GIRISAWARDHANA

(Girishawardhana Dyah Suryawikrama)
Masa pemerintahannya diwarnai kondisi dan situasi politik yang porak poranda, selain negara mengalami interregnum atau kekosongan kekuasaan yang cukup panjang selama tiga tahun berturut-turut (1375-1378 Saka/1453-1456 AD), juga diiringi bencana letusan gunung (1384 Saka/1462 AD)

Girishawardhana Dyah Suryawikrama adalah raja Majapahit yang memerintah tahun 1456-1466. Ia dianggap identik dengan Bhra Hyang Purwawisesa dalam Pararaton.

Menurut Pararaton, Sepeninggal Rajasawardhana tahun 1453 Majapahit dilanda kekosongan pemerintahan selama tiga tahun. Baru pada tahun 1456, Bhre Wengker naik takhta bergelar Bhra Hyang Purwawisesa. Pada tahun 1462 terjadi bencana gunung meletus mewarnai pemerintahannya.

Tidak diketahui pula apakah ada kaitan kekosongan kekuasaan itu dengan peristiwa yang dimuat Prasasti Waringinpitu yakni terjadinya perebutan tahta antara Dyah Suryawikrama dengan keponakannya sekaligus menantunya bernama Samarawijaya putra Rajasawardhana Dyah Wijayakumara (kakak Suryawikrama). Kendati Dyah Suryawikrama menang dari perebutan tahta tersebut, dan terbukti ia memerintah. Namun masa pemerintahannya ‘sangat singkat’ berlangsung hanya selama lima tahun (1378-1388 Saka/ 1456-1466 AD),dan tahun 1388 Saka/1466 AD dikabarkan mangkat dan didharmakan di Puri.

Tokoh Hyang Purwawisesa dianggap identik dengan Girisawardhana Dyah Suryawikrama, raja Majapahit yang mengeluarkan prasasti Sendang Sedur tahun 1463. Nama Dyah Suryawikrama sebelumnya juga muncul dalam prasasti Waringin Pitu (1447), sebagai putra kedua Dyah Kertawijaya.

Jika Rajasawardhana identik dengan Dyah Wijayakumara, kakak Suryawikrama. Maka, kekosongan pemerintahan selama tiga tahun dapat diperkirakan terjadi karena adanya perebutan takhta antara Suryawikrama melawan Samarawijaya putra sulung Wijayakumara. Prasasti Waringin Pitu juga menyebutkan Samarawijaya adalah menantu Suryawikrama. Mungkin pada tahun 1456 persaingan antara keduanya berakhir setelah Samarawijaya merelakan takhta Majapahit kepada Suryawikrama, yang tidak lain adalah paman sekaligus mertuanya tersebut.

Pada tahun 1466 Hyang Purwawisesa meninggal dunia dan dicandikan di Puri. Ia digantikan oleh Bhre Pandansalas sebagai raja selanjutnya.

Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar