Bunker Misterius Ditemukan, Jokowi Kaget

Jokowi pasrah, siap menggeser pembangunan gedung baru
Gundukan tanah di halaman bekas gedung PKK dan Dharma Wanita di Kompleks Balai Kota Solo diduga adalah pintu masuk ke bunker kuno peninggalan Belanda yang terkubur tanah selama puluhan tahun. Jaraknya hanya 30 meter dari tempat Walikota Solo, Joko Widodo berkantor.

Mendengar temuan bunker tesebut, Jokowi mengaku kaget. Jika benar bunker itu merupakan cagar budaya, ia pun memerintahkan agar pembangunan dua gedung rencananya akan didirikan di atas tanah kosong itu akan digeser. 

Meski selama dua periode berkantor di Balai Kota, Jokowi mengaku tak tahu keberadaan lubang persembunyian itu. Merasa penasaran, setelah mendengar informasi tersebut, ia menyempatkan diri untuk melihat langsung lokasi yang diduga sebagai tempat bunker.

"Kemarin sore saya sudah lihat. Tetapi kan belum terlihatwong masih menunggu hasil penggalian," kata dia kepadaVIVAnews, Kamis, 9 Agustus 2012.

Atas dugaan adanya bunker tersebut, Jokowi pun mengaku pasrah. Pasalnya, rencananya di lokasi tersebut akan didirikan bangunan  gedung  PKK dan Dharma Wanita yang baru. Mengingat yang bangunan lama telah diratakan dengan tanah.

"Kita melihat dulu hasil dari penelitian Balai Arkeologi dan BP3 seperti apa. Apakah yang diduga bunker itu benda cagar budaya atau bukan. Pokoknya kita menunggu rekomendasi dari BP3," ucapnya.

Kalau ternyata memang benar-benar bunker itu ditetapkan sebagai cagar budaya. Maka rencana pembangunan gedung baru itu harus digeser. "Ya mau tidak mau harus digeser. Karena ini bagian dari konsekuensi dari sebuah komitmen untuk melindungi benda cagar budaya," tegasnya.

Sebelumnya, Balai  Arkeologi dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah telah mendengar keterangan sejumlah saksi. Salah satunya Mujiyo Yuwono Saputro yang menceritakan, ia dan teman-temannya pernah bermain di belakang balaikota. Kala itu tak ada bangunan di sana, masih berupa ladang.

Menuru dia, memang ada bunker di situ. Bunker itu memiliki panjang sekitar 15 meter dan lebar 10 meter. Ruangan di bunker tersebut bentuknya persegi menyerupai aula. "Bunker itu memang satu ruangan tetapi memiliki dua pintu di masing-masing ujung yang menghadap ke selatan," tuturnya.

Lantas, berapa ketinggian bangunan bunker itu? Ia tak tahu pasti. Hanya saja dulu setiap kali masuk ke bunker harus menuruni tanggan yang tingginya sekitar dua meter. "Di dalam bangunan itu gelap sekali. Jadi anak-anak waktu itu takut jika masuk semakin ke dalam," tuturnya.

Sebelumnya, bangunan diduga bunker juga ditemukan di lingkungan RS Dr Kariadi Semarang. Sumber.


Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar