manusia yang mendiami Bumi dan 43% permukaan Bumi telah diubah menjadi agrikultur atau penggunaan untuk kota. Diperkirakan, jumlah ini akan meningkat menjadi 9 miliar pada 2045 dan 50% permukaan bumi akan sangat terganggu pada 2025.
“Salah satu cara pilihannya adalah, mengakui adanya isu ini dan mencoba menuntun manusia ke masa depan yang kita ingin. Pilihan lainnya, membiarkan hal ini dan melihat apa yang akan terjadi mendatang,” tutupnya. Sumber.

Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar