Fenomena Gaib Awan Petruk Dalam Kancah Percaturan Politik Kepemimpinan Daerah Maupun Nasional


Didalam cerita pewayangan, Petruk merupakan salah satu tokoh punakawan yang menjadi figur Sabdo Palon Nolo Genggong yang merupakan seorang penasehat Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Di Akhir runtuhnya Kerajaan Majapahit dikarenakan masuknya pengaruh agama islam di daerah Demak Bintoro, Kerajaan Islam Demak BintoroPrabu Brawijaya memillih berdiam atau bertapa di Gunung Lawu yang terletak di daerah perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Jawa Timur, karena sang Raja tersingkir maka Sabdo Palon memilih mengikuti jejak sang Rajanya, namun Sabdo Palon memilih Gunung Merapi sebagai tempat tinggalnya.


Sebagai balasan terhadap lawan-lawan yang berkuasa, dia mengangkat sumpah atau nazarnya. Kelak akan menagih janji kepada penguasa negeri ini apakah itu Lurah, Bupati, Gubernur maupun Presiden akan tentang amanat keadilan bagi seluruh rakyat dan kesejahteraan, kemakmuran rakyat .

Misteri ataupun fenomena gaib dengan kemunculan sosok awan bergambar Petruk tsb dipercaya oleh masyarakat di sekitar gunung merapi merupakan tanda  atau kode alam sebagai petunjuk atau peringatan kepada penguasa negeri ini untuk serius menjalankan serta merealisasikan janji-janjinya,  sumpahnya, amanahya demi kepentingan rakyat banyak di atas kepentingan segolongan atau pribadi yang haus kekuasaan.


Dari konseptual mitos tsb  dapat diambil maknanya, Untuk menjadi pemimpin di daerah maupun di Level nasional haruslah benar-benar serius menjalankan serta merealisasikan janjinya atau sumpahnya di hadapan Tuhan YME maupun dihadapan publik, jika tidak tentunya ada Revolusi Hukum,sosial, politik dan Moralitas  yang digalang oleh rakyat dengan tuntutan hak dan demokrasinya apa yang sudah diatur dalam amandemen UUD 1945.

Nazar atau janji yang terucap bukan saja kepada hadapan rakyat melainkan juga kepada Allah SWT, suatu kelak di akhir jaman, hari kebangkitan yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT tetap pasti terjadi, kun faya kun. salah satunya adalah Apakah Raja/Presiden/Gubernur/Bupati benar-benar menjalankan amanahnya, nazarnya kepada masyarakatnya, karena apa, Allah SWT Maha menepati janjinya kepada salah satu penguni Surga Firdaus adalah Raja/Presiden/Gubernur/Bupati yang sungguh-sungguh menjalankan tugas, tanggung jawab  serta merealisasikan janji, amanahnya demi kepentingan umum/rakyat bukan demi kepentingan haus kekuasaan pribadi maupun golongannya.

Sudah tersirat dalam Kitab Suci Al-Quran Al Karim. Jika tidak, artinya penguasa itu akan menjadi penguni neraka jahanam. Pertanyaan sekarang ini adalah apakah kinerja Bupati/Gubernur di daerah kalian sudah menepati janjinya, amanahnya kepada rakyatnya sendiri. Bagaimana kinerja Presiden serta Menterinya sekarang ini sudah atau tidak merealisasikan amanahnya demi kepentingan rakyat bangsa dan negara Indonesia?

Artikel terkait : Sabdo Palon


Bookmark and Share

0 comments:

Poskan Komentar